
Luther mengikuti langkah Dante menuju ruang baca,Dante duduk di kursi meja kerjanya, sementara luther memilih duduk di sofa di sudut ruangan.
"bagaimana perkembangan perusahaan selama beberapa bulan terakhir"
"semuanya berjalan dengan baik,,,sekretaris prisil selalu melaporkan hal penting kepadaku selama kita di luar negeri"
"baguslah..kabari dia besok kita akan ke kantor".
"dia sudah tahu kalo kita telah kembali" luther menjawab.Luther beranjak dari sofa berjalan menuju meja kerja Dante,dia mendudukkan dirinya di atas meja kerja,kaki panjangnya menjuntai ke bawah.
"bagaimana tawaran daddy mu,apa kau menerimanya" tatap luther memandang Dante.
"aku tidak tahu,kau jangan membahas soal ini,
aku sedang tidak ingin membahasnya" jawab sengit Dante.
"padahal daddy mu sangat berminat dengan kerjasama ini" luther menambahkan lagi.
"iya tapi mommy ku tidak setuju dengan rencana daddy,,aku jadi bingung" jawab Dante.
"kau tidak mencintainya?" selidik luther.
"apa kau pernah melihat aku menyukai perempuan" jawab Dante gusar.
"ya ya ya....kau itu hanya seorang Dante,,laki-laki berhati dingin,egois dan tidak tertarik pada seorang wanita" ucap luther tertawa keras.
"heiiiii apa maksudmu tidak tertarik pada wanita, apa kau pikir aku pria tidak normal"
Dante berkata gusar,dia hampir saja melayangkan tinjunya ke wajah luther.....
luther tertawa kembali,dia merasa geli melihat tingkah lucu Dante yang ingin meninjunya tadi.
"oo ya bagaimana dengan pelayan barumu itu"
"biasa saja" jawab Dante datar.
"apa boleh aku mendekatinya?" tanya luther menggoda.
"dasar playboy... lagian apa yang kau lihat dari perempuan itu,dia cuma seorang Pelayan" perkataan Dante sedikit menyinggung perasaan luther.
"aku juga seorang Pelayan Dante...pelayanmu"
ucap luther lirih, ntah mengapa setiap perkataan Dante yang memandang seseorang berdasarkan harta, tahta dan kasta menyinggung perasaan luther...ini adalah sisi buruk dari seorang Dante..
Luther menurunkan tubuhnya dari atas meja,
dia berjalan keluar ruang baca,selalu seperti ini pikirnya,,Dante tak pernah berubah....
Sementara Dante yang di tinggal pergi luther menyesal dengan ucapannya,dia tahu kalau luther tersinggung dengan ucapannya...Dante beranjak dari kursinya, dia bergegas menyusul luther untuk meminta maaf,saat Dante keluar dan menutup pintu, alleina hadir di hadapannya...
__ADS_1
"Dante....apa kau tidak ingin menemani ku jalan-jalan" alleina berkata.
"kan sudah aku bilang tadi minta diantar pak supir" Dante menjawab.
"aku ingin pergi bersamamu" jawab alleina manja.
"baik lah...aku akan menemani mu,,aku juga sedikit bosan di sini"
"apa kau serius??" tanya alleina girang.
"bersiaplah... aku akan menunggumu di bawah" kata Dante beranjak pergi.
"oke...tunggu aku di bawah,aku tidak akan lama" teriak alleina kepada Dante yang sudah berlalu pergi.
Sementara itu luther sedang duduk di taman depan bersama mai..sheena juga ada di sana.
mereka terlibat obrolan menarik seputar perusahaan,,sheena hanya bisa diam mendengar obrolan kedua orang di depannya,
sheena hanya menjadi pendengar yang baik.
Dante dan alleina keluar dari pintu utama..
melihat luther dan mai sedang ada di taman,
Dante dan alleina menghampiri mereka..
"kalian mau kemana?" tanya mai saat Dante dan alleina sampai.
"tidak Dante...kalian saja,aku tidak ingin mengganggu kencan kalian" ucap luther menggoda sambil tersenyum.
"kau...ini..." kata Dante gusar.
alleina tersenyum malu mendengar perkataan luther,pipinya bersemu merah..memang ini yang di inginkan alleina bisa berduaan dengan Dante.
"oo ya sayang...sebaiknya sheena ikut juga ya"
mai bersuara.
spontan Dante melihat ke arah sheena yang berdiri tidak jauh darinya,tatapannya bertemu dengan tatapan sheena,,mereka berdua saling menatap,sheena sadar dia langsung menundukkan wajahnya..Dante masih terpaku,, mata itu sungguh indah ucapnya dalam hati.
"tidak perlu tante...kami akan pergi berdua saja" alleina berkata.
"iya mom..tidak usah,kami cuma sebentar kok"
Dante dan alleina pamit,mereka berjalan menuju mobil,Dante melajukan mobilnya keluar dari gerbang besar rumah utama.
di ruang baca...
Mai memakai kacamatanya,matanya fokus membaca laporan bulanan perusahaan..
__ADS_1
Sebastian berdiri di depan meja kerjanya,,,
menunggu titah majikannya,,dia adalah orang kepercayaan mai,mai mempercayakan segala pekerjaan rumah kepada Sebastian,,.
"bagaimana menurut mu soal sheena" tanya mai.dia melepaskan kacamatanya dan menutup map dokumen....
"maksud nyonya" tanya Sebastian bingung.
"soal rencana kita" mai berkata jelas.
"saya tidak yakin tuan besar akan menyetujui"
ucap Sebastian.
"soal itu urusan gampang,,yang terpenting sekarang adalah Dante,kau sendiri pasti mengerti kan bagaimana Dante,,"
"tapi bagaimana dengan tuan besar,, bukankah tuan berniat menjodohkan tuan muda dengan nona alleina"
"aku tidak menyetujui perjodohan itu,aku tidak mau Dante menikahi perempuan itu,,karena pernikahan itu semata-mata untuk bisnis saja"
mai menjelaskan.
"aku ingin ada wanita yang benar-benar bisa mendampingi Dante,mencintainya dengan tulus tanpa memandang Dante itu siapa" timpalnya lagi.
"dan nyonya memilih sheena?" tanya Sebastian lagi...
" aku suka gadis itu,,wajah teduhnya,,sopan santunnya,dan aku yakin sheena akan menjadi istri yang baik buat Dante"
"trus bagaimana jika tuan besar tidak menyetujui nya."
"soal itu tidak usah kau pikirkan,,yang terpenting sekarang bagaimana agar Dante menyukai sheena dan memilih sheena..."
"kalau begitu kita harus lebih mendekatkan mereka berdua" ucap Sebastian.
"baiklah...semoga rencana kita ini berhasil"
mai mengakhiri obrolan mereka.
"kau boleh pergi" kata mai lagi.
Sebastian pergi meninggalkan ruangan,,,di susul mai juga meninggalkan ruang baca.
langkahnya mantap,dia yakin rencananya akan berhasil...
***tunggu kejutan dariku abraham,,, kau akan kalah.....
###############################***
happy reading ya kakak...maap baru upp lagi
__ADS_1
jangan lupa like dan komennya ya😀😀😀😘😘😘