Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2.Bian menginap.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Hari ini Ririn dan Rafa sangat senang karna Bian cucu kesayangan mereka akan menginap di rumah nya, Bian memang jarang menginap di rumah nya maka dari itu Ririn dan Rafa tidak akan menyia-nyiakan cucu nya, mereka akan membuat cucu kesayangan betah menginap di rumah nya.


Berbagai mainan sudah di beli Rafa, begitupun dengan Ririn sudah menyiapkan makanan untuk sang cucu tercinta, keduanya bekerja sama untuk membuat Bian betah bersamanya.


"Hallo..jagoan Opa." sapa Rafa pada sang cucu tersayang nya.


"Hallo Opa, mana mainan nya?." Bian malah mengingat mainan yang di janjikan, dan hal itu membuat Rafa mengerucutkan bibirnya.


"Ko gitu, mainan aja yang di tanya, Opa ngak?." Rafa merajuk.


Arka dan Alena hanya tersenyum. "Bian sayang ngak boleh gitu, ayo salam sama Opa, nanti mainan nya di kasih." ucap Alena memberikan ceramah singkat pada sang putra, membuat Bian mengangguk, lalu menyalami sang Opa.


"Mom." Arka dan Alena langsung meninggalkan si gembul Bian yang sedang di peluk Opa Rafa.


"Kalian jadi pergi nya?." tanya Ririn sambil memeluk satu persatu anak dan mantu nya.


Arka dan Alena mengangguk. "Iya mom, Hanya dua hari." sahut Arka, sambil duduk di ruang tamu.


"Seminggu juga ngak papa." Ririn malah senang bisa menghabiskan waktu bersama sang cucu lebih lama lagi.


Dan saat mereka sedang duduk Rafa datang dengan Bian yang di gendongnya, "Kapan kalian berangkat?, cepatlah pergi nanti Bian berubah pikiran." ucap Rafa yang masih engan menurunkan Bian dari gendongan nya.


Mendengar ucapan sang Daddy membuat Arka tersenyum, Daddy nya sangat mendukung acara quality time nya dengan sang istri, begitupun dengan Mommy nya, mereka setuju dengan rencana Arka yang ingin menambah momongan.


Banyak anak banyak rejeki, begitulah kata pepatah.


"Astaga Daddy mengusir kita sayang." ucap Arka pura-pura kaget.


Rafa memutar bola matanya jengah, jelas-jelas putra sulung nya yang meminta nya agar mereka mau menjaga Bian selama Arka menghabiskan waktu bersama menantu nya.


"Ck..Drama." decak Rafa, memilih membawa Bian ke ruang bermain yang ada di area belakang.

__ADS_1


"Mom, titip Bian ya.. maaf merepotkan Daddy Mommy." ucap Alena sedikit malu.


Ririn hanya tersenyum. "Ngak papa, Mommy senang Bian menginap disini, lagi pula Bian kan cucu Mommy." kata Ririn merasa tidak terbebani, yang ada dia senang bisa bermain bersama cucu tercinta nya lebih lama.


"Mommy memang terbaik." kata Arka sambil memeluk tubuh wanita yang telah melahirkan nya.


"Iya, Mommy menunggu kabar baik dari kalian." kata Ririn membalas pelukan sang putra sulung nya.


Dan setelah melihat kepergian anak menantu nya untuk quality time berdua Ririn langsung bergegas menyusul suami dan cucu nya yang sedang bermain di area belakang.


Sesampainya di ruangan bermain yang di buatkan khusus untuk cucu-cucu nya Ririn tersenyum, Bian yang aktif membuat nya serasa memiliki putra kembali, dia teringat akan masa kecil Arka dan Anaira dulu yang selalu mewarnai hari-hari nya dan Rafasya.


"Oma cantik." sapa Bian, membuat Ririn tersenyum.


"Hallo sayang, sedang main apa?." tanya Ririn lembut.


Bian berjalan mendekati sang Oma dengan langkah yang cepat membuat perutnya yang besar ikut bergoyang, "Opa kacih Ian mainan banyak, Oma mana puding cama cake nya?, Mama bilang Oma AU kacih Ian puding enak." ucap Bian sambil memegangi mainan mobil-mobilan yang ada di pelukan nya.


Ririn tersenyum mendengar penuturan cucunya, Bian cepat tanggap dengan daya ingatan yang kuat, meski Bian masih cadel karna usianya yang baru dua setengah tahun tapi Ririn bisa memahami setiap tutur kata yang keluar dari bibir mungil sang cucu tersayang nya.


