Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Jangan tingalkan aku.


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!


Selaamat membaca😉


🌹🌹🌹🌹🌹


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hari ini adalah genap seminggu kepegian pak Danu Ririn masih berdiam diri di kamar sejak pingsan di rumah sakit Ririn sangat syok berat atas kepergian ayah nya, tak jarang Ririn juga tidak mau makan dan malah sering menghabiskan waktunya untuk menangis di kamar nya.


Rafa sangat sedih melihat gadis yang di cintainya kini menjadi pemurung seperti dulu lagi, sungguh melihat Ririn yang tak mau makan atau tidak mau berbicara sekedar sepatah kata pada orang terkedekatnya termasuk Rafa yang notabe nya suaminya membuat Rafa semakin tambah bersedih.


Sekejam-kejamnya pria pasti akan ada masa dimana iya sedih jika melihat sesuatu hal yang paling berharga di hidupnya kini tidak bersemangat hidup lagi, tangan yang di perban menjadi bukti betapa hancurnya Rafa melihat orang tersayangnya menjadi pemurung.


Berulang kali Rafa mengetuk pintu kamarnya namun naas Ririn tidak pernah engan membukanya bahkan seminggu ini pun Ririn nampak tak pernah terlihat dimatanya, setiap kali Rafa mengetuk pintu meminta Ririn membukakan pintu kamar untuknya Ririn selalu berteriak mengusirnya.


sebenarnya iya masih punya kunci cadangan kamar nya tapi iya juga harus memberikan waktu pada sang istri untuk menangkan diri, Rafa memilih memantau pergerakan istrinya di layar Cctv yang sengaja iya pasang dulu saat iya pertama kali menikahi Ririn.


Hatinya sakit melihat Ririn yang nampak terus menangis di setiap harinya, iya tau istrinya kecewa padanya karna saat malam sebelum pak Danu meninggal iya meminta Ririn untuk pulang dulu bersamanya dan pagi-pagi sekali iya menjanjikan akan mengantarkan Ririn bertemu mertuanya kembali.


namun takdir berkata lain, kata-kata yang di ucapkan Rafa berbalik menjadi mengantarkan pak Danu ketempat peristirahatan nya yang terakhir, dan itu membuat Ririn nampak sedih karna saat ayah nya di makam kan iya masih terbaring lemas di rumah sakit.


" Apa Ririn mau makan?." tanya Rafa pada pelayan yang iya tugaskan untuk mengantarkan makanan ke kamar sang istri.


" Sepertinya tidak tuan muda, nona muda tidak makan sejak siang jika di lihat dari nasi nya yang masih utuh tak berbekas." Ucap pelayan wanita.

__ADS_1


" Pergilah biar saya yang menghantarkan makanan ini." Ucap Rafa sambil berjalan ke arah pintu kamar nya.


Rafa membuka kamar itu dengan kunci cadanagan nya, perlahan-lahan langkah kakinya hampir sampai di tempat dimana istrinya sedang memeluk lututnya sendiri di lantai.


Rafa menaruh makanan yang disiapkan pelayan untuk istrinya sedikit keras membuat Ririn yang sedang menunduk langsung mendongkakan wajahnya melihat siapa yang datang ke kamarnya.


Matanya terlihat sembab itulah yang Rafa lihat saat Ririn memandangnya mata indah bulu mata yang lentik itu seperti hilang di telan bumi wajah nya terlihat pucat.


Rafa takuasa melihat sang istri yang nampak sedih atas kepergian mertuanya. " Sa ______" belum Rafa mengucapkan kata hatinya Ririn sudah berteriak.


" Pergi !! jangan nganggu aku !! aku mau sendiri." Ucap Ririn sedikit berteriak.


Rafa mengeleng. " Kalau aku tidak mau pergi bagaimana?." Ucap Rafa.


" Lepaskan !! aku bilang lepaskan." Teriak Ririn namun tak di gubris Rafa.


" Tidak !! aku tidak akan membiarkan mu pergi dari hidup ku, kamu milikku dan selamanya begitu, maaf karena aku kau kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan ayah untuk yang terakhir kalinya, aku tau ini salah ku maka hukum aku.. kumohon jangan begini melihat mu seperti ini hatiku terasa sakit, aku mohon." Ucap Rafa sambil menangis dengan tangan yang masih memeluk Ririn.


" Kamu membuat ku kehilangan ayah !! kamu menjauhkan ku dengan nya!! hikss kamu jahat mas !! kamu jahat." Ririn memukul-mukul dada bidang Rafa dengan keras karna emosi.


Rafa hanya diam sambil kembaki mengeratkan pelukan nya, pukulan yang Ririn layangkan ke dadanya sama sekali tak terasa untuknya, menangis itulah yang keduanya lakukansaat ini, Ririn dan Rafa saling memeluk dengan air mata yang masih mengalir deras kepipi keduanya.


" Maaf." Ucap Ririn di sela-sela tangisan nya.

__ADS_1


Rafa mendongkakan wajahnya merangkup dagu sang istri yang tingginya hanya sedadanya itu, " Kamu tidak salah sayang, ini adalah takdir. Maaf jika aku mengecewakan mu." Ucap Rafa sambil menatap manik sang istri.


Ririn menggelengkan kepala, " kamu ngak ngecewain aku Mas, ini bukan salahmu, aku yang terlalu berat melepaskan kepergian ayah ku dan malah membuat diriku sendiri menderita dengan keterpurukan yang aku buat sendiri, tapi aku sekaramg sadar aku harus bangkit dari kesedihan ini karna ada banyak orang yang menyangiku." Ucap Ririn dengan wajah penuh rasa bersalah.


" aku menyayangimu Mas, aku mencintaimu." lanjut Ririn dengan mengeratkan pelukannya kembali.


Rafa tersenyum " Aku juga sangat mencintaimu sayang, sangat." jawab Rafa dengan senyum bahagianya.


Setelah drama yang mengharukan Rafa langsung mengompres bagian mata sang istri yang sembab iya juga memandikan istrinya dengan penuh cinta dan di lanjut memakaikan pakaian hangat untuk sang istri.


Rafa mengambil sup ayam yang baru di hantarkan pelayan nya, menyuapi Ririn dengan penuh kesabaran, suap deni suapan telah di makan Ririn hingga akhirnya sup ayam dan secentong nasi itu habis tak tersisa .


" Tidurlah, aku akan menjaga mu disini." Ucap Rafa sambil menyelimuti tubuh sang istri.


Ririn mengangguk." Terimaksih mas." Ucap Ririn dengan senyuman tulusnya lalu memejamkan matanya dan tak butuh waktu lama Ririn pun terlelap dalam mimpinya.


Rafa yang melihat istrinya sudah terlelap langsung beranjak berjalan ke arah jendela pandangan nya menerawang menatap langit malam yang nampak sepi tanpa hadirnya bintang.


" Aku akan menjaganya ayah, tenanglah di syurga." Ucap Rafa dengan pandangan yang menerawang.


___________


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


^^Happy Reading^^


__ADS_2