
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kembali kerutinas awal nya, Kiano dan Anaira menjadi patner kerja lagi, keduanya kembali bekerja bersama lagi setelah meliburkan diri selama satu minggu, karna menikah.
Nyata nya hubungan keduanya semakin romantis bahkan Anaira menempatkan ruangan suaminya di ruangan nya karna alasan takut rindu, kedua nya bekerja di ruangan yang sama tapi meski begitu Anaira dan Kiano tetap melakukan kerjaan nya dengan profesional.
"Sayang, ayo makan siang." ajak Anaira.
Keduanya akan memanggil dengan kata sayang jika sedang di umum, dan kalau di rumah dengan panggilan Baba dan Bubu.
"Sebentar, aku beresin ini dulu." ucap Kiano, dan Anaira hanya mengangguk sambil bercermin, melihat penampilan nya, dia tidak mau membuat suaminya malu jalan bersamanya, maka dari itu Anaira selalu bercermin dulu takut ada sesuatu yang menyelip di gigi nya atau di area mata nya.
Kedua pasangan pengantin baru itu berjalan bersamaan, pakaian yang sama dan keduanya di juluki sebagai best couple di kantor, yang pria tampan gagah dan berkharisma, sedangkan yang wanita nampak cantik anggun dan penuh wibawa.
"Mau makan kemana?." tanya Anaira manja.
"Terserah kamu aja, aku ngikut." jawab Kiano seraya tersenyum, kini keduanya sedang berada di dalam Lift khusus CEO.
"Gimana kalo restoran Xxxx? udah lama aku ngak makan di sana." ucap Anaira.
Kiano mengangguk. "Apapun yang kamu mau, ayo." kata Kiano lagi, dan pintu Lift pun terbuka.
Semua mata tertuju pada pasangan pengantin baru itu, Anaira dan Kiano menjadi pusat perhatian di kantor nya saat keluar dari Lift, di loby banyak karyawan yang saling kagum mengagumi sang CEO dan Asisten nya itu.
Ada yang menyebutkan Anaira beruntung bisa menjadi istri dari seorang Kiano si tampan yang ketus dan dingin.
Ada juga yang mengatakan jika Kiano yang beruntung karna mendapatkan istri seperti Anaira si CEO cantik pintar dan kaya tentu nya.
Setiap orang punya anggapan masing-masing, tapi itu adalah hak nya, Anaira maupun Kiano tidak mengambil pusing anggapan di sekitarnya, bagi mereka cinta mereka lebih penting dari segala nya, dan tidak ada kehidupan yang berjalan dengan lancar, semuanya butuh proses dan rintangan.
Kini keduanya sudah sampai di restoran yang di inginkan Anaira, sebuah restoran yang menyediakan makanan kuliner Nusantara.
Pelayan datang memberikan menu makanan.
"Makan sup iga, ngak?." tanya Anaira, dia tau makanan kesukaan suaminya.
Kiano mengangguk, "Sama tempe." ucap Kiano yang sangat menyukai makanan khas Indonesia itu.
Anaira tersenyum mendengar ucapan suaminya, keduanya berbeda selera, Anaira yang menyukai makanan Eropa berbeda dengan Kiano yang lebih ke makanan lokal.
__ADS_1
Setelah memesan makanan nya Anaira dan Kiano menunggu, dan tak lama kemudian makanan nya datang keduanya pun makan dengan khitmat, sesekali Anaira dan Kiano saling suap menyuapi.
Saat sedang makan Anaira tak sengaja melihat Bara, dan yang membuat matanya melotot adalah Bara yang sedang bersama wanita.
"Sayang, itu Bara." Anaira menunjuk ke arah Bara.
Mata Kiano menoleh ke arah yang di tunjukan sang istri.
"Bara." teriak Anaira.
Dan saat itu juga Bara yang di panggil langsung tersenyum, berjalan mendekati Anaira dan Kiano.
"Wah pengantin baru, ngak nyangka ketemu disini." ucap Bara tersenyum pada Anaira dan Kiano.
"Duduk Bar, ehk wanita di sebelah kamu siapa Bar? pacar baru ya?." tanya Anaira.
Bara dan wanita itu duduk, "Kenalkan dia Andin, teman aku." ucap Bara memperkenalkan.
Anaira dan Andin langsung saling menjabat tangan, saling berkenalan begitupun dengan Kiano yang berkenalan tanpa pegangan tangan karna menghargai Anaira, lebih tepatnya takut istrinya cemburu.
Keempat nya berbincang ria, dengan Anaira yang sesekali menggoda teman nya.
