
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hidup tidak akan menarik jika tidak di penuhi dengan segala lika liku kehidupan, baik buruk atau pun senang, tidak ada satupun manusia di dunia ini yang mau memiliki kenangan di masa lalu yang suram, semua orang pasti meminta kehidupan yang cerah agar menimbulkan suatu kebahagian di masa depan.
Ketiga pria yang sudah mengikuti alur cerita pahit nya hidup dengan kebersamaan itu nampak merenung, mereka tidak menyangka jika masa lalu mereka yang dulu bisa menjadi petaka di kemudian hari, terutama Rafa yang mengutuki semua yang dia lakukan di masa muda nya dahulu.
"Sudahlah, kita tidak akan diam saja begini bukan." Rey memulai percakapan.
Zex mengangguk, "Kita akan kalah banyak jika terus bersembunyi seperti tikus." kata Zex.
Rafa melirik dua pria yang usianya sudah matang itu, "Aku merasa bersalah, cucu ku yang malang, aku bahkan mewariskan banyak kejahatan sebelum dia lahir." ucap Rafa dengan helaan nafasnya yang berat.
Kini mereka sedang berada di mansion lama Rafa, tempat yang dulunya di jadikan sebagai markas saat mantan ketua mafia beserta anggota nga melakukan transaksi berbagai macam senjata, Rafa banyak mengubah mansion nya dari berbagai sisi, menjadi lebih nyaman meski tidak ada satupun dari anggota keluarga nya yang tahu tentang tempat ini termasuk putra sulung nya Arkasya dan putri bungsunya Anaira.
Mungkin hanya Ririn saja yang tau tentang mansion di tengah hutan itu, tapi meski begitu Ririn tidak mau mengingat semua kenangan buruk nya di mansion itu, terlalu banyak peristiwa mengerikan yang dia lalui di tempat terpencil itu, yang membuat Ririn ingin sekali mengubur semua kenangan itu.
Tak hanya itu ruang bawah tanah salah satu tempat yang dulunya di jadikan sebagai ruangan untuk beberapa musuh nya, termasuk bu Arini, Ben, Dessy, dan Alira yang meregang nyawa nya di tempat yang penerangan nya minim itu kini telah di tutup dengan tanah.
Semua kejahatan Rafa dan Rey di masa lalu memang sudah terkubur dengan tanah, menyisakan dendam dari beberapa pihak yang kini menelusup menjadi musuh baru yang bisa mengancam keselamatan anak cucu nya.
"Sudahlah tidak ada yang bisa mengubah waktu, lagi pula apa yang harus kau takutkan lagi dia jelas masih jauh di bawah kita." ucap Rey seraya menaikan sebelah alisnya.
Rafa mendelik, "Aku tau, tapi aku tidak mau lagi membuat keluarga yang aku sayangi dalam bahaya lagi." tegas Rafa, ya kejadian dimana saat Ririn koma yang bersamaan dengan nya di waku Arkasya lahir membuat luka tersediri di hati Rafa, dia merasa pria yang gagal saat melihat istrinya yang mempertaruhkan nyawanya untuk nya, sedangkan dia sendiri malah membuat keadaan istrinya drof kembali.
"Tapi itu dulu, memang nya kau mau melihat anak cucunya dalam bahaya?." tanya Rey.
"Jelas tidak." jawab Rafa cepat.
"Lalu?."
Rafa beranjak berdiri dari duduknya. "Kita akan membasmi hama-hama sialan itu, mereka pikir mereka siapa? beraninya ingin melukai keturunan ku." ucap Rafa dengan raut wajah sini nya.
"Itu yang aku tunggu." sahut Rey sambil tersenyum.
__ADS_1
Zex melirik satu persatu teman nya itu, dia melihat aura gila itu, aura sikopet kejam yang masih mendiami otak gila kedua teman nya itu, seketika tubuh nya bergedik ngeri saat membayangkan seperti apa yang akan kedua teman nya lakukan pada musuh nya itu.
"Zex.." ucap Rafa dan Rey bersamaan.
Sontak Zex melirik, dan dia sedikit membuang wajah nya saat di tatap kedua mantan ketua dan asisten mafia itu.
"Kau takut?." tanya Rafa sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Cih, lemah." cibir Rey sang kakak ipar terlaknut.
Tak mendapat jawaban daru teman nya membuat Rafa dan Rey berjalan mendekati Zex, "Ingat siapa yang membunuh Brianiton?." bisik Rey bertanya.
Dan saat itu juga Zex kembali mengingat masa lalunya, dimana dia dengan ganasnya memberikan dua kali tembakan yang melesat tepat di jantung Brianiton.
"Kau memiliki kemampuan menembak yang bagus Zex, tidak salah kau ku jadikan asisten." ucap Rafa sambil tertawa meledek.
Zex menggelang, "Aku hanya kelepasan, jelas itu bukan kemampuan ku." sengah Zex tidak mau mengikuti siasat kedua teman nya yang gila itu.
"Kau pikir dia dendam padaku saja? aku hanya membunuh paman nya, sedangkan kau? cih.. ayah nya." ucap Rafa sambil berjalan melangkah.
