
Selah percakapan antara anak dan mama di hari itu akhirnya Adrian memberanikan diri untuk berbicara langsung kepada Nabila di depan Mama Yulia, dan Nabila tidak mau mengecewakan Adrian maupun Mama Yulia. Dan beberapa hari kedepan mereka akan berakhir pekan hanya berdua dengan Nabila.
🍏🍏🍏
Sementara Adam sudah kesana kemari mencari Nabila namun juga belum menemukan titik terang keberadaan Nabila. Anak buahnya pun turut senasip dengan bosnya, berhubung hari sudah sore mereka pun memutuskan pencariannya di hentikan dulu dan berlanjut besok pagi.
🍏🍏🍏
Di rumah mewah nan mega semenjak kebusukan Arumi author bongkar sejak itu pula kesehatan Nyonya Luciana menjadi turun drastis, bahkan di dalam tidur pun hanya nama Nabila yang dia ingat, sekali pun dia harus bermimpi nama Nabila lah yang dia suarakan. Karena itu juga dia harus keluar masuk rumah sakit untuk memeriksa kesehatannya tapi semua dokter menolaknya lantaran menurut para dokter Nyonya Luciana tidak lah sakit.
Tubuhnya pun kini nampak kurusan dari biasanya. Bunda Irene dan Ayah Bima hanya bisa menatap cemas dengan kondisi sang Ibu yang nampak semakin hari semakin buruk.
Bibir dulu yang selalu nampak berwarna merah kini sudah berubah menjadi pucat pasi, rambut yang selalu rapi bersanggul kini sudah nampak terurus, kuku jari yang nampak selalu berwarna dan berkilau kini sudah tak nampak lagi berkilau.
Bunda Irene dan Ayah Bima hanya bisa menatap sang Ibu dari balik pintu kamar yang nampak terbuka sedikit. Mereka pun masuk dan duduk di samping pembaringan sang Ibu.
Bunda Irene pun mengelus tangan sang Ibu mertua, "Bu bangun! Kata pelayan yang melayani Ibu, Ibu belum makan, buka mata dan mulut Ibu biar Irene yang nyuapi Ibu. Kalau Ibu tidak makan bagaimana Ibu mau sehat?"
Nyonya Luciana pun membuka mata kemudian menggeleng, "Ibu tidak lapar Nak. Ibu hanya ingin bertemu Nabila dan buyut Ibu. Ibu mau minta maaf sama dia, Ibu sudah banyak buat salah sama dia, di sisa akhir usia Ibu, Ibu mau pergi dengan membawa rasa damai dan tentram di hati Ibu. Tolong Irene kabulkan permintaan Ibu, bawa Ibu bertemu Nabila. Dosa Ibu sama Nabila sangat banyak sisanya biarkan Ibu dan tuhan yang tau." kini dengan deraian air mata yang keluar dari sudut mata indahnya.
Sambil menanggukan kepala dan masih memegang tangan sang Ibu mertua, "Iya Bu Irene janji akan membawa Nabila dan buyut Ibu ke depan Ibu. Tapi ibu makan dulu ya, apa Ibu tidak malu nanti di saat bertemu dengan Nabila dan buyut Ibu, Ibu terlihat jelek, kusam dan tidak terawat."
"Janji akan membawa Nabila kehadapan Ibu?"
Sambil mengangguk, "Irene janji Bu?"
Nampak wajah sang Ibu mertua kembali berseri dan bercahaya dan Sang Ibu mertua pun segera bangkit dari tidur nya dan kini duduk di atas tempat tidur nya sambil menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut dan tangan bunda Irene pun dengan cekatan melayani sang Ibu mertua dan menyuapkan bubur yang sudah di memang tersedia di atas nakas.
__ADS_1
***********
Di rumah Dharmawangsa.
Kini sedikit demi sedikit Arumi bisa melupakan kejadian itu dan kini dirinya berangsur membaik dan berjanji pada dirinya sendiri akan menata kehidupannya kearah yang lebih baik. Namun seiring perjalanan waktu pula kondisi kesehatan sang Ibu kian menurun bahkan sekarang hanya bisa melakukan aktifitas di tempat tidur. Wajah yang dulu nampak cantik, mulus, dan terawat kini sudah tidak lagi. Bahkan nasipnya kini hampir serupa dengan Nyonya Luciana.
"IBu harus kuat agar bisa melihat cucu Ibu ini besar dan berkeluarga dan ibu bisa menggendong generasi kedua kita. Ibu harus janji sama Arumi!"
