
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Dukungan dari keluarga membuat Andrian nekat mempercepat pernikahan nya, dia sudah mendapat kan restu dari keluarga nya, begitupun dengan keluarga istrinya.
Seolah tak ingin menunggu lebih lama lagi Andrian benar-benar melepaskan masa menduda nya, hari ini Andrian telah melangsungkan pernikahan sederhana nya dengan di hadiri oleh sanak keluarga nya saja.
Mungkin terlalu cepat, tapi baik Andrian maupun Nana keduanya sudah siap jadi tunggu apa lagi?, lebih cepat lebih baik.
Setelah satu tarikan nafas nya mengucapkan ijab kabul sekarang satusnya berganti menjadi seorang suami dari Putri Mariana.
Cupp..
Satu kecupan Andrian berikan pada istrinya, wanita yang mau menerima semua kekurangan nya dan statusnya yang semula adalah duda.
"Akhirnya Rian kita menikah." tangis bahagia di perlihatkan oleh Dian dan Rey.
Jika di tanya siapa yang paling bahagia dengan pernikahan Andrian dan Nana tentu saja jawaban nya adalah orang tuanya, Dian dan Rey.
Dian senang akhirnya Andrian bisa move on dan kembali menyambung cintanya, percayalah ke bahagian seorang ibu adalah saat melihat anaknya bisa tersenyum dengan orang terserang nya.
"Semoga pernikahan nya yang sekarang bisa abadi selamanya." sahut Rey sambil mengelap air mata nya yang ada di sudut matanya, dia ikut terharu dengan pernikahan putra nya.
Tak hanya Rey dan Dian saja yang bahagia di atas pernikahan nya Andrian, keluarga Zexandar dan keluarga Rafasya pun ikut bahagia dengan pernikahan nya, mereka juga berharap pernikahan ini akan menjadi landasan terakhir untuk Andrian mendaratkan hatinya.
Ucapan doa-doa dari kerabat terdekat membuat pasangan yang sedang berbahagia itu menjadi semakin bahagia, tidak menyangka jika hubungan keduanya bisa berlanjut sampai ke jenjang yang lebih serius.
Papa Anton pun tak luput ikut hadir ke dalam acara putri semata wayangnya, dia bahagia karena putrinya mendapatkan sosok pria baik seperti Andrian.
"Pa." panggil Nana.
Keduanya berpelukan, kini putri nya sudah menjadi seorang istri, ada rasa kecewa di hatinya karena dia menghadiri acara bahagia nya dengan statusnya yang sebagai seorang tahanan penjara.
__ADS_1
"Papa bangga padamu sayang, kini kamu bukan putri kecilnya Papa lagi, kamu sudah dewasa dan sudah memiliki suami." ucap Papa Anton sambil mengusap punggung sang putri dengan penuh sayang.
"Terimakasih untuk dua puluh satu tahun ini, terlepas dari semua yang terjadi Papa adalah sosok yang menjadi cinta pertamanya aku, dan aku sayang Papa." Nana berkata dengan lirih.
Papa Anton tersenyum, lalu melepaskan pelukan nya, di belainya pipi sang putri tersayang nya.
"Kamu pantas bahagia, doa Papa selalu menyertai mu sayang." kata Papa Anton lagi membuat Nana tersenyum.
"Dan untuk kamu." Papa Anton melirik sosok pria yang kini menjadi menantunya. "Jaga putri saya dengan baik, dia adalah satu-satunya harta saya, saya harap kamu bisa memberikan kasih sayang yang selalu dia rindukan." sambung Papa Anton menatap ke arah menantunya dengan penuh harap.
Andrian mengangguk. "Saya akan menjaga Putri Papa dengan sebaik mungkin, saya berjanji akan membahagiakan nya dan menjadikan nya satu-satunya wanita pelabuhan terakhir saya." sahut Andrian dengan tegas.
"Itu yang saya mau, jangan kecewakan saya." ucap Papa Anton.
Pernah menduakan istrinya membuat Papa Anton takut akan hal serupa terjadi pada putri semata wayangnya, sejahat apapun seorang ayah percayalah mereka selalu mau yang terbaik untuk anak-anak nya, begitupun dengan Papa Anton yang mau putri nya bahagia.
