ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 100. Bulan madu 2. Bag 3.


__ADS_3

Visual untuk Arumi di ganti ya guys



Trus hobby nya juga di tambah ya wanita cantik ini selain hobby berbelanja dia juga hobby traveling.


Sementara pria tampan yang satu ini sebagai Tommy M.P dia juga memiliki hobby traveling sama dengan Arumi.



Seorang pengusaha sukses yang tampan, mapan dan berwibawa. Dan siap mencari pendamping hidup😂😂😂


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏...


Dirumah megah berlantai 2 kini Arumi sudah siap dengan dres yang di belikan Tommy dua hari yang lalu.



Dengan rambut yang diikat biasa saja dengan dres yang memperlihatkan bahu mulus nan putihnya memberikan kesan cantik, elegan dan sederhana.


Dia pun berjalan keluar dari dalam kamarnya dan sekarang dia sudah duduk di sofa yang ada di ruang tamu karena kebetulan kamarnya terletak di lantai bawah.


"Rumi kamu mau kemana?" tanya sang Ibu yang datang dari dalam membawa teh hangat dan beberapa cemilan di atas nampan yang dia bawa. Dan Ibu pun mendudukkan tubuhnya di sofa yang berbeda dengan sang putri.


"Arumi mau makan malam diluar sama Tommy bu." ucap Arumi seraya merapikan dandanannya dan gaun yang dia kenakan.


"Bagaimana Bu penampilan Arumi cantik tidak?"


"Cantik ... apa sih yang gak cantik jika kamu yang memakainya, bukan seperti adek kamu Nabila sekali kampungan tetap saja kampungan walaupun memakai gaun ratusan juta sekalipun. Pantas saja tadi sore Ibu ajakin makan malam selalu menolak." ucap sang ibu seraya memakan cemilannya sedikit demi sedikit.


Sambil menyilangkan kedua kakinya, "Oh ya Bu ... ngomong - ngomong kabar Nabila bagaimana ya dan sudah hamil belum? Kalau belum wah kasihan banget dia pasti mertua dan neneknya sangat kecewa pada nya." ucap Arumi yang secara tidak langsung kata - katanya memberikan ide konyol kepada sang Ibu. Namun Ibu masih merahasiakannya.


Ketika mereka sedang asyik mengobrol.


Tit...


Tit...

__ADS_1


Tit...


Suara klakson mobil membuyarkan percakapan antara Ibu dan anak. Arumi pun berdiri dan membuka pintu rumah. Terlihat pria tanpan dengan stelan jas dan memakai dasi kupu - kupu sudah berdiri di samping mobil sambil melambaikan tangan kepada sang pujaan hati ketika sudah melihatnya.


Karena penasaran sang Ibu pun ikut berdiri dan berjalan mendekat ke arah Arumi yang masih setia berdiri dan mematung di ambang pintu rumah.


"Rum kok tamunya tidak di ajak masuk kedalam!"


Tommy pun berjalan mendekat kearah mereka, "Selamat malam Bu. Kenalkan nama saya Tommy," ucap Tommy memperkenalkan diri seraya meraih tangan Ibu Yana lalu mencium punggung tangan Bu Yana ketika sudah sampai di hadapan mereka berdua.


Seketika sang Ibu merasa keheranan tatkala melihat pria tampan yang kini berdiri di hadapannya. Sang Ibu pun menatap pria itu tanpa berkedip mulai dari kepala hingga kaki.


"Oh ... jadi ini kekasih Arumi," ucap ibu berdialog dalam hati sambil melayangkan tatapan sinis pada pria tampan yang kini berdiri di hadapannya.


"Bu .. kami pamit jalan dulu." ucapan Arumi menyadarkan sang Ibu dari lamunannya.


Dengan tergagap, "Eh ... Nak Tommy apa tidak mau masuk kedalam dulu?" tanya sang Ibu berusaha mengakrabkan diri dan menetralkan keterkejutannya jika ternyata kekasih hati sang anak orang yang dulu pernah melukai hati sang anak dan sang Ibu tidak bisa memaafkan itu.


"Tidak usah Bu mungkin lain kali saja." tolak Tommy secara halus.


