Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Mama Nana.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di rumah sakit Nana yang sudah selesai di periksa langsung memilih untuk pulang, lagi pula hanya sakit mag dia sudah tau karena dia memang memiliki riwayat mag, tapi karena paksaan dari majikan nya mau tak mau Nana harus di periksa dokter.


Saat sedang jalan berdua tak sengaja Nana melihat sosok yang sangat tidak asing, membuatnya penasaran.


"Tuan maaf, emm saya mau ke toilet sebentar." kata Nana, matanya masih melihat ke arah sosok yang di kenali nya.


Andrian menoleh, lalu menghela nafasnya kesal.


"Jangan lama." sahutnya singkat.


Dengan cepat Nana berjalan mengikuti sosok yang ada di lorong depan, dan hal itu tentu saja membuat Andrian aneh karena arah ke toilet bukan lah ke kanan, melainkan ke arah kiri.


"Mau kemana dia?." gumam Andrian aneh.


Untuk sesaat Andrian berniat mengikuti, sampai akhirnya dia menghentikan langkahnya.


"Kenapa aku harus mengikutinya?, kemana pun dia apa urusan ku?." ucapnya berbicara sendiri.


Tapi sedetik kemudian Andrian teringat akan pepatah Atasan nya padanya.


"Jaga dia, jangan sampai pengasuhnya Bian celaka karena kau teledor, atau uang transferan akan berkurang."


Mau tak mau Andrian kembali mengikuti langkah Nana yang nampak sembunyi-sembunyi, layaknya seorang Intel atau mata-mata.


Nana menatap sosok yang sedang berjalan dengan seorang dokter itu dengan wajah yang penuh takut, dia takut ketahuan tapi jiwa penasaran nya membuatnya mu tak mau harus membuntuti dari jauh.


"Kenapa papa datang ke rumah sakit? siapa yang sakit?." gumam Nana sambil berjalan dengan langkah yang pelan karena takut ketahuan.


Dia ingin mendekat tapi Nana ingat akan hal yang akan di lakukan papa nya jika dia bertemu papa nya sekarang, sudah pasti dia akan di suruh menikah dengan anak teman papa nya, selain itu Nana juga Nana tidak punya kesempatan untuk mencari mama nya yang sudah empat tahun lama nya menghilang tanpa kabar.


Nana menolak di jodohkan, dia mau tau alasan perpisahan orang tuanya, dan sekarang dia tidak akan diam terus menerus, Nana ingin tau apa yang terjadi pada orang tuanya.


Pria berpakaian rapih dengan jas biru itu masuk ke ruangan VIP, membuat Nana semakin di landa penasaran.

__ADS_1


Nana mengintip di luar ruangan, namun pandangan nya tidak terlalu jelas, membuat dia mau tak mau memilih masuk ke ruangan itu.


dan saat Nana masuk dia melihat sosok yang tidak asing itu.


"Mama." pekik Nana kaget melihat sosok ibunya yang nampak lemah tak berdaya dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya.


Sontak suara Nana membuat sang Papa menjadi menoleh ke arah nya.


"Nana, kenapa kamu ada disini." Papa Anton kaget melihat sosok anak gadis nya yang sudah beberapa bulan tidak pulang kini ada di hadapan nya.


Nana tak menyahut, dia terdiam dengan air mata yang sangat deras.


hatinya sakit saat melihat sosok yang selama ini di carinya ternyata kini malah terbaring lemah tak berdaya di rumah sakit.


"Papa akan menjelaskan nya Nana, kemarilah peluk papa." ucap Papa Anton.


Nana sama sekali tak bergeming, tubuhnya seketika lemah tak berdaya dan langsung ambruk di tubuh sang Mama, "Mama, Nana kangen." ucapnya lirih sambil terisak.


"Nana." panggil sang papa lagi.


"Mau apa lagi yang Papa jelaskan padaku?, Papa jahat!, kenapa Papa menyembunyikan Mama dariku, kenapa Papa..." Nana memegang dadanya yang sesak, rasanya sangat miris sekali saat mengetahui jika Mama yang selama empat tahun dia rindukan ternyata di sembunyikan oleh sang Papa.


"Papa tau kan selama empat tahun aku mencari Mama, merindukan Mama, dan Papa? Papa selalu mengatakan jika Mama kabur, Papa juga selalu mengatakan Mama selingkuh? dan Papa juga..." Nana menjeda ucapan nya, lalu menatap Papa nya sambil tersenyum miris.