Setelah kepergian Papa Anton yang akan kembali ke sel tahanan Andrian yang masih berkumpul dengan sanak keluarga nya malah mendapatkan banyak gangguan dari keluarga bar-bar nya itu.
"Apalagi bom karatan udah lama ngak di panasin, bisa-bisa sampai pagi." celetuk Arka ikut menimpali.
Andrian menggelengkan kepalanya.
"Jangan di dengerin sayang, mereka memang sudah hilang urat malunya." kata Andrian tidak mau istri baru nya terintimidasi oleh obrolan kotor teman-teman nya.
Nana hanya tersenyum mendengar nya, dia tidak sepolos itu, ya meski belum pernah pacaran ataupun melakukan hal terlarang tapi Nana juga tau banyak dari drama-drama Oppa yang di tonton nya.
"Dua tahun ngak di kasi vitamin, sekali tancap langsung sampai lemes." bukan Alena ataupun Arka melainkan Hanny yang ikut menimpali.
"Ini lagi nenek-nenek ikut kompor." Sungut Andrian kesal.
Hanny mendelik tak suka, dia memang sudah memiliki satu cucu dari Kiano dan Anaira, tapi jiwa mud nya masih tidak mengakui jika dia sudah tua.
"Jangan salah justru semakin tua semakin hot." sungut Hanny sambil tersenyum santai.
__ADS_1
"Dan semakin berpengalaman semakin enak." Celetuk Anaira ikut menimpali, masalah anak dia berikan pada suaminya yang memang ahli dalam membuat bayi tenang.
"Enak..ya enak goyangannya." di sambung oleh Alena. "Contoh nya aku, sekali tancap langsung tokcer." Alena semakin menjadi-jadi.
'*Ternyata di balik sikap kejam mereka tersimpan sifat mereka yang tidak bisa di lihat oleh orang lain, aku beruntung bisa masuk ke dalam keluarga yang seperti ini, mereka be*nar-benar keluarga yang unik," batin Nana, merasa bahagia karena di terima baik oleh keluarga suaminya.
Dan habislah Andrian di kompori oleh orang-orang yang bar-bar, bahkan Bundanya pun takalah ikut mengompori nya.
"Ck..sudah lah, jangan ganggu pengantin baru, kasian mereka pasti udah mau buka praktek." Dian yang datang dengan suaminya ikut memanasi putranya.
Andrian benar-benar tidak habis pikir kenapa keluarga nya jadi begini, mana sikap dingin ketus dan arogan yang di miliki para pria kejam di depan nya, mereka malah nampak tersenyum menggodanya, seolah dia adalah anak kecil yang tidak berpengalaman.
"Masih ingatkan cara nerobosnya?." tanya Rafasya yang lebih tepatnya ingin menggoda Andrian saja, tapi belum juga semenit langsung mendapatkan cubitan di pinggang dari istrinya, Ririn.
"Kalau udah lupa searching aja di google, atau tanya aja ke Om kamu, dia pernah tokcer sekali dua." ucap Rey, melirik adik iparnya yang tak lain adalah Zex.
Sedangkan yang di lirik hanya menggelengkan kepalanya, begitupun dengan Kiano yang sedang menggendong bayi cantik nya hanya bisa menghela nafas nya, sepertinya yang normal di sini hanya anak dan ayah itu, selebihnya sama-sama gila.
"Tidak usah jauh-jauh Om, aku pintar dalam hal tokcer." Arka kembali memuji dirinya yang memang sudah memiliki dua anak.
Dan setelahnya hanya itu dan itu saja yang keluarga nya katakan, membuat Andrian menarik nafasnya pelan lalu melirik semu keluarga nya yang sudah berkumpul mengelilingi nya itu.
"Jangan lupa hadiah pernikahanku, harga naik tiga kali lipat dari sebelumnya." ucap Andrian sambil tersenyum menyeringai, dia ingin membuat semua orang jengah mendengarkan ke matrealistisan yang di miliki nya.
Semua mata menatap ke pasangan pengantin baru itu, dan beralih ke sosok yang sedang membuang wajahnya ke samping.
"Dasar anak Rey." ucap semuanya kompak, jika jiwa matre nya Andrian sudah keluar ya siapa lagi biang nya kalau bukan Rey, yang mewariskan sifat matre bin hemat pada putra nya.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa jejak, ♥️
__ADS_1