Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Salah gadang.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Ucapan Lili yang terakhir masih terngiang di otak polos Anaira, masih ingat betul godaan istri si matre alaihim gambreng Andrian itu di telinga nya tadi, dan itu membuat Anaira cemas dan gugup dengan ucapan Lili tadi.


Kiano yang melihat perubahan di wajah istrinya yang semula ceria menjadi gugup itu hanya menghela nafasnya pelan, Lili benar-benar mengubah mood istrinya, apalagi yang membuat Anaira berubah mood itu adalah hal berbau intim.


"Sayang, kamu mau nginep di hotel? atau di rumah ku?." tanya Kiano, ralat lebih tepatnya rumah orang tuanya, sebagai anak tunggal Kiano tidak di ijinkan pindah rumah karna orang tuanya, lebih tepat nya Hanny selalu merasa kesepian jika Kiano tidak pulang sehari pun.


Anaira terdiam, nampa menimbang, acara nya memang sudah selesai beberapa menit yang lalu, dan sekarang Anaira masih di gedung hotel karna menunggu keluarga nya yang sedang mencubit gemas si gembul Bian.


Ya bocah itu kembali berulah, entah bagaimana cara nya Bian malah membuat orang panik dengan menghilang dari bangku nya, dan datang sendiri dengan wajah yang menahan tangis, dengan di temani wanita cantik yang pakaian nya terkena cake yang Bian makan.


"Ke rumah Mama saja." ucap Anaira akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah mertuanya.


"Kamu ngak cape? rumah Mama agak jauh Lo sayang." ucap Kiano lagi.


Anaira menggelengkan kepalanya. "Ngak papa, asalkan sama kamu." ucap Anaira sambil tersenyum genit, membuat Kiano gemas dengan tingkah istrinya.


Keduanya berpamitan pada keluarga nya, lalu ikut pulang dengan mobil Hanny dan Zex, karna mereka pulang ke tempat tujuan yang sama


Sepanjang perjalanan Zex yang menyupir dengan Hanny sang istri yang duduk di samping nya sambil tertidur,sedangkan Kiano pria itu nampak tengah mengusap kepala Ira dengan lembut, sampai Zex melihat menantunya itu tertidur di pangkuan sang


putra.


Seketika ingatan Zex kembali ke masa lalu, dimana dia tidak mendapatkan malam pertamanya karna Hanny yang menstruasi, dan sekarang kegagalan itu sepertinya akan terjadi lagi pada sang putra, bedanya sekarang Ira sudah terlelap di pangkuan putranya.


"Gagal sekali, masih ada waktu esok, Son." ucap Zex.


Kiano yang mendengar ucapan sang Papa mengerutkan dahinya seolah tak paham. yang mana membuat Zex mengelengkan kepalanya. "Apa Papa harus mengatakan secara brutal, Son? kau paham maksud Papa." ucap Zex lagi.

__ADS_1


Dan Kiano yang baru paham langsung menatap sang Papa tajam, "Aku tidak akan memaksakan nya, Pa, aku lebih mau istriku yang menawarkan nya secara langsung, itu baru lebih menantang." ucap Kiano sambil menguap kepala istrinya lembut penuh kasih sayang.


Hanny yang ternyata belum sepenuhnya tidur mendengar semua obrolan suami dan putranya, dan hal itu membuat Hanny teringat akan masa lalu nya yang cukup bikin bengek, dimana suaminya harus menjalankan malam pertamanya di Alfamart untuk membeli pembalut dan cemilan untuk nya.


Tangan Hanny mengelus kaki Zex, membuat perhatian Zex teralihkan, dan saat itulah Hanny membuka mata nya, dia tersenyum menggoda suaminya membuat Zex menambah kecepatan nya, dan tak butuh waktu lama mobil mereka sampai di halaman rumah Zex.


Ayah dan anak itu sama-sama mengendong istrinya, sampai di perbatasan tangga Kiano melangkah pergi menaiki satu persatu anak tangga dengan Anaira yang tidur ada di dalam pangkuan nya, sedangkan Zex berjalan ke kamar nya yang ada di lantai bawah dengan Hanny yang pura-pura tidur di pelukan nya.


Sesampai nya di kamar nya Kiano menjatuhkan tubuh sang istri di ranjang dengan hati-hati, tak lupa Kiano mengganti pakaian istrinya dengan penuh kelembutan tanpa paksaan, dia melihat tubuh polos istrinya tapi Kiano tetap menahan hasrat nya, karna dia menginginkan Ira ikhlas sepenuhnya, bukan dengan cara memaksa.


