ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 120.


__ADS_3

...NO BULLY...


Singkat cerita semenjak pertemuan singkat mereka di kantor itu kini mereka terlihat sangat akrab dan sekarang perhatian untuk sang istri pun turut berkurang. Bahkan jati diri sebagai suami yang penyayang, penyabar yang selalu akan menerima kekurangan dan kelebihan pada diri Nabila kini hilang entah kemana. Lebih tepatnya Arumi adalah teman spesial untuk Adam.


Dan yang lebih membuat Nabila tidak habis fikir sekarang sang suami sibuk sendiri jika dirumah dan kadang - kadang tidak tidur sekamar, Adam lebih memilih menghabiskan banyak waktu selain dikantor dan jika pun dirumah akan dia habiskan sepanjang malam di ruangan kerjanya dan itu membuat Nabila semakin tidak habis fikir ada apa dengan sang suami. Apakah sang suami sedang jatuh cinta ataukah sang Suami sedang menguji cintanya, sebesar dan sedalam mana Nabila akan bertahan.


Tapi, bagaimana pun Nabila, Nabila hanya lah manusia biasa yang memiliki batas kesabaran.


...****************...


Di kantor Adam sedang asyik berduaan dengan Arumi. Dari arah Life nampak lah Nabila dengan tangan kanan membawa paper bage, dia pun berjalan dengan anggunya menuju dimana Ghea berada.


Dengan tersenyum, "Siang Ghea apa kah Adam sedang sibuk?" tanya Nabila ketika dia sedang memperhatikan pintu kantor yang tertutup rapat dan mendengar dari dalam suara wanita yang nampak tak asing di telinganya.


Ghea pun berdiri dan tersenyum, "Maaf Nona Tuan Adam sedang tidak menerima tamu. Silahkan masuk."


Walau nampak ragu, Nabila tetap melangkahkan kakinya menuju pintu dan tangannya sudah memegang handle pintu dan siap membuka. Kini Nabila sudah berada di dalam dia pun semakin memperdalam langkah kakinya hingga dia nampak pemandangan yang tak sengaja dia lihat dan tak seharusnya terjadi.


Sontak paper bage yang dia bawa jatuh kelantai, "Jadi kalian?" ucap Nabila yang kini sudah dalam keadaan menangis dan menutup mulutnya dengan tangannya.


Sontak Adam dan Arumi terkejut dan segera menyudahi aktivitasnya dan kembali merapikan pakaian mereka.


"Baguslah jika kamu tau yang sebenarnya," ucap Adam dengan lantangnya dan lebih memilih cuek terhadap Nabila. Sementara Arumi masih dengan santainya bergelayut manja di lengan Adam, "Apa yang bisa di harap dari wanita mandul seperti kamu?" ucap Arumi dengan santainya dan tidak sadar diri jika dirinya pun seorang wanita dan bila Tuhan sudah marah dan murka bisa saja kesempurnaannya sebagai wanita di ambil kapan pun dimana pun dan tidak akan ada pemberitahuan seperti SMS di ponsel.


Kemudian Nabila pun berlari keluar dari ruangan dalam keadaan yang sangat shock dan kacau. Adam pun segera mengakhiri aktivitas nya dan segera mengejar sang Istri di susul Arumi di belakang. Hingga kelobi, namun nampaknya Nabila hilang bagai di telan bumi karena nampaknya Nabila sudah tidak berada di area kantor itu.


Dengan nafas ngos - ngosan, "Sudah dong sayang yuk kita kembali kedalam." bujuk Arumi. Namun Adam tak bergeming sama sekali.


Arumi pun melambai - lambaikan tangannya di depan wajah Adam, Adam pun tergagap, "Ya ada apa?" tanya Adam.


Arumi pun memegang lengan Adam, "Tak perlu di kerjar. Lagi pula bukankah lebih baik jika dia pergi dari kehidupanmu, dan kita dapat segera menikah. Kan kamu sudah janji jika kamu sudah mendapatkan apa yang diingankan Nenekmu, kamu akan segera menikahiku dan sekarang aku sudah dapat mewujudkan keinginannya." sambil mengelus - elus perutnya yang kini nampak masih rata.


Adam pun tersenyum kemudian jongkok di depan Arumi sambila mengelus perut Arumi dan mengajak calon baby yang masih berada didalam perut bicara.

__ADS_1


"Maafkan Papa sayang."


...Kini mereka sudah kembali kedalam ruangan....


...**************...


Nabila terus saja berlari membawa luka yang teramat sangat dalam atas pengkhianatan sang suami dan sang Kakak. Dia terus saja berlari hingga mengabaikan orang - orang yang menatapnya aneh sesama pejalan.


Lari....


Lari....


Lari....


Lari tanpa arah dan tujuan hingga akhirnya dia berada di tepi pantai. Kini Nabila sudah berdiri di atas batu - batu yang besar dan menumpahkan tangisnya di sana sesaat kemudian dia pun merosotkan badannya di atas batu itu lalu menangis sejadi - jadinya sambil memegangi dadanya yang teramat sangat pedih dan terluka.


