
Setelah di rawat beberapa hari akhirnya Arumi pun di perbolehkan untuk pulang dengan satu catatan perhatikan asupan gizi ibu dan anak, lalu teliti lagi makanan yang mau di makan.
Sepanjang perjalanan dia masih mengingat kata - kata Nyonya Luciana dia tidak akan menyerah begitu saja dan dia akan mencari tau siapa dalang di balik semua ini dan dia sudah menangkap curiga pada seseorang dan dia yakin dia lah pelakunya terbukti dengan hari pertama dia menginjakan kaki di rumah besar itu tidak ada raut wajah akur yang tercerminkan di wajahnya ya dialah Bunda Irene. Dialah orang yang di curigai Arumi.
Sementara di lain tempat Nabila sudah tidak sabar menanti kehadiran sang buah hati bersama sang mantan suami dan galerinya kini makin bertambah maju pesat walau bukan Nabila pemiliknya tapi galeri itu berada di tangannya semakin bercahaya terang ketika sang pemilik sudah tidak bisa turut campur tangan menaikan popularitasnya lagi dan hampir terancam bangkut alias gulung tikar dengan di bantu Mama Yulia, Adrian, Karina dan Farel akhirnya galeri itu bisa bangkit lagi.
Dokter Karina dan Dokter Farel adalah teman seperjuangan Dokter Najwa dan Dokter Adrian ketika mereka menempuh kulian S1 kedokteran. Dokter Karina bekerja di klinik kecantikan Dokter Adrian dan sempat menaruh hati sama dokter Adrian namun dia harus kecewa tatkala sang dokter lebih memilih Winda sebagai istrinya dan sampai sekarang pun perasaan itu tidak pernah hilang walaupun waktu, bulan, tahun berganti, rasa itu tetap lah masih sama seperti saat - saat pertama kali dia dan dirinya di pertemukan di perkuliahan dan Dokter Farel bekerja di klinik Dokter Adrian sebagai tim bedah seperti Dokter Adrian yang ahli dalam dunia bedah membedah dan dia termasuk orang yang bisa dalam segala hal.
Sementara di tempat lain kini Adam sudah berada di kantor setelah sebelumnya mengantar sang istri pulang kerumah namun dirinya tidak bisa menemani sang istri lantaran ada pekerjaan kantor yang sangat mendesak dan mengharuskan dirinya lah yang harus turun tangan.
Kini Adam sudah menyelesaikan urusannya dan dia sudah berada di ruangannya sambil menyandarkan punggunggnya di kursi kebesarannya sekaligus istirahat siang. Saat sedang pikirannya menerawang jauh disana, sakit kepala, mual - mual kembali melandanya dan kali ini sakitnya semakin menyiksanya dan itu membuatnya harus berakhir di rumah sakit lantaran dirinya kehilangan kesadaran.
Sementara Arumi ingin membalas perbuatan Bunda Irene atas apa yang sudah di perbuat pada dirinya. Kini Arumi sudah berada di dapur sambil menyeduh minuman hangat sambil berfikir cara apa yang akan dia hadihkan untuk Ibu mertuanya yang menurutnya sungguh di luar batas. Sambil mengaduk - aduk minumannya dia pun menemukan ide apa yang akan dia hadiahkan pada sang Ibu mertua. Dia pun segera berdiri dan mencari keberadaan minyak goreng setelah di dapatnya di pun sengaja menumpahkan di pintu masuk dapur kemudian berteriak memanggil nama Bunda Irene
"Bunda ... Bunda tolongin Arumi dong!" ucapnya.
"Iya," ucap Bunda Irene dari luar.
Kini Bunda Irene sudah berjalan menuju dapur tapi ketika kakinya baru akan menyentuh genangan minyak itu tiba - tiba dia di panggil Nyonya Luciana.
"Irene sini dulu sebentar."
"Iya bu. Tunggu bentar ya Arumi Bunda kesana dulu," ucap Bunda Irene seraya balik haluan dan lebih mementingkan panggilan Ibu mertuanya itu.
__ADS_1
Namun kecelakaan itu tak dapat di tolak Arumi bahkan melupakan misi buruk untuk memberika pelajaran pada ibu mertuanya itu. Dia pun berjalan keluar dan melupakan genangan minyak itu
Buk....
Buk...
Arumi jatuh terpeleset dan kini darah segar sudah mengalir di kedua selangkangannya
"Bunda, Nenek tolong...."
Mendengar terikan sang menantu mereka pun menuju kesumber suara.
"Arumi." ucap mereka bersamaan.
Kini Arumi sudah berada di rumah sakit dan saat ini dirinya sudah berada di ruang operasi untuk menyelamatkan nyawa keduanya. Sementara Adam sendiri sudah berada di rumah sakit dan sudah melakukan serangkaian pemeriksaan dan ponselnya pun di nonaktifkan dia tidak mau membuat keluarganya khawatir dan dia berpesan pada Ghea agar keberadaannya di rahasiakan termasuk keluarganya.
