
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hany berjalan dengan lesu memasuki kamar nya, sesampainya di kamarnya Hany langsung menghampaskan tubuhnya ke tempat tidur nya, sedih dan sakit hati ya dua rasa itu melebur menjadi satu yang membuat Hany tidak kuasa menahan tangis dan rasa sesak di dadanya.
Tok..tok..tok..
"Han ini Ibu, apa Ibu boleh masuk?." ucap bu Ratna yang sedang berdiri di balik pintu.
Mendengar suara ibunya Hany dengan cepat mengusap air matanya. " Iya bu masuk aja." ucap Hany engan untuk bergerak dari ranjang nya.
Ceklek..
Bu Ratna berjalan menghampiri anak gadis nya yang sedang menyembunyikan wajah nya di bawah bantal.
"Kenapa hem? ayo curhat ke ibu." ucap bu Ratna sambil mengusap pungung Hany dengan lembut.
Hany yang semula bersembunyi di balik bantal langsung menghamburkan tubuhnya untuk memeluk ibunya, berharap akan mendapatkan sedikit kenyamanan.
"Hikss.. ibu dia jahat." ucap Hany sambil terisak.
Bu Ratna mengusap pungung Hany dengan lembut mencoba memberi kenyamanan. "Siapa? Zex?. " tanya bu Ratna.
Hany melepaskan pelukan nya lalu menatap ibunya dengan sendu.
"Sudah jangan menangis, ibu paham apa yang kamu rasain sekarang, jangan menangis lagi lepaskan dia jika mengejarnya membuat kamu terluka." ucap bu Ratna sambil mengusap air mata yang ada di pipi anak gadisnya.
"Tidak bu, Hany sayang sama kak Zex, Hany ngak bisa ngelupain atau melepaskan perasaan Hany gitu aja." sahut Hany sambil terisak.
Bu Ratna tersenyum. "Apa dia menolak kamu sayang? atau dia masih tetap menganggapmu sebagai adiknya?." tanya bu Ratna.
"Dia tidak menolak, tapi dia juga tidak memberi kepastian." jawab Hany cepat. " Kak Zex bilang kita tidak akan bersama maupun bersatu, apa itu artinya dia memang tidak cinta aku ya bu?." sambung Hany lagi.
"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, jika kamu sayang sama Zex kamu harus tetap berjuang mengapai cintanya, tapi jika kamu sudah lelah maka ikhlaskan dia." ucap bu Ratna bijak. "Percayalah pada ibu kamu itu cantik, banyak pria yang akan mengantri untuk mendapatkan kamu sayang." sambung bu Ratna menyemangati anak gadisnya.
Hany kembali menghemburkan tubuhnya kepelukan ibu nya, sungguh Hany sangat beruntung di saat-saat dia sedang terpuruk dan sedih dia memiliki ibu sambung bak peri yang memiliki kebaikan seperti bu Ratna.
"Makasih bu, ibu udah mau dengerin setiap keluhan aku." ucap Hany yang masih memeluk bu Ratna.
__ADS_1
"Kamu anak ibu, dan pastinya ibu akan selalu mendengarkan setiap keluhan kamu sayang karna ibu sayang sama kamu." ucap bu Ratna saraya tersenyum.
"Sudah sekarang mending kamu mandi terus kita makan." sambung bu Ratna lagi.
"I love mom." batin Hany yang masiy betah memeluk ibunya.
🌹
Disinilah Zex berada di sebuah bekas rumah tua yang kumuh dengan banyak bekas reruntuhan kebakaran.
Zex menatap rumah itu dengan pandangan tak terbaca, rumah yang penuh dengan memory nya bersama dengan keluarganya.
#Flashblack ON.
Waktu itu Zex kecil masih berusia 10 tahun, kehidupan nya sangat sederhana, anak dari seorang petani cabai di salah satu desa kecil, semula kehidupan Zex dan kedua orang tuanya sangat harmonis dan jauh dari kesedihan meski hidupnya terbilang pas-pasan dan sederhana.
Tapi saat usia Zex mulai memasuki 14 tahun kehidupan Zex benar-benar berubah drastis, Bapak yang dia hormati dan dia sayangi tiba-tiba memilih pergi meninggalkan ibu dan dirinya yang paling membuat nya sedih adalah bapak nya memilih menikah dengan janda kaya di kampung nya dan dengan teganya bapak nya bersenang-senang di pesta pernikahan nya tanpa menyimpan rasa empati sedikit pun untuk dirinya dan ibunya.
"Sudah lah nak, ibu tidak apa..biarlah ayahmu memilih jalan hidup nya." ucap bu Lilis ibu Zex.
"Tapi bu, mereka bahagia di atas penderitaan kita." ucap Zex dengan wajah yang menahan amarah. "Aku tidak bisa diam saja, aku akan membalaskan dendam kita." sambung Zex lagi terlihat wajahnya penuh dengan kebencian.
Plakk..