"Kalian cocok loh Bar, kenapa ngak di tembak aja." celetuk Anaira membuat Bara dan Andin saling melirik.
"Tuh kan ngomong nya aja barengan, udah jadiin aja Bar, sayang loh udah klop gini." ucap Anaira sambil tersenyum, dia suka menggoda Bara si mantan Gy yang sudah tobat.
Kiano yang melihat kelakuan sang istri hanya menggelengkan kepalanya, begitu lah Ira di luaran, mungkin jika masalah kerjaan Anaira selalu jaga image, tapi di belakang layar Anaira adalah sosok yang ceria, sosok yang bisa mengubah hidup nya menjadi lebih berwarna.
Andin dan Bara masih diam, dan hal itu diartikan lain oleh Anaira, dia yakin jika teman nya menyukai Andin, lain hal nya dengan Andin yang menatap Bara dengan kesal.
"Kalau bukan karna di paksa Mama Papa ngak Sudi aku makan siang sama si Bara cupu." batin Andin.
"Andai kamu tau Ira, wanita yang aku suka itu bukan dia, tapi kamu." batin Bara menatap Anaira, dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Kiano yang tidak suka istrinya di tatap pria lain.
🌹
Di tempat lain Lili yang sedang hamil muda nampak kesal karna permintaan nya tidak di turuti sang suami, padahal menurut info yang beredar setiap permintaan ibu hamil harus di turuti, tapi itu tidak berlaku untuk nya yang memiliki suami pelit.
Ngidam Lili hanya ingin bermalam di kapal pesiar, tapi Andrian sama sekali tidak mendengarkan permintaan nya, Andrian malah menyuruhnya mengganti ngidam nya dengan rujak dan sate.
"Sayang nya Mimi, Pipi nya jahat ngak mau ngasih Mimi naik kapal pesiar." ucap Lili mengelus perut nya yang sudah membuncit.
__ADS_1
Usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke empat, dan Lili sangat menginginkan bermalam di kapal pesiar, dansa di bawah bulan di temani suara laut malam dan musik romantis, makan malam romantis, Lili benar-benar menginginkan nya.
"Sayang..ganti ya, kamu tau kan harga kapal pesiar itu bukan 100 200 jta, tapi ber M M an sayang." kata Andrian sambil memijat pelipisnya.
Benar-benar ngidam anak sultan.
Lili mengerucutkan bibirnya, "Tapi adek bayi nya yang mau loh, kalau ngak boleh nanti ileran. kata nya." ucap Lili.
Hormon kehamilan nya membuat Lili lebih sensitif, bahkan sekarang pun Lili nampak ingin menanangis membuat Andrian kelap, dan bingung sendiri.
"Ya udah aku akan menginjam kapal pesiar punya Arka, tapi aku ngak janji." ucap Andrian, mau tak mau dia harus melibatkan aset tuan mudanya, mengingat hanya keluarga Rafasya lah yang memiliki kapal pesiar, dan Arka adalah salah satu nya.
"Istriku sedang mengidam, dia ingin naik kapal pesiar." ucap Andrian.
Dan hanya terdengar helaan nafas di sana.
"Aku hanya ingin meminjam untuk satu malam, tidak lebih, kalau tidak lupa..hehe" kata Andrian lagi kali ini dengan nada merengek.
"Pakailah, ngeri rasanya jika keturunan mu ileran." ucap Arka di sebrang telpon.
Andrian tersenyum senang, tidak salah dia meminjam kapal pesiar pada Arka, teman sekaligus bos nya itu memang baik, meski terkadang selalu membuat nya repot dalam bekerja.
"Terimakasih, kau yang terbaik bos." kata Andrian memuji.
"Anak mu matre tidak pelit dan irit, apa jangan-jangan kau salah taktik?." tanya Arka.
Dan saat itu Andrian terdiam. "Mungkin, tapi aku matre." ucap Andrian.
Seketika tawa Arka pecah, dia baru pertama kali mendengar pengakuan Andrian yang mengakui dirinya Matre.
"Bagaimana? apa boleh?." tanya Lili.
Andrian mengangguk." Ya, satu malam." kata Andrian, yang man membuat Lili tersenyum dan langsung memeluk suaminya.
"Terimakasih sayangku cintaku my Hany banny swetty ku." ucapnya gembira.
Muachhh...
Lili mencium pipi kening dan berakhir di bibir suaminya, membuat Arka yang masih menyalakan telpon nya merinding, mendengar suara ciuman dua matre.
______________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa jejak !!