Sambil memegang tangan sang putri, dan air mata pun kini ikut mengalir dari kedua mata indahnya, "Arumi, Ibu minta maaf sama kamu karena Ibu, kamu selalu dapat masalah, karena ibu kamu selalu di rendahkan orang - orang. Ibu sesungguhnya melakukan itu hanya ingin membuat mu bahagia tapi hanya cara ibu yang salah dan tidak memeperdulikan dampaknya di kemudian hari. Ibu hanya ingin berpesan jika ibu sudah tiada jaga cucu ibu baik - baik ajarkan dia jalan yang benar, bimbing dia, jadilah Ibu yang baik untuk putra mu, dan selalu dampingi dia bagaimana pun keadaannya jangan pernah mengajarkan dia seperti yang ibu ajarkan sama kamu. Apa kamu bisa berjanji untuk itu?"
Dengan mengangguk, "Arumi janji Ibu."
Kini Bu Yana beralih menatap anak pertamanya yang sudah meneteska air mata sejak tadi, sambil memegang tangan sang Putra, "Sayang jaga adikmu dan ponakanmu baik - baik jika dia nakal tarik aja kupingnya. Tegur jika dia salah. Hanya kamu yang dia punya dan adikmu Nabila. Dan jika besok atau lusa kalian bertemu dengan Nabila, Bunda Irene dan keluarga, Mama Dinda sekeluarga sampaikan permohonan maaf atas dosa ibu yang sudah ibu perbuat dengan mereka."
Sambil menganggukan kepala, "Akbar janji Bu? Akbar janji akan melakukan yang sesuai ibu minta, Akbar akan menjaga Arumi dengan baik."
Selepas sang Ibu berucap seperti itu Bu Yana pun menutup mata untuk selama - lamanya, pada saat yang bersamaan pula gelas yang Nabila pegang di tangan jatuh dan terhempaskan kelantai hingga berkeping - berkeping.
Mendengar pecahan kaca dari dapur, Mama Yulia dan Adrian pun segera menuju keasal suara, "Kamu kenapa sayang?"
Sambil berjongkok hendak membersihkan
pecahan - pecahan gelas itu, "Entahlah Mah perasaan Nabila sungguh tidak enak, dan perasaan Nabila mengatakan ada sesuatu yang terjadi dirumah Nabila saat ini."
"Coba kamu telepon orang - orang dirumah dan menanyakan tentang kecemasan mu, barang kali hanya perasaan mu saja?"
"Nabila tidak tau nomor telepon dirumah."
__ADS_1
"Ya sudah sekarang kamu istrihat dan besok kita kesana dan pecahan kacanya biarkan saja berserakan di lantai nanti Adrian yang membersihkan."
Mereka pun berjalan keluar dengan bejalan beriringan. Sementara Adrian membersihkan pecahan gelas itu.
🍏🍏🍏🍏
Di tempat yang lain di kota C.
Semenjak menghilangnya sang anak beberapa bulan yang lalu, akhirnya Mama Dinda berhasil melacak keberadaan sang anak dan kini mereka sudah tinggal bersama selama beberapa hari.
"Mau sampai kapan kamu akan bersembunyi seperti ini?" tanya Mama Dinda pada Tommy.
"Entahlah Mah, Tommy terlalu pengecut untuk menjadi seorang pria gantleman untuk bertanggung jawab atas apa yang Tommy perbuat pada Arumi. Dan mungkin saat ini dia sudah melahirkan anak Tommy. Mah, bagaimana jika Tommy ingin mencari mereka dan akan hidup bersama mereka. Apa Mama akan merestui hubungan kami?"
Sambil tersenyum kemudian mengangguk, "Mama merestui hubungan kalian. Dan Mama minta maaf atas keegoisan Mama semua jadi seperti ini. Andai kata Mama tidak mencampur adukkan masa lalu dan masa sekarang mungkin keadaannya tidak seperti ini. Mama minta maaf dan pergi jemput Arumi dan cucu Mama. Lalu bagaimana dengan Siska bukankah kalian sudah bertunangan?"
"Soal Siska, Tommy bisa menjelaskan secara perlahan - lahan agar dia mau mengerti jika cinta memang tidak bisa di paksakan. Walaupun Tommy sudah bertunangan dengan dia kan Mama tau cinta Tommy hanya untuk satu orang yaitu untuk Arumi."
"Mama mendo,akan semoga urusan kamu lancar dan sesuai dengan harapan kamu. Sekali lagi Mama minta maaf atas dosa dan kesalahan yang sudah Mama lakukan sama kamu dan Arumi."
Dengan tersenyum, "Mama tidak perlu minta maaf seperti ini sama Tommy karena sebelum Mama minta maaf, Tommy sudah memaafkan Mama. Tommy juga minta maaf Ma."
...Mereka pun berpelukan....
...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...
...TERIMA KASIH...
__ADS_1
...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...