ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 145. CLBK 9.


__ADS_3

Hallo guys jangan lupa mampir di karya author yang lainnya dan maaf jika kata - katanya kurang dapat di pahami.



Kini Adam dan Nenek Luciana sudah tiba di bandara dan sudah berdada di atas pesawat setelah melakukan serangkaian pemeriksaan. Kini pesawat telah siap mengudara.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Di tempat yang lain kini Arumi sudah siap dengan segala tekad yang semalam dia putuskan sendiri tanpa memberitahukan sang kakak. Kini dia sudah rapi dengan pakaian ala - ala kantornya. Setelah di rasa semua sudah cukup kini Arumi melangkahkan kakinya keluar kamar menuju kamar sang Putra dan dilihatnya sang Anak sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Walaupun usia Varo masih sangat lah muda tapi Arumi sudah mengajarkan cara berpakaian sendiri dan lain sebagainya biar jauh dari kesan anak manja.


Kini mereka sudah tiba di lantai bawah dan kini mereka sudah menuju meja makan. Disana sudah ada sang Kakak yang menunggu sang Adik beserta sang ponakan.


"Pagi tampan," sapa sang paman seraya mengoleskan roti kesukaan sang ponakan dengaan selai coklat.


"Pagi Paman. Paman juga tampan," Varo pun duduk di samping kursi sang Paman.


"Buruan sarapan!"


"Syiaaaapppp Paman."


Akbar pun memeperhatikan gaya Arumi pagi ini yang menurutnya tak biasa. Dia pun bertanya, "Rum kamu mau kemana pagi begini sudah rapi saja?"


Arumi pun memperhatikan baju yang Ia kenakan, sambil tersenyum, "Ada rapat di sekolah Varo mengenai hari Ayah. Iya kan Varo?" Sambil mengode dengan menendang pelan kaki sang anak.


"I_iya Paman." ucapnya berbohong.


"Maafkan Varo Paman." ucap Varo dalam hati.


Kini mereka sudah menyelesaikan sarapan paginya. Akbar pun segera berangkat keresto, sementara Arumi segera mengantar sang Anak kesekolah. Beberapa saat kemudian Kini mereka sudah tiba di halaman sekolah.


Sambil berjongkok dan mensejajarkan tubuh Arumi dengan sang Anak, "Anak pintar jangan nakal di sekolah ya patuhi segala perintah Mom. Trus kalau ketemu sama Om kemarin jangan mau di ajak! Om itu orang jahat. Ok?"


"Ok Mama," ucap Varo seraya mencium punggung tangan sang Ibu kemudian mencium pipi kanan dan kiri.


Kini Varo sudah berjalan masuk kekelas sementara Arumi sudah kembali ke taksi yang akan membawanya ke Pratama 2. Beberapa saat kemudian kini Arumi sudah tiba di kantor Pratama 2. Dia pun langsung menuju meja resepsionis.


"Pagi Mbak." sapa Arumi ramah.


"Pagi Mbak. Apa ada yang bisa di bantu?"


"Oh iya Mbak apa benar di sini sedang membuka lowongan pekerjaan?"


"Oh iya benar sekali Mbak. Silahkan Mbak naik lift ke lantai 13 di sana sudah tim seleksi yang akan menyeleksi anda!"

__ADS_1


"Baik Mbak. Terima kasih."


Arumi pun segera menuju Lift dan menekan no 13. Beberapa saat kemudian kini Arumi sudah tiba di lantai 13. Arumi pun langsung menuju meja sekretaris bos untuk menanyakan kembali perihal lowongan itu.


"Pagi Mbak," sapa Arumi ramah.


"Pagi Mbak. Apa ada yang bisa saya bantu." ucap sekretaris itu tak kalah ramahnya.


"Apa benar sedang membuka lowongan pekerjaan?"


"Benar Mbak. Apa bisa melihat lamaran anda!"


"Tentu." Arumi pun mengeluarkan map coklat dari dalam tasnya kemudian menyerahkan pada wanita itu.


Sekretaris itu pun menerima map coklat dari Arumi kemudian di bacanya. Beberapa saat kemudian, "Selamat bergabung di PT, Pratama 2," ucap sekretaris itu seraya mengulurkan tangan ke Arumi.


