
...1 Bulan kemudian....
Sesuai dengan kesepakatan mereka, kalau Nyonya Luciana sendiri lah yang akan datang melamar Arumi untuk menjadi istri Adam. Semenjak melamar di beberapa minggu yang lalu dan sudah menemui kesepakan dan tepat hari ini mereka akan melangsungkan pernikahan di rumah mempelai wanita.
Di kediaman Dharmawangsa kini sudah nampak ramai orang - orang yang berdatangan termasuk Bening dan mas Iqbal, Widya dan mas Juna dan tak lupa pangeran kecil Rama beserta Mama Hana dan suami, Alya dan Rey dan putri kecil Ayra, Najwa dan Abee dan putri kecil mereka dan masih banyak lagi termasuk rekan - rekan kerja Adam.
Bukan hanya bagian dalam rumah yang dihias, bagian halaman rumah pun turut di hias sebagai tempat acara resepsi setelah akad. Bukannya mereka tidak mampu menyewa gedung hanya saja mereka ingin terlihat sederhana saja.
Di lantai dua kini Arumi nampak cantik dengan gaun kebaya berwarna putih dan sanggul beserta mahkota kecil di kepalanya membuat aura kecantikannya semakin terpancarkan di tambah dengan polesan make up yang natural dan sangat cocok di kulit yang putih dan bersih.
Beberapa saat rombongan mempelai pria pun sudah tiba di rumah mempelai wanita. Mereka pun langsung masuk di tempat yang sudah di sediakan. Di sana sudah ada pak penghulu yang menunggunya dan siap menikahkan mereka berdua.
Dari jauh nampak seorang pria yang sedari memperhatikan rumah Arumi dan diam - diam pula dia merasakan sakit yang teramat sangat dalam dan penyesalan kini menghinggapi nya. Andai kata waktu itu dia tidak berubah jadi pria yang pengecut, pecundang dan pengingkar janji mungkin saat ini dirinya lah yang akan duduk di sana bersanding bersama sang kekasih tapi apa mau dikata dia terlalu lemah untuk menampakan wajahnya di sana untuk saat ini. Dia pun segera meninggalkan rumah itu dan kembali ke tempat persembunyiannya dan tekad nya sudah bulat untuk meninggalkan Indonesia dan meninggalkan seluruh kenangan pahit dan manisnya di sini dan mulai menata hidupnya agar lebih baik lagi.
"Semoga kamu bahagia dan pria pilihanmu bisa membuatmu bahagia."
...Dia pun segera memacu mobilnya dengan sekeping harapan hampa....
Sesaat kemudian acara akad pun di mulai hanya dengan satu tarikan nafas Arumi kini resmi menjadi istri sah Adam Widjaya. Satu persatu tamu undangan turut memberikan ucapan selamat dan kini mereka tengah menikmati hidangan yang di sediakan oleh tuan rumah.
__ADS_1
...🍩🍩🍩🍩🍩...
Hari - hari yang di lalui Nabila kini nampak berwarna dan kesehatannya pun berangur - angsur membaik. Dan berita suaminya menikah lagi atau lebih tepatnya mantan suami kini pun dia sudah tau lewat berita yang di siarkan secara eksklusif😂😂 dan hampir seluruh stasiun Tv meliputnya. Walaupun acara resepsinya hanya di halaman rumah bukan di gedung mewah dan bertingkat namun semangat wartawan dan reporter untuk meliput acara itu tidak lah menyurutkan semangat mereka lantaran mempelai pria adalah salah satu orang yang sangat berpengaruh di dunia bisnis.
Dia hanya bisa mendoakan yang terbaik buat sang mantan suami dan sang kakak. Semoga selalu bahagia hingga maut memisahkan mereka berdua.