"Dan ingat jaga Arumi baik - baik."


" Baik bu itu sudah pasti."


"Ya sudah Bu, Arumi dan Tommy berangkat dulu," ucap Arumi seraya meraih punggung tangan sang Ibu lalu diciumnya begitu pula dengan Tommy melakukan hal yang sama seperti Arumi.


Kini mereka sudah di dalam mobil dan sudah berbaur dengan pengendara mobil yang lainnya.


Bu Yana pun kembali duduk di sofa dan melanjutkan memakan cemilannya. Dengan tersenyum penuh arti dan menautkan satu alisnya, "Kali ini kamu tidak akan aku lepaskan dan kamu akan aku paksa untuk menikahi putriku dalam waktu dekat bagaimana pun caranya," ucap sang Ibu dalam hati.


"Bu tadi sepertinya Akbar dengar suara laki - laki?" tanya Akbar yang tiba - tiba datang dari dalam sambil membawa buku di tangannya dan duduk di sofa yang sama dengan sang Ibu.


Sang Ibu pun menoleh ke arah sang Anak, "Eh kamu Bar, ah itu tadi ada laki - laki yang datang mencari Arumi. Kalau dilihat dari penampilannya sih seperti nya bukan anak yang biasa."


Sambil mengedarkan pandangannya kesegala penjuru ruangan, "Tapi disini Akbat tidak melihat siapa - siapa Bu."


"Ah iya pria itu kesini hanya ingin menjemput Arumi. Untuk lebih jelasnya mereka mau kemana Ibu kurang tau karena Ibu tidak tanya," ucap sang Ibu enteng sambil menyeruput teh nya yang hampir dingin.

__ADS_1


"Ooooooooooo." ucap Akbar ber oh ria seraya berdiri dan meninggalkan sang Ibu sendirian.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Kini Adam dan Nabila sudah berada di dalam kamar. Adam yang sedari tadi merasa sangat khawatir melihat keadaan sang Istri yang semakin pucat dan tak bertenaga selepas dari jalan - jalan hingga sampai di kamar hotel. Adam pun dengan setianya mendampingi sang Istri dan selalu berusaha menjadi suami siaga buat sang Istri.


Sambil membelai - belai rambut sang istri, "Habiba apa kamu tidak ingin makan sesuatu? Maksudnya apa kamu tidak lapar?"


Nabila pun membuka matanya lalu kemudian tersenyum,"Habibi apa kamu lapar? Apa ada yang ingin kamu makan?" Nabila balik bertanya.


"Bagaimana kalau kita keluar cari bakso, aku pingin sekali makan bakso." rengek manja sang suami.


"Sepertinya tidak terlalu buruk." ucap Nabila seraya bangun dari tempat tidurnya dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.


Kini mereka sudah berada di jalan menyusuri keindahan kota seribu sungai dengan berjalan kaki sambil bergandengan tangan.


Di sebrang jalan Adam dan Nabila melihat warung yang menjajakan jajanan yang memang khusus buat jajanan bakso. Mereka pun menyebrangi jalanan. Setelah tiba di sana mereka pun memesan dua porsi bakso jumbo + beranak.😂😂😂😂 yakin kuat Dam dan Nabil menghabiskan nya😂😂😂😂.


Setelah memesan mereka pun masuk dan duduk di salah satu kursi yang masih kosong. Sesaat kemudian pesanan mereka pun datang.



Ngiler diriku 😥😥😥😥 kepingin juga makan kayak mereka 😂😂😂.


Mereka pun langsung saja melahapnya dengan sangat nikmatnya. Sesaat kemudian kini mereka sudah melahapnya dengan habis. Mereka pun segera kekasir buat membayarnya.


Kini mereka sudah kembali menelusuri jalanan kota seribu sungai.


"Habiba apa tidak ada yang perlu kamu beli. misal cemilan?" tanya Adam.


Nabila hanya menggeleng. "Ya sudah kalau begitu kita keminimarket yang ada di depan jalan sana. entah mengapa diriku tiba - tiba ingin makan coklat," ucap sang suami seraya menggandeng tangan sang istri dan berjalan menuju minimarket.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


...TERIMA KASIH...


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

__ADS_1


__ADS_2