"Papa menyembunyikan kebenaran jika Mama ada di rumah sakit, Mama sakit pa, Mama sakit dan aku? aku anak Mama, kenapa hiks.. kenapa Papa menyembunyikan apa yang terjadi pada Mama." sambung Nana sambil menatap kecewa pada sosok Papa nya.


Papa Anton mendekat, ingin memeluk Nana namun dengan cepat di tepis oleh Nana.


"Papa bisa jelaskan semuanya, Papa khilaf sayang." ucap Papa Anton.


"Khilaf?, apa maksud Papa?." tanya Nana sedikit berteriak.


Papa Anton menghela nafasnya dengan kasar, mungkin sekarang adalah saat yang tepat untuk putri nya mengetahui semua kebohongan yang di ciptakan nya selama empat tahun ini.


"Empat tahun yang lalu Mama mu memergoki Papa yang sedang selingkuh dengan sekertaris papa, saat itu yang Papa sedang dalam pengaruh alcohol, Papa tidak tau jika apa yang Papa lakukan akan membuat Mama mu menjadi seperti ini." ucap Papa Anton, mulai bercerita.


"Papa tidak sengaja mendorong Mama mu sampai Mama mu jatuh dan koma sampai sekarang, maafkan Papa sayang, Papa benar-benar tidak berniat untuk menutupi nya darimu sayang." sambung Papa Anton, masih ingat di bayangan nya saat istrinya marah karena perselingkuhan nya, dan berkahir jatuh di tangga dalam keadaan sedang mengandung anak kedua nya.

__ADS_1


Nana menatap Papa nya dengan wajah yang tidak bisa di artikan, setelah Pat tahun lamanya dia tau apa penyebab kepergian Mama nya, ralat bukan pergi melainkan di sembunyikan oleh orang terdekat nya sendiri.


"Papa kejam, hiks.. Papa kejam." Nana langsung berlari ke arah pintu dan langsung keluar dari ruangan itu.


Dadanya terasa sesak jika terus menerus melihat wajah Papa nya, tidak menyangka jika selama ini Papa nya sangat jahat padanya dan Mama nya.


Nana berjalan dengan langkah yang gontai, dia sangat kecewa pada Papa nya, kenapa Papa nya harus membohongi nya, kenapa tidak jujur saja, kenapa harus berbohong sampai bertahun-tahun seperti ini?.


Andrian sedari tadi menunggu Nana di dekat parkiran, lebih tepatnya dia kehilangan jejak Nana saat membuntuti nya tadi.


"Dari mana saja kamu? katanya ke toilet, tapi kenapa selama itu." sungut Andrian dengan kesal.


Tapi tak mendapatkan sahutan dari Nana, membuatnya langsung menarik Nana ke arah mobilnya.


"Cepat masuk, kau tau aku tidak suka membuang waktuku hanya untuk mengurusi mu." oceh Andrian lagi.


Kembali tak mendapatkan jawaban lagi, Nana masuk dan langsung duduk di jok depan, dia menunduk karena air matanya tak henti-henti nya keluar, malah semakin deras.


"Kamu kenapa? siapa yang menyakiti mu? bilang padaku, siapa yang membuatmu menangis." tanya Andrian sambil memegang tangan Nana.


Andrian memang sangat anti saat melihat wanita menangis, meski terkadang jutek dia masih tetap tidak bisa melihat wanita menangis.


Nana melirik sekilas, lalu menepis tangan Andrian, "Aku tidak butuh belas kasihan anda tuan, dan jangan cari kesempatan dalam kesempitan." tegas Nana sambil mengelap air matanya dengan tangan nya.


Andrian tersenyum kikuk, karena bingung harus bertanya apa ia pun langsung mengendarai mobilnya lagi, dan sepanjang perjalanan Andrian hanya bisa mencuri pandang dari Nana, sedangkan Nana hanya diam sambil mengusap air mata yang jatuh ke pipinya.


"Pakai ini, tangan mu kotor." ucap Andrian memberikan tisue.


Nana menerima nya, dan mengelap air matanya dengan tisue, jika biasanya Andrian yang selalu di beri tisue maka sekarang kebalikan nya, dimana Nana yang menerima tisue darinya.


"Apa Pria buncit tadi menyakiti nya? siapa sebenarnya pria buncit itu?." batin Andrian penasaran dengan sosok yang di ikuti Nana tadi.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Cerita Bian udah sampai Epsd 50 loh, yu yang belum tau kisahnya lanjut baca di judul satu lagi. ^^Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2^^

__ADS_1


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2