"Dengarkan ibu nak, jangan pernah kamu menyimpan dendam pada seseorang, apalagi orang itu adalah bapak kamu sendiri bagaimana pun dia adalah orang yang membesarkan mu, kita memang miskin nak, tapi ibu tidak akan pernah rela anak ibu menjadi anak pedendam. " ucap bu Lilis sambil mengusap pelan pipi anaknya yang memerah karna tamparan nya tadi.
"Maafkan ibu nak, ibu ngak maksud menampar mu, ibu salah maafkan ibu." ucap bu Lilis seraya memeluk Zex namun Zex yang menerima tamparan tidak bergeming, anak laki-laki itu semakin merasakan marah dan kebencian pada bapak nya.
"Dengarlah nak tidak ada namanya mantan bapak, kamu tidak boleh membenci bapak mu, dia pantas bahagia." ucap bu Lilis lagi yang masih memeluk Zex.
"Iya bu, aku paham." ucap Zex sambil membalas pelukan ibunya.
Zex tidur dengan lelap sampai akhirnya dia mendengar suara orang berteriak menyebutkan kebakaran.
" Ibu, dimana ibu, Astaga rumah kebakaran.. ibu !! ibu dimana?." teriak Zex sambil keluar dari kamar nya dan sampai di tengah rumah di dikejutkan dengan kobaran si jago merah yang cukup besar apinya.
"Ibu !! ibu dimana." Zex berlari ke arah kamar ibunya namun dia tidak mendapatkan ibunya sampai di kamar, Zex semakin kalut apalagi saat melihat ada banyak bercak darah di area dapur yang membuat Zex berjalan sedikit demi sedikit dan yang di lihatnya adalah ibunya yang terbaring kaku di lantai dengan tangan yang terkena sayatan di bagian urat nadinya.
"Ibu !! hikss.. kenapa ibu ninggalin aku,.hikss ibu !!." teriak Zex menangis histeris.
__ADS_1
Tiba-tiba datanglah dua pria yang di ketahui adalah tetangga Zex.
" Nak Zex Ayo cepat pergi, kita tidak punya banyak waktu lagi apinya semakin besar." ucap pak Tamrin tetangga Zex.
"Tidak pak, jika aku pergi bagaimana dengan ibu? dia sendiri disini." ucap Zex sambil menangis.
"Sudahlah nak Zex ikhlaskan ibumu, dia sudah tenang di alamnya, ayo secepatnya kita cepat pergi apinya semakin besar." ucap pak Aceng membawa Zex paksa yang membuat Zex meronta-ronta meminta di lepaskan.
" Lepaskan !! aku mau sama ibu, hiks lepaskan." teriak Zex mengema di dalam kobaran api yang semakin lama semakin menjelajar kemana-mana itu.
Setelah keluar dari rumah Zex di tenangkan oleh tetangga sekitar air matanya luruh jatuh ke pipinya, dia ingin meluapkan kemarahan nya atas meninggal nya ibunya pada bapak nya yang sedang menjadi pengantin baru tapi perkataan ibunya beberapa jam yang lalu membuat Zex mengurungkan niatnya.
"Ibu kenapa kau meninggalkan aku sendiri? kenapa hiks." batin Zex sambil menatap rumah nya yang sudah hampir habis di makan si jago merah.
Waktu berlalu begitu cepat Zex tidak pulang ke rumah bapak nya dia memilih merantau ke kota, meski dia tidak membenci bapak nya tapi Zex tidak bisa memaafkan bapaknya yang tega membuat ibunya memilih mengakhiri hidupnya.
Hidup di jalanan harus dia lewati sendiri tanpa siapapun, menjadi pengemis di jalanan pernah dia lakukan sampai dia kejar-kejar satpol pp bahkan Zex juga pernah menjadi pemulung sampah untuk bisa menghasilkan uang, sering kali dia puasa karna tidak mendapatkan uang sepeser pun, hidup di kota sangat keras dan Zex benar-bebar menyerah dengan semua kehidupan nya.
Sampai saat sedang duduk di tepi danau Zex melihat seorang anak berseragam smp yang nampak sedang menangis di tepi danau.
anak itu adalah Rafa kecil yang sedang menangis karna ayah dan ibunya selalu bertengkar.
Dari mulai saat itu Zex dan Rafa mulai berteman, bahkan tak sampai di situ Rafa membawa Zex kerumah nya dan menjadikan Zex sebagai teman nya di rumah, tentu saja Zex tidak menolak apalagi Rafa kecil memang sangat baik meski terkadang Rafa kecil selalu gampang emosi jika membicarakan sesuatu yang serius seperti perselingkuhan pak Renan yang membuat ibu nya Rafa sakit-sakitan.
#Flashblack Off.
"Nak.. akhirnya kau kembali. "
_____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Mengandung bawang ngak?
Bentar pegel nulis 1250 karakter.
Lanjut besok ya mau nonton drakor dulu.
Sambil nunggu Upp yuk mampir ke cerita ♡ Cinta Gadis Kampung♡ di jamin bikin perut sakit ngak bohong.
__ADS_1
Jejak !!