ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 104.


__ADS_3

Acara bulan madu versi author untuk Nabila dan Adam di selesaikan dulu ya....


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


Ok lanjut........


Kini Adam dan Nabila sudah tiba di Banjar Baru. Mereka hari ini berkunjung ke hutan pinus mentaos Banjar Baru.



Di sejumlah sudut terdapat banyak payung - payung gantung warna warni yang disusun rapi dan bisa menjadi background kece untuk foto. Bukan hanya orang - orang lokal saja yang biasa berkunjung kesini tapi orang luar pun kadang - kadang ada yang berkunjung ketempat ini.



Ini foto yang sempat mereka abadikan.


"Habibi setelah ini kita mau kemana?"


Sambil menggandeng tangan sang istri dan mengajaknya keliling sambil melihat dan menikmati keindahan hutan pinus, "setelah ini kita akan ke pelaehari."


"Hmmmm..."


"Kamu lelah?"


"Iya sedikit."


"Kita duduk disana yuk!"


"Hmmmm..."


Mereka kini sedang duduk di kursi sebuah taman yang ada di tengah - tengah hutan pinus mentaos sambil menikmati teh herbal khas kota Banjar Baru yang konon katanya memiliki segudang khasiat untuk kesehatan dan banyak diincar wisatawan baik dalam maupun luar Negri.


"Bagaimana apa tehnya enak?" tanya Adam.


"Lumayan lah."


kini mereka sedang menikmati teh hangat nya bersama kue khas dari daerah itu.



Note : Kue rangi. kue rangi ini termasuk kue tradisional dengan harga relatif murah namun rasanya begitu nikmat perpaduan rasa manis gula jawa dan bumbu penyedap lainnya membuat kue ini begitu di gemari untuk di jadikan oleh.


Ketika sedang menikmati kue tersebut tiba - tiba Adam merasakan sesuatu yang ingin keluar dari dalam perutnya, dia pun mencari tempat untuk mengeluarkannya. Setelah semua nya keluar dia pun merasakan sedikit lebih baikan. Nabila pun menyusul sang suami yang kini berdiri di samping tong sampah.


Dengan wajah panik, "Habibi kamu kenapa? Apa kamu tidak apa - apa?" tanya Nabila khawatir tatkala mendapati sang suami yang sudah bercucuran keringat dingin di dahinya. Nabila pun mengeluarkan kayu putih dan tisu dari dalam tasnya dan melap serta mengoleskan kayu putih pada dahi dan tengkuk sang suami supaya merasa lebih baikan.

__ADS_1


Adam hanya manganggukan kepalanya tanda dia baik - baik saja. Ketika sedang mengobati sang suami dengan kayu putih tiba - tiba Adam kembali merasakan mual lalu muntah dan kembali mengeluarkan isi dalam perutnya.


Dengan diliputi rasa panik,"Habibi apa perlu kita kerumah sakit?"


Namun lagi - lagi Adam menggelengkan kepalanya. "Kita kebangku yang tadi aja, aku mau rebahan sebentar baru kita melanjutkan perjalanan kita."


Kini mereka sudah berada di bangku itu dengan Adam yang rebahan paha Nabila sebagai bantalannya sementara Nabila dengan penuh lemah lembut memijat - mijat sang suami.


Dengan mata masih terpejam dengan tangan bertengger di jidatnya, "Habiba seperti nya aku lapar deh aku pingin makan bakso."


"Baiklah, mari aku bantu bangun!" ujar Nabila seraya berdiri dan membantu sang suami bangun dari tempat dia berbaring.


Kini mereka sudah berada di jalan raya, setelah berjalan kesana kemari akhirnya mereka pun menemukan pedagang penjual bakso. Kini mereka sudah duduk di dalam setelah mengantri untuk beberapa saat. Beberapa saat kemudian kini pesanan mereka pun sudah tersajikan di atas meja.



.


.


.


.


.


"Habibi kamu muntah lagu? Bagaimana kalau kita kerumah sakit untuk periksa kamu, barang kali kamu sakit."


Dengan wajah sedikit memerah dan mata berair, "Aku tidak apa - apa. Ayo kita kembali keluar."


