
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sudah lima hari sejak kepergian Rafa Ririn merasakan kehilangan sosok yang biasanya selalu menemaninya itu, tidak ada lagi guling hidup, tidak ada lagi belaian tangan kekar yang selalu membelai ramburnya dengan mesra.
Dia merindukan setiap sentuhan yang di berikan suaminya, perutnya yang semakin membesar membuat Ririn selalu malas bergerak saat kamar mandi apalagi biasanya setiap dia mau mandi Rafa yang selalu membantunya mandi bahkan tak jarang Rafa memandikan nya.
"Aku rindu kamu mas." ucap Ririn sambil duduk di teli ranjang.
Sudah 2 hari ini Rafa susah di hubungi yang membuat Ririn sedih, tapi dia juga tidak mau egois dia tahu jika perkerjaan suaminya pasti banyak sehingga suaminya tidak sempat mengabarinya.
Ririn merasakan haus yang menerpa tengorokan nya dan saat dia sedang mengambil air di nakas tiba-tiba saja gelanya pecah yang membuat Ririn kaget dan langsung lemas, dengan cepat dia mengambil obatnya yang ada di bawah bantal.
Setelah selesai menyemprotkan beberapa semprotan obat asma ke mulutnya Ririn mencoba menarin nafasnya pelan-pelan sampai akhirnya dia sudah bisa bernafas dengan lega.
"Kenapa perasaan ku tidak enak seperti ini, aku merasakan sakit di perutku." ucap Ririn. "Anak Mommy sayang, kamu kenapa? apa yang membuatmu merasakan sakit sayang?." sambung Ririn lagi sambil membelai perutnya.
"Semoga tidak terjadi hal-hal yang buruk pada mas Rafa, ya semoga saja." ucap Ririn penuh harap.
🌹
Waktu berjalan cepat sesuai dengan rencana jika hari ini Rafa dan yang lain nya akan memulai permainan mereka, sebelumnya Rafa sudah melumpuhkan beberapa anak buah Brianiton dan sisanya sekarang Rafa akan turun tangan untuk melawan Brianiton nya tak lupa dengan Zex dan Rey yang ikut membantu Rafa untuk membasmi hama penganggu itu.
"Seperti biasa kau memang sangat ahli dalam masalah melumpuhkan musuh, tapi tempat ini adalah daerah kekuasan ku, dan kau hanya anak kecil yang so berkuasa jangan harap bisa mendapatkan tempat ini." ucap seorang pria balsteran dengan tatapan tajam nya.
__ADS_1
Rafa tersenyum kecut." Oh ya? ini daerah kekuasan mu? tapi kenapa aku merasa jika daerah ini tidak akan sudi menerima tuan yang lemah sepertimu." ucap Rafa dengan senyum mengejek.
"Kau !! dasar pembunuh !! aku bersumpah akan membunuh mu," ucap Brianiton sambil menatap penuh amarah pada lawan nya.
Di malam yang tbisa di sebut sudah mulai larut itu nampak Pertempuran antara anak buah Rafa dan anak buah Brianiton yang saling menyerang, acara babak belur masal mulai terlihat dari wajah anak buah Brianton sepertinya mereka lupa jika anak buah Rafa tidak bisa di spelekan mengingat mereka dulunya adalah anak buah dari tuan Mafia.
Disatu sisi Zex sedang melawan dengan beberapa ilmu bela diri yang dimilikinya namun saat dia sudah melumpuhkan beberapa orang di depan nya tiba-tiba saja Zex terjatuh ketanah karna mendapatkan serangan mendadak dari belakang yang membuat tubuhnya ambruk.
Zex mengusap kepalanya yang mendapatkan pukulan tongkot besi, sakit itulah yang dia rasakan sampai dia melihat darah di lengan nya yang membuat Zex melotot.
"Sialan kau." Zex bangun dan lansung menghajar pria yang membawa tongkat itu dengan ganas sampai wajah pria itu susah di kenali.
Tak jauh dari tempat Zex terlihar Rey yang sedang bermain dengan beberapa anak buah Brianiton, tak butuh waktu lama bagi seorang Rey melumpuhkan musuhnya bahkan dia nampak tidak lecet sedikitpun, pria itu masih terlihat tampan dengan pakaian yang hanya sedikit kusut dan noda darah di tangan bekas menghajar pria yang berani menendang kakinya.
"Seharusnya kalian berpikir sepuluh kali jika mau bermain denganku, buang-buang waktu ku saja." ucap Rey menatap tajam ke arah anak buah Brianton yang nampak tidak bisa di katakan baik-baik saja itu, ada yang bonyok bahkan ada juga yang kehilangan giginya karna terbentur terlalu keras, tapi semua itu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan pria yang sedang patah hati.
Plakkk..
Satu tamparan berhasil di layangkan si tuan muda yang membuat Brianiton meringis sakit karna tamparan Rafa sangat keras dan membuat pipinya memanas.
Rafa memegang dagu pria itu dengan tatapan yang sangat tajam, "Kakak mu mati karna ulahnya sendiri, kau tau dia adalah penipu jadi jangan salahkan aku jika dia menadaptkan balasan dari apa yang telah dia lakukan." ucap Rafa. "Dan sekarang giliran kau." sambung Rafa sambil memberitakan tatapan yang snagat tajam.
"Kau dulu bo________!!
Dorrr..
__ADS_1
Dorrr..
Dorrr..
Brianiton tewas di tempat dengan dua tembakan yang tepat di jantung nya, Rafa terdiam mencoba merasakan rasa sakit yang ada ditangan nya, darah mulai mengalir di perutnya sampai dia jatuh ke tanah dengan tangan yang memegangi perutnya.
"Astaga kita harus cepat membawa tuan muda kerumah sakit dia harus mendapatkan pertolongan, Rey siapkan mobil."ucap Zex khawatir.
Ya sebelum Zex sudah menembak Brianiton karna dia melihat Rafa yang nampak terdiam, dan saat dia melihat Rafa yang ambruk Zex baru sadar jika dia menembakan dua kali dan yang satu kali lagi itu berarti tembakan dari Brianiton yang berhasil menembus perut si tuan muda.
Sepanjang perjalan Rey yang menyupir nampak gusar karna Zex terus menyuruhnya untuk cepat dan cepat.
"Cepatlah Rey, kita harus segera membawanya kerumah sakit." ucap Zex sambil memegangi kepala Rafa, masih ternayang di ingatan nya saat dia sedang seorang diri tanpa memiliki keluarga ada seorang anak laki-laki yang mau menjadi teman nya dan sekarang pria yang banyak berjasa akan kesuksesan nya itu sedang terbaring lemah di sandaran nya.
Perlahan air matanya mulai jatuh, rasa sakit di kepalanya dia lupakan karna tidak kuasa mepihat Rafa yang terus meringis.
" Rey cepat, kau sangat lambat jika sesuatu terjadi dengan dia kau orang pertama yang aku cari." Zex mulai kesal dengan Rey yang nampak biasa-biasa saja.
"Bisakah kau tidak berisik, telingaku sakit." Rey berkata dengan kesal.
"Sudah jangan berisik suara kalian membuatku tambah sakit." bukan Rey atau pun Zex melainkan Rafa yang kesal karna sedari tadi mendengarkan percekcokan dua sahabatnya.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Si tuan muda lagi dapet karma, selamat tuan muda semoga rasanya manis semanis wajahmu.
Jangan lupa Jejak !!