Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Bayi besar


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Plakk...


Sebuah tamparan melesat tepat di pipi mulus Kelle, dan pelaku nya adalah Rafa yang marah dengan apa yang Kelle katakan, Rafa memang selalu bersikap dingin pada adik tirinya, tapi bukan berarti dia tidak menyayangi Kelle.


Sedari kecil Kelle hidup bersama Daddy nya dan apa yang akan dia katakan nanti jika almr Daddy nya melihat apa yang terjadi dengan Kelle sekarang, sungguh Rafa benar-benar marah dan tidak habis pikir.


"Siapa yang menghamili mu?." pertanyaan itu terus di pertanyakan Rafa.


Ririn yang ada di ruangan itu mendehem, ia sendiri bingung harus bersikap bagaimana, tapi Ririn yakin suami nya tidak mungkin melakukan hal-ha aneh pada adik ipar nya, karna Ririn tau di balik kebencian nya Rafa tersimpan celah kasih sayang yang selama ini selalu di tutup-tutupi oleh suaminya.


Kelle hanya menunduk, terlalu malu untuk Kelle menatap pria yang sekarang sedang memperlihatkan wajah kemarahan nya pada nya, "Kak, aku ngak tau siapa yang menghamili ku, aku di jebak." jawab Kelle apa adanya.


Setahunya malam itu dia pergi ke Bar karna kesal mendengar kabar kehamilan Alena, dan Kelle hanya ingat Andrian yang mengantarkan nya pulang sampai depan Apertemen, setelah itu Kelle tidak ingat apa-apa lagi, yang dia ingat hanya saat dia bangun di sebuah kamar hotel dengan pakaian yang berbeda.


Rafa menghembuskan nafasnya dengan kasar, seharusnya dia bisa menjaga adiknya tapi apalah daya nya, nasi sudah menjadi bubur Rafa tidak mungkin melampiaskan kekesalan nya pada Kelle, meski tak ia pungkiri jika melihat wajah Kelle dia selalu teringat akan kejahatan yang di lakukan almr Alira pada keluarga nya dulu.


"Kak.." ucap Kelle terbata-bata.


Huh..


"Kakak akan mencari tau siapa ayah dari anak yang ada di kandungan mu." ucap Rafa tegas.


"Tapi kak, aku akan menikah dengan__" ucap Kelle terhenti karna Rafa menatapnya tajam.


"Dia tidak salah, kenapa Andrian harus menikahi mu?." ucap Rafa tegas, "Rey dan Zex tidak akan tinggal diam dengan masalah ini, kakak tau Andrian memang menyukai mu, tapi pria yang menghamili mu lebih berhak menikahi mu." sambung Rafa tegas.


Mendengar ucapan sang kakak Kelle terdiam, dia sendiri bingung dengan dirinya, ia tidak mencintai Andrian tapi entah kenapa saat Andrian mengatakan jika pria muda itu ingin menikahinya, saat itu pula hati Kelle menghangat, merasa tersanjung dengan apa yang terucap dari bibir tipis pria muda itu.


"Tapi aku menyukai nya kak." ucap Kelle, seminggu sudah dia memikirkan masalah ajakan menikah dari Andrian dan Kelle merasa di inginkan, karna sebelum nya Kelle tidak pernah merasakan rasa itu, rasa dimana dia benar-benar di sayangi oleh seseorang.

__ADS_1


"Lupakan rasa itu, Andrian sudah di jodohkan.. dan kakak tidak mau kamu egois, bagaimana pun kamu hamil dari pria lain, bukan Andrian." tegas Rafa membuat Kelle menghela nafasnya berat.


Kelle sendiri bingung dengan apa yang terjadi padanya, kehamilan ini terlalu mendadak, Kelle masih belum bisa menerima kenyataan ini, dimana dia hamil dari pria yang tidak di kenali batang hidung nya.


"Sudahlah Kelle, kakak mu ingin yang terbaik untuk mu." ucap Ririn seraya memberikan pelukan ketenangan.


"Kenapa aku merasa berat untuk melepasnya? bukan kah sedari dulu aku tidak menyukai Andrian." batin Kelle merasa aneh dengan perasaan nya.


Rafa pergi meninggalkan Ririn dan Kelle yang masih berpelukan, Kelle butuh sandaran dan Ririn mengerti akan hal itu, jika di biarkan sendiri Ritin takut jika Kelle melakukan hal aneh yang tidak di inginkan.


