
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE!!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Setelah selesai makan mereka langsung berkumpul di ruang tamu lebih tepatnya pak Renan yang mengajak anak dan menantunya untuk duduk di ruang tamu.
Suasana hening seketika ketika pria paruh baya itu mengucapkan kata-kata yang membuat Rafa tercengang mendengar berita buruk bahwa iya akan memiliki adik.
" Kenapa wajah mu seperti itu, Ini berita bagus Rafa bukan kah kau tak mau harta ku jadi aku rasa jika nanti anak yang di kandung Alira laki-laki dia akan menjadi pewaris R.N Grups." Ucap pak Renan sambil mengelus perut Alira yang masih rata hal itu membuat Alira senang karna ternyata rencana nya akan berhasil.
Tapi tidak dengan Rafa yang semakin kesal mendengar ucapan sang Daddy." Cih aku tak perduli." Ucap Rafa sambil memalingkan wajahnya, Ririn yang melihat Rafa berkelakuan tidak sopan pada mertuanya mengelus dada Rafa pelan mencoba menenangkan Rafa meski iya juga tak tau itu berfungsi atau tidak tapi setidaknya iya mencoba nya agar Rafa tidak terlalu keterlaluan pada pria yang seharus nya mereka hormati itu.
" Mas jangan bicara seperti itu," Ucap Ririn sambil mengelus dada suaminya.
"Maafkan mas Rafa ya pak..karna sudah berprilaku tidak sopan pada bapak." Ucap Ririn tak enak hati membuat Pak Renan tersenyum melihat menantunya yang mau membela putranya yang salah, tapi tidak dengan Rafa yang masih sangat kesal dan emosi.
" Jika kalian memberikan cucu laki-laki mungkin akan ku pertimbangkan kembali, dan mungkin anak kalian yang akan menjadi pewaris harta kekayaan ku." Ucap Pak Renan sambil tersenyum iya sengaja menggoda anak nya karna jujur saja iya memang ingin segera memiliki cucu.
Rafa terdiam anak? bahkan iya belum pernah menyentuh istrinya bagaimana mungkin dia akan memberikan seorang cucu.
" sial maksud nya apa!! dasar pria tua bangka aku yang sidah mengurusmu 5 tahun ini tapi kenapa yang di berikan harta warisan nya anak dari rahim bocah sialan itu." Batin Alira sambil Menatap Ririn penuh kekesalan.
Karna suasana nya tegang Ririn pun menawarkan minum untuk suami dan mertuanya namun sialnya Alira dengan sengaja menumpahkan teh hijau panasnya ke tangan Ririn yang membuat Ririn meringis sambil meniup-niup tangan nya.
" Awww..
" Kamu ngak papa sayang.. Apakau sengaja mau mencelakai istriku hah.!! " Suara Rafa terdengar mengelegar di ruangan itu yang membuat pelayan yang berada di dapur langsung menutup telinganya ini bukan pertama kalinya mereka mendengar dan melihat pertengkaran antara anak dan ibu sambung itu.
__ADS_1
" Jangan berbicara keras Rafa..Alira tidak sengaja." Ucap Pak Renan membela istrinya.
" Maaf kan aku, sungguh aku tidak sengaja," Ucap Alira dengan wajah yang di huat-buat sedih membuat Rafa yang melihatnya muak jelas-jelas dia tadi melihat senyum licik di susut bibir wanita ular itu.
" sayang.. obati luka menantumu di belakang, karna bagaimana pun itu adalah kesalahan mu." Ucap pak Renan sambil membelai tangan Alira lembut yang membuat Alira jijik dan kesal karna pria tua itu selalu membuatnya menjadi wanita yang selalu mengumbar keromantisan di umum.
" Baiklah, ayo.. Saya bantu obati lukamu." Ucap Alira sambil membawa tangan Ririn untuk mengikutinya. Rafa yang tadinya mau menolak dan ingin memaki Alira di cegah oleh Daddy nya.
" Daddy mohon Rafa, dia sedang mengandung anak Daddy..dan adikmu, berbicara baik lah padanya jangan berbicara kasar ." Pinta Pak Renan memohon pada anak semata wayang nya yang membuat Rafa kembali kesal karna bisa-bisa nya ayah nya membela wanita ular yang sudah banyak berulah di belakang ayah nya.
" Apakah sebegitu cintanya Daddy pada wanita itu sampai tidak pernah mendengarkan ucapan anaknya?." Pertanyaan itulah yang selalu ada di pikiran Rafa.