Kini Nabila sedang duduk di taman halaman rumah yang memang langsung berhubungan dengan laut dan itu membuat dia untuk saat ini merasa lebih nyaman. Sambil duduk di bangku panjang sambil mengelus - elus perutnya yang kini sudah nampak membesar dengan usia kehamilan 5 bulan. Sambil mengajak sang calon bayi berbicara,
"Sayang kamu yang baik - baik ya di dalam perut Bunda, Bunda akan selalu berusaha menjadi ibu dan ayah yang baik untuk kamu, kita akan menghadapi kejamnya dunia bersama - sama dan biarkan orang - orang yang sudah menyakiti kita Tuhan yang membalaskannya, kita tak perlu membalas mereka biarkan hukum alam yang berbicara."
Tanpa terasa kini butir - butir kristal turun membasahi pipinya bagaimana pun dia belajar untuk kuat dan tegar dia hanyalah seorang manusia biasa yang akan menangis jika hati tersakiti. Apa lagi orang yang dulu pernah membelanya secara mati - matian, orang yang selalu melindunginya, orang yang selalu memberinya kenyamanan, orang yang selalu ada untuknya berbagi keluh kesah kini dirinya pun sudah meninggalkannya dan semuanya hanyalah tinggal kenangan.
Sang Mama yang melihat itu pun turut mendekat kearah di mana Adrian berdiri dan memegang pundak sang Anak, "Apa yang sedang kamu fikirkan sayang?" tanya Mama Yulia.
Adrian pun tersadar dan kembali kedunia nyatanya, "Mama ngagetin aja."
Sambil ikut berdiri di samping sang Anak dan mengamati Nabila, "Dia anak yang baik, dia cantik, dia lugu dan polos tapi kenapa ada orang yang tega menyakiti wanita sebaik dia. Andai kata dia mau menikah lagi Mama mau kamu yang menjadi pendamping hidupnya," ucap sang Mama secara spontan membuat Adrian menoleh ke arah sang Mama, "Mam mana mau dia sama Adrian secara Adrian seorang duda." ucap Adrian mendengus kesal akibat kata - kata sang Mama.
Sambil menatap lurus kedepan, "Kamu duda dan dia janda, salahnya dimana," ucap sang Mama dengan di barengi tertawa.
__ADS_1
"Mama nggak usah bermimpi, di saat mama belum tidur." kemudian Adrian memilih pergi dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Sambil menatap kepergian sang anak, "Ada apa dengannya."
...**************...
Kini mereka sudah di rumah masing - masing. Kini Arumi sudah berada di dalam kamar yang biasa di tempati Adam dan Nabila sambil melihat - melihat isi yang ada di dalam kamar itu hingga sampailah dia pada salah satu meja yang di atas sana ada bingkai foto Nabila, dia pun mengambilnya dan mengajak foto itu berbicara.
Dengan senyum - senyum penuh kemenangan, "Sungguh malang nasibmu Nabila, ha .. ha ... sudah mandul, dan tidak ada yang memihak kamu hilang lagi bagai di telan bumi dan aku harap selamanya kamu tidak usah menampakkan batang hidungmu lagi di sini di keluarga yang baru saja aku rebut dari kamu, nikmatilah nasib buruk mu di luar sana jadi gembel pun aku tak peduli itu."
"Apa yang kamu lakukan," suara itu membuat Arumi terkejut dan segera mengembalikan foto itu ketempat semula yang tak lain adalah Bunda Irene. Bunda Irene pun berjalan masuk lebih dalam dan kini tepat berdiri di samping Arumi.
"Aku ingatkan sama kamu untuk tidak menyentuh barang putri ku, walaupun kamu kini menantu ku tapi yang ku akui sebagai menantuku hanyalah Nabila dan ku ingatkan sama kamu jangan sekali - kali berani menyentuh atau memindah barang putri ku dari tempatnya dan jika kamu perlu lemari nih aku sudah bawa kan kamu kotak mi goreng untuk menyimpan barang kamu." ucap bunda Irene seraya melemparkan kotak tersebut tapat di kaki Arumi.
...🍩🍩🍩🍩🍩🍩...
...TERIMA KASIH...
...🍩🍩🍩🍩🍩🍩...
__ADS_1