Arumipun menyambut uluran tangan wanita itu dengan rasa tidak percaya, "Saya di terima?"


"Iya anda di terima."


"Apa tidak ada tes atau apa gitu?"


"Tidak ada karena yang melamar pada pada posisi ini hanya anda saja. Jadi, tidak usah ada tes atau semacamnya. Lagi pula di lihat dari surat lamaran dan lampiran - lampiran yang anda sertakan itu semua cukup mewakili semuanya."


"Besok."


"Ok terima kasih."


...Mereka pun berpisah....


Di sekolah.


"Om itu mana ya kok tidak muncul? Ini kan sudah jam pulang sekolah." ucap Varo dalam hati.


Kini Varo sudah berada di pos satpam sambil menunggu di jemput Arumi yang hingga sekarang belum juga menampakaan batang hidungnya.


Beberapa saat kemudian, kini Arumi sudah menampakkan batang hidungnya dan itu membuat hati Varo menjadi senang.


Sambil berdiri dan merentangkan kedua tangannya, "Mama."


Arumi pun menyambutnya, "Sayang."


"Kenapa Mama lama sekali menjemput Varo?"

__ADS_1


Sambil mengusap rambut sang anak, "Maaf kan Mama sayang, tadi Mama ada urusan yang tidak bisa Mama tinggalkan."


Sesaat kemudian kini mereka sudah berada di dalam taksi yang akan membawa mereka tiba di rumah.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


"Cinta apa semua nya sudah di siapkan?" tanya Adrian pada sang Istri. Mereka akan berakhir pekan walau perginya tidak jauh asal mereka semua berkumpul bersama itu sudah cukup memberikan kesan istimewa tersendiri apa lagi di lengkapi dengan kedua anak - anak kembar yang lucu dan menggemaskan seperti Chandra dan Kirana.


"Iya sudah sayang, tinggal di angkat saja lagi." ucap Nabila.


Namun baru saja Nabila akan berdiri, tiba - tiba perasaannya mendadak tidak enak, pusing dan berkunang - kunang, pembawaannya kepingin mual dan muntah.


"Ada apa denganku?"


"Cinta kok kamu masih duduk di sini?" tanya Adrian yang kini berdiri di ambang pintu kamar, Nabila pun menoleh ke arah sang suami, "Ah ... ini juga baru mau berdiri," ucapnya dengan tersenyum walau kesan di paksakan efek menahan sakit di kepala.


Adrian pun berjalan masuk dan mendekat kearah sang istri dan melihat wajah sang Istri dalam keadaan yang sedikit pucat dan dahi berkeringat sementara pendingin di ruangan itu sedang baik - baik saja.


Sambil melap keringat sang istri dengan tissu yang ada di atas nakas, "Cinta kamu sakit? Apa perlu aku periksa?"


Sambil tersenyum, "Jika kamu memeriksa aku sekarang, adanya kita tidak akan jadi berakhir pekan." ucap Nabila seraya berdiri dan melenggang pergi, diikuti Adrian di belakang.


Kini segala persiapan sudah mereka rampungkan. Tenda - tenda telah mereka pasang di tepi pantai yang ada di halaman rumah. Kini mereka sudah berada di sana dan menikmati keindahan pantai di siang hari di bawah rindangnya pohon - pohon sebagai penyangga terik sinar matahari agar tidak tersengat secara langsung kekulit.


Kini si kembar bersama Sang Ayah sedang bermain kejar - kejaran bola, sedangkan Nabila bersama Ibu mertuanya sedang menyiapkan makan siang. Kini makan siang sudah terhidangkan diatas tikar yang mereka bawa dari rumah.


"Sayang makan siang dulu yuk!"


Teriakan Nabila membuat mereka menghentikan aktivitasnya kemudian berlari ke arahnya.


"Cuci tangan dulu!" ucap Nabila kepada ke tiga belahan hatinya ketika mereka sudah tiba disana.


...Kini mereka sudah menikmati makan siang, sambil sesekali bersenda gurau....


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Adam dan Nenek Luciana sudah tiba di tanah air. Mereka pun segera mencari tumpangan untuk membawa mereka agar segera sampai dirumah.


...❤❤❤❤❤...


...TERIMA KASIH...


...❤❤❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2