"Nanti Oma bawain, sekarang Bian main lagi sama Opa ya." kata Ririn sambil mengelus sayang kepala sang cucu.


Ririn gemas, dia membalas kaitan kelingking sang cucu, "Iya, janji." jawab nya, sambil tersenyum.


Setelah mengatakan itu Bian langsung berlari ke sang Opa, dan kembali memainkan mobil-mobilan dengan Rafa yang melebarkan kaki nya sebagai batas agar mobilnya tidak melaju ke sana kemari.


"Opa, au lobotnya Opa." ucap Bian, menunjuk mainan yang ada di box mainan.


Rafa mengambil mainan yang di inginkan sang cucu, "Tapi cium Opa dulu." ucap Rafa, membuat Bian menggeleng.


"Kenapa?." tanya Rafa sedikit merajuk.


"Ian udah besar, maca cium Opa." ucap Bian, dia masih merasa dirinya sudah besar, dan mencium Opa nya itu bukan hobby nya lagi.


Mendengar penuturan sang cucu membuat Rafa menghela nafasnya, Bian yang sekarang sama persis dengan Arka setelah Anaira lahir, sama-sama tidak mau di cium, padahal usianya baru menginjak dua setengah tahun.

__ADS_1


"Opa jangan melajuk jelek, ayo main agi nanti Ian kacih cake cama puding deh." ucap Bian membuat Rafa tersenyum tidak menyangka jika Bian sudah pintar berbagi makanan.


"Iya deh main lagi, tapi nanti cium ya." kata Rafa.


Bian tidak menjawab, dia malah berlari dengan perut besar nya, membuat Rafa tertawa karna Bian berlari mengejar kelinci kesayangan istrinya, "Hati-hati nanti jatuh Mbul." ucap Rafa sambil melihat tingkah Bian.


Dan saat itu Ririn datang dengan nampan berisi ake dan puding di wadah yang berbeda.


"Bian mana sayang?." tanya Ririn sambil meletakan nampak di meja.


Rafa menunjuk ke taman, dan saat itu pandangan Ririn tertuju pada cucu nya yang sedang sibuk mengejar kelinci nya.


"Astaga Bian sama dengan Arka kecil, mereka sama-sama menyukai binatang." ucap Ririn terkekeh saat melihat Bian yang kesusahan menangkap kelinci nya.


"Iya sayang, Bian sama dengan Arka, kau tau sayang Alena sedang mengandung menurutmu apa Bian akan menyukai nya?." kata Rafa seraya melihat cucu nya.


Ririn melirik suaminya, dia tau kemana arah suaminya akan berjalan. "Tidak, anak semanis Bian tidak akan mengenal binatang buas seperti kalian." tegas Ririn, dia tidak mau masa depan cucunya penuh dengan warna merah, baik dendam ataupun sebuah masalah yang berujung darah.


"Tidak ada yang tau masa depan, tapi masa lalu akan mendominasi setiap langkah anak cucu kita." ucap Rafa, dia tidak yakin cucu nya tidak ikut berbaur kedalam kubangan kegelapan nya, mengingat Arka juga pernah masuk ke kubangan itu.


Ririn diam, dia tidak berniat mengobrol kan masalah itu, baginya sekarang adalah peran biak untuk Bian dan bimbingan untuk sang cucu, itu adalah utama.


Sedangkan Bian yang sedang mengejar kelinci nampak berhenti sebentar, dia mengusap perutnya, lalu berguman. "Halus makan dulu, kekuatan Ian kan makan." gumam si gembul kembali mengusap perut buncit nya.


Bian kembali berlari ke arah Oma Opa nya, "Lapal Oma, au makan." ucap Bian sambil nyengir, membuat Ririn teralihkan dan langsung membawa tubuh gembul sang cucu ke pelukan nya.


"Oma suapin ya." ucap Ririn sambil mengambil cake nya.


Rafa yang melihat istri nya nampak senang dengan kemanjaan sang cucu tersenyum. "Opa juga mau di suapin dong Oma." ucap Rafa sambil membuka mulutnya.


Dan itu di lihat oleh Bian. "Opa udah gede, maca mau di cuapin Oma, ndak boleh loh Opa jelek itu." kata Bian sambil melotot, membuta Ririn tertawa, berbeda dengan Rafa yang mengerucutkan bibirnya.


"Ndak baik Opa jelek." Ririn mengulangi kata-kata sang cucu sambil tertawa.


__________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2