
Kini mereka sudah berada di dalam rumah dan sudah duduk di sofa ruang tamu.
"Coba ceritakan pengalamanmu selama ada di sana?" tanya sang kakak.
Arumipun menatap wajah sang kakak dan mengingat kejadian tiga bulan kemarin,
"Tidak ada yang spesial kak hanya saja selama berada di sana Arumi seperti menemukan kehidupan yang baru yang tidak pernah Arumi dapatkan di sini." ucap Arumi sambil mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru sudut ruangan.
"Ah ... ternyata rumah ini tidak ada yang berubah selama aku pergi."
Akbar pun menatap wajah sang Adik, "Ya begitulah kira - kira."
Obrolan kakak beradik itu seketika berhenti di saat sang Ibu datang dari dalam dan membawa nampan ditangan dengan 3 buah minuman dan cemilan lalu kemudian meletakkan di atas meja.
"Kayaknya asyik nih ceritanya." ibu turut menimpali seraya duduk di sofa yang sama dengan anak pertamanya itu.
"Tidak ada yang spesial bu," ucap Arumi seraya menyambar satu gelas yang ada di atas meja kemudian meminumnya sedikit demi sedikit.
"Jadi pengalaman apa yang kamu dapatkan selama berada di sana? Trus kok kamu tiba - tiba ada di sini kapan kamu datangnya dan kenapa tidak bilang - bilang ke Ibu kalau kamu mau datang hari ini?" pertanyaan beruntun dari sang Ibu tanpa jedah sedikit pun.
"Bu nyanyanya satu satu Arumi bingung mau jawab yang sama lebih dulu."
Sementara sang Kakak hanya tersenyum melihat tingkah laku kedua wanita beda generasi yang sangat di cintainya itu.
"Bu ... Arumi ... kalian ngobrol aja ya Kakak ke atas dulu mau istirahat," ucap sang kakak seraya berdiri dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Selepas sang Kakak pergi, Arumi pun bangkit dari duduknya, "Bu ... Arumi kekamar dulu ya mau istirahat capek," ucap nya sambil berdiri dan menyambar koper yang sedari tadi berdiri di samping sofa. kemudian pergi meninggalkan sang Ibu.
"Loh ... loh ... kok semua pada pergi ninggalin Ibu sih," ucap sang Ibu sambil berdiri dan menatap satu - satu persatu kepergian sang Anak dengan terheran - heran.
__ADS_1
Merasa sendiri sang Ibu pun pergi meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju kamarnya untuk mengistirahatkan sejenak tubuh yang sudah merasa lelah.
🍀🍀🍀🍀
Kini hari sudah beranjak sore, keluarga Widjayakusuma pun meninggalkan galeri seni yang di beri nama Nabila"s gallery itu.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan sudah melaju menuju rumah kediaman mereka. Selama perjalanan tidak ada percakapan di antara mereka hanya bunyi mesin mobil yang menemani perjalanan pulang mereka.
Beberapa saat kemudian kini mereka sudah memasuki halaman rumah yang luas dan bisa menampung beberapa unit mobil mewah di sana.
Kini mereka sudah berada di dalam rumah dan sudah masuk kekamar masing - masing untuk segera beristirahat.
🍀🍀🍀🍀
...TUJUAN HIDUP...
Seperti hari yang silih berganti
Ada pertemuan pasti ada perpisahan
Semua sudah menjadi sifat alam yang fana
Larut dalam kesedihan membuat hancur kehidupan
Larut dalam pujian melemahkan jiwa serta pikiran
Segala hal ada takarannya, tidak lebih tidak kurang.
Keseimbangan di jaga, kebahagiaan menerpa
__ADS_1
Harta dan tahta bisa hilang dalam sekejab.
Amalan kebaikan itulah yang harus di jaga
Termakan usia untuk mengejar dunia.
Tanpa terasa ajal sudah berada di depan mata.
Apa daya nafsu sudah merasuki
Kesenanganpun selalu di cari
Tidak perduli sesama untuk berbagi
Hingga penyesalan di akhir hayat nanti
Berbuat baik bukan untuk di balas kebaikan
Berbuat baik juga bukan untuk pujian
Berbuat baik untuk kebahagiaan hati.
Agar nanti kita kembali dengan jiwa yang suci.
...❤❤❤❤❤❤❤...
...TERIMA KASIH...
...❤❤❤❤❤❤❤❤...
__ADS_1