Setelah selesai mengganti pakaian sang istri Kiano berjalan ke kamar mandi, dia menguyur tubuh nya di bawah shower, dingin nya air bahkan tak dia hiraukan, memang ini yang Kiano butuhkan saat tubuhnya mulai memanas.


"Selamat tidur istriku, mimpi yang indah." ucap Kiano sambil tersenyum.


Cupp..


Satu kecupan berhasil Kiano berikan untuk sang istri. karna malam semakin larut Kiano pun akhirnya tertidur dengan tubuh Ira yang jadikan guling hidup untuk di peluk nya.


Sinar mentari sudah menyapa sejak tadi, Ira dan Kiano sedang membuat sarapan bersama-sama, sedangkan sosok pemilik rumah, alias mertuanya Ira tidak nampak batang hidung nya, sepertinya semalaman ada yang salah begadang, begitulah pikir kedua pengantin baru itu.


"Gimana enak?." tanya Kiano, keduanya sedang makan di meja makan.


"Iya enak, tapi next time Bubu yang buat nya ya." ucap Anaira sambil melahap makanan nya lagi.


Kiano mengangguk, "Iya deh, Baba juga mau nyoba masakan Bubu, seenak apa ya." ucap Kiano sambil tertawa.


Melihat suaminya yang tertawa seolah meremehkan membuat Ira kesal. "Jangan panggil Bubu Ira kalo ngak bisa masakin makanan enak buat Baba, liat aja nanti Baba bakalan doyan masakan Bubu." ucap Anaira penuh percaya diri.


Ya, setelah menikah tadi malam keduanya memang memutuskan mengganti panggilan nya menjadi Baba dan Bubu, romantis bukan?.


Setelah selesai makan karna rumah sepi Anaira dan Kiano memutuskan untuk kembali ke kamar nya, keduanya memilih main game bersama, tentu nya dengan hiro yang berbeda.

__ADS_1


Asyik main game membuat keduanya lupa jika pintu tidak di kunci, dan saat itulah Hanny dan Zex sedang menguping apa yang di lakukan anak mantu nya, sampai Hanny dan Zex mendengar ringisan menantu nya.


"Is..Baba pelan-pelan dong, punya Bubu kan jadi sakit."


"Maaf Bubu, abisnya punya Bubu lemah masa baru sebentar dah K O."


Hanny dan Zex saling melirik, keduanya tersenyum dengan wajah yang aneh, "Sayang kita harus membelikan obat kuat, sepertinya menantu kita ngak kuat main lama." ucap Hanny, memberi usul.


"Ya, terserah." Zex bingung sendiri, sejak kapan dia menjadi tukang menguping.


Lalu sedetik kemudian Hanny mendengar teriakan menantu nya lagi.


"Baba, ahk..tuh kan sakit.. lagi.. Baba jahat."


Dan saat itu Hanny dan Zex saling melirik. "Sepertinya Putra kita saking karatan nya sampai lupa segala nya, itu penyedap suara ko ngak di teken." ucap Hanny menggelengkan kepalanya, buru-buru dia membawa suaminya pergi jauh-jauh, supaya tidak terjadi adegan semalam lagi.


Padahal jelas-jelas Zex meminta berhenti karna lelah, tapi istrinya tetap kekeh bisa menyelesaikan nya sampai subuh, "Kita ngak boleh kalah sama pengantin baru sayang, masa iya kita kalah." begitulah kata-kata yang semalaman terlontar di bibir Hanny.


Sedangkan di dalam kamar nampak Ira yang cemberut karna Hiro nya kalah terus, berbeda dengan suaminya yang sudah menang beberapa kali, dan yang kalah akan di cubit, dan Ira sudah mendapatkan cubitan sebanyak empat kali.


"Bubu kalah lagi." ucap Kiano.


Anaira menggelengkan kepalanya. "Belum Ba, ini masih hidup masih lawan monster king." ucap Ira sambil mengusap layar ponselnya, memberikan beberapa tembakan bertubi-tubi pada musuh nya, hingga akhirnya game over.


"Baba yakin mau nyubit Bubu?." Anaira memasang wajah sedih, yang membuat Kiano menghela nafasnya, siapa yang meminta permainan bodoh ini? bukan kah istrinya yang tadi mengajak nya taruhan yang kalah kena cubit?.


Karna melihat suaminya yang diam saja membuat Anaira tersenyum menyeringai, lalu dengan cepat dia mencubit lengan suaminya tanpa ampun. "Haha..rasakan sakit kan..haha." Tertawa penuh kemenangan.


_____________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Cerita Bian juga udah Upp 13 epsd ya, yuk mampir♥️



__ADS_2