"Kak.. maaf." cicit Kelle pelan.


aRirin menggeleng, " Kamu ngak salah Kelle, ini adalah takdir, jalani dengan ikhlas..kakak yakin kebahagian menantimu." ucap Ririn sambil mengelus sayang rambut sang adik ipar, sama-sama tidak memiliki ibu sejak kecil membuat Ririn selalu merasa iba pada Kelle karna Ririn juga pernah merasakan rasanya menjadi Kelle.


Harus hidup sendiri tanpa sanak keluarga, memiliki Ayah yang cuek akan masalah anak nya, setidaknya Kelle tidak memiliki ibu tiri, dan Daddy Renan pun sangat menyayangi Kelle, Ririn yakin Kelle akan mendapatkan kebahagian meski berawal dari suatu cara yang salah.


🌹


Di samping nya ada Arka yang sedang sibuk menciumi pipi Alena karna merasa di cuek kan.


"Sayang stop.. jangan cium aku terus." ucap Alena yang merasa risih.


Pura-pura budek, Arka tidak mendengarkan dia terus memberikan ciuman di pipi dan sesekali mengambil kesempatan untuk menautkan bibir keduanya, dan alhasil Alena pun mau tak mau membalas tautan itu dengan mata yang melotot lebar.


Hemphh...


Eakkkk.. eakkk..


Tangisan Babby Bian membuat Alena dan Arka saling melepaskan, keduanya saling melirik, lebih tepatnya Alena yang melemparkan tatapan tajam pada sang suami.


"Tuhkan, aku bilang juga apa." ucap nya kesal.


"Habis nya kamu selalu cuekin aku, dan aku ngak tahan liat wajah kamu yang gemesin itu." sahut Arka sambil mencubit gemas pipi tembam istrinya.

__ADS_1


Dua hari pulang dari rumah sakit Arka sangat merasa tersaingi dimana Alena yang terus bergadang menyusui putranya, sedangkan diri nya? Alena bahkan tidak memeluk nya saat tidur.


"Cemburu ni ye." cibir Alena yang sedang memberikan Asi untuk Babby Bian.


Arka mengangguk, "Kamu ngak adil, masa cuman Babby Bian aja yang di kasih itu, aku juga mau." ucap Arka dengan wajah yang imut.


Alena menatap jengah pada suaminya, bisa-bisa nya Arka cemburu dengan Babby Bian yang masih bayi, dan ucapan Arka tadi membuat Alena kaget, bisa kurus putranya jika Arka ikut meminum Asi nya.


Belum sempat memberi penolakan Arka sudah lebih cepat mengambil posisi nyaman nya, Alena merasa melahirkan anak kembar, dan sedikit ngeri karna kembar yang satu nya lagi bukan bayi mungil melainkan bayi besar yang memiliki kotak-kotak di dadanya.


"Pelan-pelan sayang.. kalian berdua sama rakusnya." ucap Alena yang kini sedang merasakan kegelian.


Arka hanya tersenyum sambil menatap wajah bayinya, keduanya sedang menikmati Asi dari wanita yang akan menjadi ratu di hati keduanya, "Aku rasa aku mau ini setiap hari." ucap Arka di sela-sela meminum Asi nya.


"Terserah." sahut Alena kesal karna Arka sesekali mengingit bagian itu, dan yang membuat nya kesal adalah satu tangan Arka kini tengah mengelus paha nya.


Senyuman penuh kemenangan di perlihatkan oleh Arka, tapi wajah masam masih nampak di wajah cantik Alena.


" Kenapa?." tanya Arka menyudahi acara meminum Asi nya.


"Berat badan ku naik, aku jadi gendut." ucapnya dengan helaan nafas berat.


Arka melihat Alena secara pandangan nya, memang benar Alena menjadi gemukan, tapi baginya Alena tetap lah Alena, wanita cantik pemilik hati dan jiwa raganya.


"Tidak apa, aku suka kamu yang seperti ini, montok bohay dan seksi." ucap Arka sambil tersenyum menggoda dan hal itu berhasil membuat semburat merah terlihat di pipi Alena.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak,😊


Disini ada yang anak Garut ngak?

__ADS_1


__ADS_2