Di dapur Ririn mengambil P3K untuk megobati tangan nya yang terkena air panas, Awalnya Alira hanya diam memperhatikan Ririn dari atas sampai bawah yang menurutnya tidak ada yang menarik sama sekali apalagi tubuh Ririn yang kecil tidak seperti dirinya yang mempunyai pinggul bak gitar spayol, iya masih tidak habis pikir dengan Rafa yang mempunyai selera rendahan.
" Hey gadis ingusan.. apa yang kau lakukan sehingga Rafa mau menikahimu."Tanya Alira dengan nada cetus.
Alira yang kesal dengan ucapan Ririn yang menurut nya angat menyebalkan langsung berdiri lalu berjalan menghampiri Ririn.
Di raih lah dagu Ririn" Aku tau kau pasti menjual dirimu hanya untuk dinikahinyakan, Cih dasar murahan.!! Kasihan Rafa karna mempunyai Istri yang sanagat menjijikan sepertimu." Ucap Alira dengan nada yang seolah merendahkan.
Ririn bukan gadis yang cengeng iya sudah terbiasa di hina di rendahkan seperti ini gadis itu hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan Alira." Cih!! sudah ku duga kau pasti merangkak ke tempat tidur Rafa hanya untuk mendapatkan hartanya kan.!! Dasar murahan." Cibir Alira sambil menjambak rambut Ririn, karna belum puas Alira pun menampar pipi Ririn berkali-kali dengan pelan agar tak menijgalkan bekas tapi hal itu membuat nya senang karna ulah nya tidak akan ketahuan dan mungkin dengan cara ini iya rasa Ririn tidak akan betah menjadi istri Rafa apalagi mengingat Rafa bukan lah orang yang gampang mencintai contoh nya dirinya yang dulu sering di tolak Rafa sewaktu sekolah dulu.
Alira meninggalkan Ririn yang masih mematung di dapur dengan senyuman lebar karna telah puas memberikan sedikit pelajaran kepada Ririn yang sudah iya masukan kedalam daftar wanita yang akan membuat kekacauan di hidupnya.
Ririn memegang pipinya yang sedikit nyeri meski begitu iya sudah tau kalau pipinya pasti tidak ada bekas tamparan karna Alira menamparnya dengan pelan tidak seperti ibu tirinya yang selalu menampar nya dengan keras.
Alira kembali dengan menggusur tangan Ririn lagi agar mau mengikutinya, keduanya duduk kembali di sofa yang ada di ruang tamu, Rafa melirik Ririn yang terdiam dengan wajah yang seperti menahan sesuatu, lalu iya pun melirik Alira yang nampak gelisah dan iya yakin Alira telah berbuat sesuatu pada istrinya.
Alira yang sadar dengan tatapan tajam Rafa langsung berpura-pura sakit perut yang membuat pak Renan panik dan langsung memilih untuk pulang.
__ADS_1
setelah kepergian pak Renan dan Alira Rafa dan Ririn kembali ke kamar nya.
Ririn nampak terdiam saja sejak kejadian dimana tangan nya tersiram teh hijau panas entah mengapa Rafa melihat Ririn yang sepertinya berbeda dari biasanya.
" Apa kamu baik-baik saja?." Tanya Rafa sambil memgang dagu Ririn namun Ririn meringis karna merasa sakit.
" Kenapa?." Tanya Rafa heran.
Tiba-tiba Ririn memeluk Rafa membenamkan wajah cantik nya di dada bidang Rafa dengan isak tangis yang membuat Rafa semakin heran dan di buat bingung.
" Hiks..hikss.. " Tangis Ririn di pelukan Rafa pecah seolah mencurahkan rasa sakit hatinya yang selalu di perlakukan tidak baik oleh orang sekitarnya.
" Kamu kenapa? apakah wanita ular itu tadi menganggumh? hem.." Tanya Rafa sambil mengusap air mata yang mengalur sampai pipi Chabby Ririn.
Gadis itu mengeleng lalu melepaskan pelukan nya.
" Aku mau tidur." Ucap Ririn setelah merasa hatinya sudah tenang karna telah mencurahkan rasa sakit hatinya di pelukan Rafa.
Meski masih heran dan bingung Rafa memgangguk lalu menyelimuti tubuh mungils istrinya yang masih terdengar isakan kecil itu.
" Sebenarnya apa yang terjadi di dapur tadi, kenapa istriku sampai menangis seperti itu." Batin Rafa sambil melihat tubuh mungils yang membelakangi nya itu.
____________
🌹🌹🌹🌹
tingalkan jejak ya!! biar outhor imut ini semangat upp banyak😉
TBC😚
__ADS_1