
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sinar matahari sudah nampak terbit di atas langit yang biru, tapi hal itu tidak membuat sepasang insan yang baru menyelesaikan aksi panasnya di pagi hari itu mau keluar dari tempat persembunyian nya.
Keduanya masih sibuk saling memeluk di balik selimut, Tak henti-hentinya Arka menghujani ciuman di tubuh polos istrinya, terutama bagian perutnya, dia terus mengelus perut buncit itu seolah perut istrinya adalah mainan yang menggemaskan.
Cinta sudah lama hadir di antara keduanya, tapi meski begitu keduanya belum mengungkapkan rasa itu, keduanya menikmati setiap moment yang mereka lalui berdua, meski Arka dan Alena tidak mengetahui balasan akan rasanya.
"Arka jangan pegang terus, geli." ucap Alena sambil mencoba menyingkirkan tangan Arka yang terus meraba-raba perutnya.
"Aku menyukai sensasi nya, perutmu sangat seksi." ucap Arka yang masih sibuk mengelus perut istrinya.
Alena kegelian bukan main, tangan Arka bukan hanya mengelus perutnya tapi bagian-bagian lain nya yang mana membuat tubuhnya terus mengeliat.
"Aku kalah, aku lelah." kata Alena seraya memegang tangan Arka untuk tidak terus menerus membuatnya terangsang kembali.
Cupp..
Arka mendaratkan sebuah kecupan di dahi istrinya sambil tersenyum, "Maaf membuat mu lelah." ucap Arka seraya menatap wajah istrinya.
Jarak diantaranya yang memang hanya 5 cm membuat tubuh polos keduanya kembali bersentuhan, Alena dan Arka bahkan dapat merasakan detak jantung keduanya masing-masing yang saling bersahutan.
"Dia sangat tampan, bahkan dalam mimpi sekalipun." batin Alena tak henti-hentinya memuji ketampanan yang di miliki suaminya.
"Apakah setelah Alena mengingat semuanya dia akan tetap semanis ini? oh tuhan aku mohon jangan kembalikan ingatan buruk itu padanya lagi, aku ingin hidup bersamanya selamanya." batin Arka yang selalu mengjhawatirkan ingatan istrinya.
Bukan tanpa sebab Arka menakuti ingatan Alena yang akan kembali, jelas Arka tau seperti apa watak Alena yang memang keras kepala, dia takut Alena akan pergi darinya dan membawa bayinya, Alena adalah gadis nekat dan Arka tidak mau Alena melakukan hal-hal yang bisa menyakiti dirinya sendii dan calon bayi nya.
"Aku mau mandi, emm bisakah kamu memandikan ku?." pinta Alena. "Aku malas bangun." sambung nya lagi sambil mengubah posisi tubuhnya dari tiduran menjadi duduk.
__ADS_1
"Tentu saja aku mau." sahut Arka dengan senyuman nya, memandikan istrinya yang berperut buncit adalah hal yang menyenangkan untuknya dimana dia bisa memainkan kembali perut istrinya, mencoba berkomunikasi dengan calon bayinya yang masih berbentuk gumpalan daging itu, mengingat kandungan Alena masih bulan ke tiga.
Arka membawa tubuh polos istri nya ke kamar mandi, mendudukan Alena di bathub yang sudah ia isi dengan air hangat, meneteskan beberapa tetes sabun aroma terapi ke dalam bathub.
Alena tersenyum di perlakukan manis seperti ini, "Terimaksasih sayang." ucapnya sambil memainkan busa yang nampak menenuhi bathub.
Tanpa menunggu persetujuan istrinya Arka langsung ikut masuk kedalam bathub, dia duduk saling berhadapan dengan istrinya, membuat Alena kaget bukan main.
"Kenapa ikut masuk?." tanya nya masih dengan wajah kaget.
Arka tersenyum." Tentu saja untuk memandikan perutmu yang seksi ini." jawab nya dengan senyuman menggoda yang membuat Alena terengap-ngap dan berdecak lagi.
"Ahk..jangan mulai lagi Arka, ihk geli.." pekik Alena kaget lagi karna elusan tangan yang Arka berikan di perutnya kembali dia rasakan lagi.