"Tidak, aku akan membasmi hama itu, mereka tidak akan bisa menghancurkan keluarga ku." ucap Zex tegas yang membuat Rafa dan Rey tersenyum bersamaan.
"Bagus itu baru Nichol Zexandar." ucap Rafa dan Rey bersamaan.
Dan saat ketiganya sedang ingin membicarakan masalah Zeo Ton putra tunggal Brianiton mereka di kejutkan dengan kedatangan Andrian dan Arkasya.
"Dad?." Arka datang dengan wajah heran nya, dalam hati dia berkata. "Tempat apa ini? kenapa Daddy menyembunyikan tempat sebesar ini."
Melihat putrnya yang ada di mansion nya membuat Rafa seketika mendelik tajam pada Rey, dia yakin si mantan asisten mafia yang matre nya alaihim gambreng itu adalah pelakunya.
Rey yang di tatap hanya mengangkat alisnya sebelah, dalam hati dia berkata. "Menurutmu apa Arka sepolos itu? bahkan dia sama halnya dengan mu yang memiliki jiwa gila sikopet, tidak seperti Andrian yang polos dan manis."
"Tempat apa ini?." tanya Arka sambil mendekati tiga pria yang sedang mematung menatapnya itu.
Huh..
__ADS_1
Rafa menarik nafasnya berat dia pikir mungkin ini saat nya Rafa memberi tahu fakta semua yang dia sembunyikan dari putranya itu, sedikit demi sedikit Rafa menceritakan masa lalunya, tak ada yang dia sembunyikan dari putranya itu, Rafa rasa jika Arka memang harus tau semuanya agar Arka bisa menjaga menantu dan calon cucunya dengan penjagaan ekstra mengingat musuh mereka sangat banyak dan tidak bisa di tebak siapa saja.
"Jadi Daddy Mafia?." Arka masih tak percaya mendengar cerita Daddy nya.
"Menurutmu jiwa sikopet mu menurun dari siapa? Ririn yang penyang itu tidak mungkin menurun kan sifat keras kepala dan berprilaku seenaknya seperti yag kamu lakukan." bukan Rada melainkan Rey yang menjawah nya.
Arka menatap Daddy nya, kini dia tau pekerjaan Daddy nya yang membuat Opahnya marah besar itu, "Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang? aku tidak mau istriku dalam bahaya." ucap Arka lagi, setelah mendengar penjelasan Rafa sang Daddy Arka merasa takut akan kehilangan Alena dan calon buah hatinya.
Andrian yang sedari tadi duduk sambil meminum kopi milik sang Daddy langsung beranjak dari duduknya, "Aku sudah mencari informasi dan semua datanya sudah terkumpul." ucap Andrian ikut masuk kedalam obrolan orang-orang di depan nya itu.
"Katakan."
"Zeo Ton hanya pengusaha kecil, hanya saja dia memiliki orang dalam yang membuat dia menjadi penguasa di tempatnya, dia menjadikan perusahaan nya sebagai objek tempat dimana pengedaran barang-barang haram di perjual belikan, bahkan tidak hanya itu dia juga menjadi ketua dari sindikat pengekspor organ-organ tubuh ke luar negri." ucap Andrian memberikan semua data yang dia ketahui tentang Zeo Ton.
Semua orang mendengarkan, dan hanya Rey yang mematap putranya dengan wajah sumrigah. "Dia memang putraku, tidak sia-sia aku mengajari putraku ilmu hecker tingkat tinggi." batin Rey.
"Hanya itu?." tanya Rafa.
Andrian mengeleng lagi. "Tidak, Zeo Ton memiliki sepupu yang bernama Zamora Ton yang tak lain putri tunggal dari Brianton paman nya, Zamora Ton memiliki ilmu bela diri yang cukup tinggi, dia pernah menjadi pembunuh berdarah dingin dengan bayaran yang sangat pantastis." sambung Andrian dengan wajah percaya dirinya.
Dan saat melihat semua orang terpukau dengan kecerdasaan nya membaca data musuhnya, Adrian melirik Rey sang ayah yang di balas dengan senyuman oleh Rey. "jadi Om bagaimana jika gajih ku di taikan, sepertinya itu bukan satu hal yang sulit bukan." ucap Andrian lagi dengan senyuman polosnya.
Sontak Rafa dan Zex melirik Rey yang tengah tersenyum. "Benar-benar anak Rey matre alaihim gambreng." ucap keduanya bersamaan.
Sedangkan Arka hanya terdiam nampak sedang berpikir. "Aku tidak akan membiarkan istriku dalam bahaya, awas saja jika mereka berani menyakiti istri dan anak ku, akan ku buat mereka mati dengan tangan ku sendiri." bati Arka.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Maaf ngak Upp kemarin, Author lagi sakit dan sekarang juga Author nulis karna takut kalian kesel nungguin lanjutan ceritanya😢
Oh iya kalau mau Upp nya ditambah jangan pelit Like sama coment ya, soalnya hanya itu yang menjadi penyemangat Author berkarya.
Jangan lupa jejak,
__ADS_1