Bunda Irene tak henti - hantinya menghubungi nomor ponsel sang Anak untuk mengabarkan keadaan sang istri namun berkali - kali pula dia harus kecewa.
"Apa dok saya kena kanker testis stadium dua?" ucap Adam syok yang mengetahui keadaan dirinya yang sebenarnya.
Dengan mata yang berkaca - kaca, "Sejak kapan saya menderita penyakit mengerikan ini dok?"
"Jika dilihat dari ciri - ciri yang anda sebutkan dan beberapa bulan terakhir yang anda sebutkan sering merasakan mual dan muntah anda menderita penyakit ini sekitar 4 atau 5 bulan. Dan biasanya untuk keadaan ini membuat si penderita akan sangat sulit mendapatkan keturunan karena penyakit ini sudah masuk dalam tahapan mandul. Tapi jangan khawatir dan jangan putus asa masih ada jalan untuk sembuh dari penayakit ini ( Kankernya ya guys bukan mandulnya 😂😂 ) misal saja melakukan perobatan rutin dan sesuai anjuran dokter, melakukan terapi apa lagi ini masih di stadium 2 tidak ada yang mustahil jika anda melakukan semuanya dengan sanang hati, berdoa, usaha serta dorongan dari orang - orang terdekat anda itu adalah obat yang paling mujarab."
__ADS_1
Kini Adam nampak berfikir, "Jika kandungan Arumi di terhitung 7 bulan sementara 5 bulan itu aku baru datang bulan madu bersama Nabila dan aku menikahi Arumi baru dua bulan, 1 bulan aku dan dia..... sementara penyakit ini sudah ada sejak 4 atau 5 bulan yang lalu, berarti anak yang di kandungnya jelas bukan Anakku, lalu Nabila, ya Tuhan aku sudah menyia - nyiakan anak dan istriku," ucap Adam lirih dan kini sudah meneteskan air mata penyesalan dan jika pun di maafkan sudah tiada guna lagi.
Dokter itu pun nampak mengerti dengan gejolak jiwa yang pasien rasakan saat ini, dokter itupun menguatkannya, "Anda harus kuat dan sabar, semua penyakit ada obatnya. Sekarang mari saya bantu keruangan rawat inapmu, kamu harus di rawat beberapa hari untuk melakukan serangkaian perawatan dan terapi untuk memperkecil laju pertumbuhan kankermu."
Kini Adam sudah berada di kamarnya. Sementara Arumi kini sudah melewati masa kritis setelah melahirkan anak laki - lakinya dengan cara cesar dan anak laki - lakinya kini sudah berada diinkubator karena lahir secara prematur. Sementara Arumi sendiri sudah berada di ruang perawatan dengan di temani keluarganya dan keluarga suaminya.
Beberapa jam kemudian Arumi pun sadar dari obat biusnya, mereka pun segera keluar ruangan untuk mencari dokter. Tidak butuh waktu lama kini Ayah Bima sudah kembali dengan dokter Najwa dan dokter Najwa pun segera memeriksa keadaan Arumi dan mau tak mau harus mengabarkan berita buruk mengenai keadaan Arumi yang sebenarnya.
Setelah memeriksa Arumi, "Suami dari Nyonya Arumi mana ya? Ada sesuatu yang harus dia tau mengenai keadaan sang istri." ucap Dokter Najwa.
"Katakan dokter berita buruk seperti apa yang Bu dokter maksud?" Bunda Irene kini menimpali.
Dengan membuang Nafas secara kasar, "Saya minta maaf efek dari jatuh nya Nyonya Arumi mengakibatkan dirinya terkena gangguan saraf dan nyeri tulang belakang dan itu akan sangat sulit membuatnya beraktifitas seperti sedia kala. Dan efek dari dia jatuh juga membuat rahimnya harus di angkat karena mengeluarkan darah dalam jumlah yang sangat banyak atau istilah medis biasa di sebut dengan hemorraghic postpartum atau HPP."
"Kenapa sampai rahim di angkat?" tanya Nyonya Luciana penasaran.
"Rahim Nyonya Arumi di angkat karena darah yang di keluarkannya terlampau banyak dan kami sudah melakukan cara tampon, pengikatan rahim, dan pengikatan pembuluh darah namun usaha kami sebagi tim medis tidak membuahkan hasil dan cara terakhir memang rahimnya harus di angkat."
Semua yang berada di dalam ruangan itu merasa sangat terkejut dan syok mendengar penuturan dokter cantik itu.
...❤❤❤❤❤❤❤...
...TERIMA KASIH, JANGAN LUPA BANTU VOTE YA🙏🏻🙏🏻🙏🏻. TERIMA KASIH...
__ADS_1
...❤❤❤❤❤❤❤❤...