Dari tempat Nabila sekarang berdiri diam - diam ada seorang pria memperhatikan aktifitas Nabila, karena kebetulan Pria itu juga sedang merasakan sakit seperti Nabila hanya kemungkinan jenis sakit mereka berdua berbeda. Kalau dirinya sakit karena dia baru saja kehilangan wanita yang di cintainya akibat kecelakaan mobil dan sempat koma hingga berbulan - bulan dan hari ini dia harus merelakan wanita yang sempat mengisi dan menghiasi hari - hari dengan canda tawa kembali lebih dulu kepangkuan sang pencipta.


Nabila pun perlahan berdiri dan berjalan, jalan, jalan hingga dia kini berdiri di tepi batu besar itu. Pria yang mengamati Nabila sedari tadi kini sudah berdiri dan siap mengambil ancang - ancang untuk segera berlari karena jika di lihat dari kecamata pengamatannya sudah bisa di pastikan Wanita muda itu pasti ingin mengakhiri hidupnya.


Sesaat kemudian kini mobil itu sudah melaju di atas jalan raya dengan kecepatan yang tak biasa dan menuju rumah sakit dimana dirinya dan orang tuanya pemilik dari rumah sakit yang dituju.


Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah tiba di rumah sakit sekaligus rumah untuk mereka tempati bersama dirinya dan orang tuanya. Sang Mama yang melihat sang anak datang dengan menggendong seorang wanita yang kini tak sadarkan diri hanya bisa bertanya - tanya dan mengerutkan kening. Sang Mama pun membuntuti sang Anak hingga sampai di kamar yang pernah sang menantu pakai di rawat hingga akhir hayatnya.


Kini Nabila sudah tidur di atas ranjang dan masih belum sadar juga.


"Adrian siapa wanita yang kamu bawa ini?" tanya sang Mama penasaran.


Sambil menatap wajah sang Mama, "Adrian juga tidak tau Mah siapa dia. Tadi Adrian menemukannya hampir saja bunuh diri tak jauh dari rumah kita ini."


"Mah telepon dokter Najwa dulu untuk memeriksa wanita ini!" ucap Adrian yang merasakan sangat khawatir pada Nabila, padahal berjumpa pun mereka baru beberapa menit yang lalu. Lagi pula walaupun dirinya seorang dokter tapi dia tidak berani buat memeriksa Nabila karena dirinya sendiri seorang laki - laki sungguh tidak sopan jika dia yang akan memeriksanya.


Sang Ibu pun segera menekan nomor ponsel dokter Najwa dan sesaat kemudian kini panggilan pun sudah terhubung.

__ADS_1


"Tut ... tut ... tut ...."


"Assalamualaikum," sapa salam dari seberang.


"Waalaikumsalam dok."


"Iya Bu, ada yang bisa Najwa bantu?"


"Bisa tidak sekarang kamu kerumah ibu?"


"Ada apa ya bu? Apa ada yang sakit?"


"Nanti setelah kamu disini baru kamu tau apa masalahnya. Ibu tunggu ya, Assalamualaikum."


"Waalikumsalam."


...Sambungan telepon pun terputus....


Beberapa saat kemudian kini Dokter Najwa dengan di dampingi sang suami tercinta Abee ( lupa mana panjangnya 😂😂😂 padahal pernah baca ) sudah berada di rumah Adrian.


"Masa dokter tidak bisa mengobati orang sakit?" ejek Dokter Najwa seraya menatap wajah Adrian kemudian dokter Najawa melakukan tugasnya sebagai dokter dan mulai memeriksa Nabila secara keseluruhan.


...Beberapa saat kemudian....


"Kamu tidak perlu khawatir, dia baik - baik saja. Dia hanya kecapean dan syok sebentar lagi dia juga pasti sadar. Dan satu lagi selamat Dokter Adrian istri kamu sedang hamil dan sudah memasuki tri semester pertama." ucap Dokter Najwa pelan tapi pasti dan itu membuat Adrian dan sang Mama hanya saling melempar pandang.


Melihat kebingungan di antara sang anak dan Mama, dokter Najwa mu menepuk pundak Adrian, "Masa Istri hamil tidak bahagia?" ucap dokter Najwa yang mengira wanita cantik yang kini tidur di atas pembaringan adalah istri dari dokter Adrian karena sebelumnya Dokter Najwa belum mengenal istri bahkan mengetahui rupa istri sahabatnya itu pun dia tak tau.


Abee yang mendengar itu pun mendekat dan mengulurkan tangan pada Adrian mereka pun saling berjabat tangan, "Selamat bro tidak lama lagi kamu bakal jadi seorang Ayah." ucap Abee.


Sambil tersenyum, kikuk, "Terima kasih."


...🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑...

__ADS_1


...TERIMA KASIH...


...🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑...


__ADS_2