___________
Di tempat yang lain tepatnya di sebuah Apertemen nampak Dinar yang terus menatap kekasihnya Zeo Ton, pria bule itu kini nampak sibuk dengan ponselnya membuat Dinar mengerucutkan bibirnya sebal merasa di acuhkan.
Kesal? tentu saja, uang yang Dinar miliki kini sudah habis dan sisanya hanya Apertemen ini, belum lagi dia harus mencari pakaian yang tidak membuat dirinya terlihat lebih gemuk, Dinar tidak mau Zeo Ton kekasihnya mengetahui kabar kehamilan nya.
"Menyingkirlah dulu, aku sedang sibuk sialan." ucap Zeo Ton kasar sambil menepis tangan Dinar membuat Dinar seketika terpekik kaget dengan apa yang dia lihat.
Kemana pria yang selalu berkata lembut padanya? dengan janji-janji yang di tawari nya yang selalu semanis madu? kenapa sekarang menjadi pria kasar?.
"Sayang..maafkan aku, aku tidak akan menganggu mu bekerja lagi." ucap Dinar seraya mengingit bibir kecilnya, merasa takut akan perubahan yang di berikan oleh kekasihnya.
Zeo Ton beranjak dari duduknya, dia berjalan melangkah menuju meja yang ada di kamarnya, "Baca ini dan tanda tangani sekarang, kau tau aku tidak suka menunggu." ucap nya dingin sambil melemparkan sebuah map kuning yang entah apa isinya.
Ragu-ragu Dinar mengambil map yang ada di lantai itu, dia membuka nya dengan perasaan takutnya, matanya seketika membulat sempurna saat membaca selembar kertas yang ada di dalam map itu.
Sebuah perintah untuk mengugurkan kandungan nya, membuat Dinar melotot dari mana Zeo Ton tau tentang kehamilan nya?
__ADS_1
dan yang membuat nya kembali melebarkan matanya lagi adalah ancaman akan di buang oleh pria bule itu.
"Sayang.." ucap Dinar sendu.
Zeo Ton memasang wajah dingin nya, "Gugurkan atau aku akan membuang mu." ucapnya tegas.
Dinar kembali menegang lagi apalagi saat melihat auara dingin itu, "Aku mencintaimu, ini anak kita." ucapnya dengan suara menahan tangis.
"Kau pikir aku bodoh? kau hanya wanita murahan yang banyak di tiduri pria tua, kau pikir aku akan percaya jika anak yang ada di dalam perut mu itu anak ku? oh shit.. kau terlalu bermimpi honey." ucapnya sambil berjalan mendekati Dinar.
"Gugurkan dan kembali menjadi kekasih ku, upps.. maksud ku teman ranjangku." sambung nya lagi sambil berbisik.
Bagai di sambar petir di tengah bolong Dinar benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi, kenyataan yang dia terima sekarang benar-benar membuatnya merasakan rasa yang sangat sakit.
Apa yang harus dia pilih sekarang? calon bayinya yang masih dalam kandungan nya? atau uang dan pria bule yang dia kagumi sekarang?.
"Cepat tanda tangani, aku tidak mau merasakan perut buncit sialan mu itu lagi." Zeo Ton kembali berucap.
"Berikan aku waktu untuk merenung dulu." ucap Dinar seraya berjalan ke arah ranjang nya, sedangkan Zeo Ton pria itu melangkahkan kakinya keluar dari Apertemen milik Dinar.
Dinar mengelus perutnya, entah lah dia merasakan kesedihan saat mengelus perutnya yang buncit itu, anak nya darah daging nya, dan apakah dia tega untuk membunuh calon bayinya yang tidak berdosa itu.
"Apa ini karma ku karna aku telah berusaha membunuh bayi Alena?." batin nya sambil mengelus petutnya lagi, dia dapat meraskan sensasi itu, tubuhnya bergetar saat merasakan rasa nyaman dan hangat itu.
"Maafkan bunda nak, bunda bingung." ucapnya sambil mengelap air matanya.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Udah siap baca part berdarah para pria-pria ganteng belum?
__ADS_1
Aku sih Yes😁
Tapi jangan lupa jejak ya🤗 karna aku bakalan rajin Up kalau banyak jejak Like and Coment❤