Kini mereka sudah di luar dan sudah membayar kini mereka sudah kembali kedalam mobil setelah sebelumnya membeli beberapa cemilan coklat dan air mineral untuk menemani mereka selama dalam perjalanan.


Kini mereka sudah dalam perjalan menuju Pelaihari, waktu tempuh dari Banjar Baru kira - kira 1 jam lebih 20 menit.


Untung selama dalam perjalanan Adam tidak merasakan mual. Selang beberapa saat kini mereka sudah tiba pelaihari. Tujuan mereka saat ini adalah Labirin Pelaihari.



Berada di lokasi kantor BP3T, Tambang ulang, Kabupaten tanah laut Labirin ini memiliki daya tarik tersendiri karena keunikannya dan tingkat kesulitannya.



Ini momen yang sempat di abadikan oleh mereka berdua.


Kini mereka sudah dalam perjalan pulang tapi bukan pulang ke Banjarmasin melainkan pulang ke Kota Baru. Terakhir mereka ingin berkunjung ke Pulau Samber Gelap yang terletak di Desa Sekapung, kabupaten Kota Baru.

__ADS_1


Selang beberapa jam berjalanan akhirnya mereka tiba di Kota Baru dan malam ini mereka akan menginap di hotel Grand surya yang ada di siring laut, kota baru.


Note : Sebelum mereka berangkat ke Banjar Baru, Nabila dan Adam sudah check out dari hotel.


Setelah melepas lelah efek seharian melakukan perjalanan kini mereka berencana untuk keluar menikmati pemandangan malam siring laut yang ada di kota baru sekalian untuk makan malam.



Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah menyelesaikan makan malamnya dan berencata untuk segera kembali hotel untuk beristirahat total.


Kini mereka sudah di hotel dan sudah berganti pakaian. Sesaat kemudian kini mereka sudah terdampar di atas pembaringan.


Sambil tidur di lengan sang suami dan melingkarkan tangan nya di perut sang suami mereka pun bercengkrama.


"Terima kasih ya habibi karena sudah mengajak aku jalan - jalan hingga berhari - hari."


Adam pun mengecup kening sang istri sekilas, "Sama - sama Habiba, jika kamu bahagia aku pun turut bahagia dan maaf jalan - jalan nya masih wilayah lokal."


"Tidak apa - apa Habibi begini saja aku sudah cukup sangat bahagia dan senang karena sebelumnya aku memang belum mengenal tempat ini."


Lagi - lagi Adam menghujani sang bidadari kecupan - kecupan lembut hingga hangat dan terjadilah pertarungan sengit di antara mereka. Tapi baru saja mereka akan menuju puncak tiba - tiba.


Tut... tut... tut...


Ponsel Adam berdering di atas nakas di samping tempat tidur, mau tidak mau mereka harus menunda permainan mereka yang kini sudah berada di ubun - ubun...😂😂😂.


Dengan berat hati Adam pun mengangkatnya tanpa melihat nama si penelpon, "Hallo...." dengan suara parau dan kesal.


"Kalian kapan pulang," teriakan sang Bunda membawa Adam kembali kedunia nyata membuat Adam sedikit menggeser ponselnya dari kupingnya yang memekakan telinga lantaran suara sang Bunda lebih nyaring dari pada sirene mobil pemadam.😂😂😂


"Lusa kami pulang Bun, Memangnya ada apa?"


"Tidak ada lusa - lusaan, Bunda tidak mau tau pokonya besok kamu sudah harus ada dirumah mengerti. Titik."


Walaupun Bunda Irene berhati baik, penyabar dan penyayang tetapi jika sudah pakai "Titik" di akhir kalimatnya itu tandanya tidak bisa tawar menawar dan di ganggu gugat.


"Baiklah."


Sambungan telepon pun terputus secara sepihak. Setelah meletakkan ponselnya kembali ke atas nakas, dia pun berniat untuk melanjutkan permainannya yang tertunda Dan setelah menoleh kesamping ternyata sang istri sudah tertidur dengan pulasnya dan dengan berat hati Adam pun merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan ikut terbuia dalam mimpi.


Kini pagi sudah menyapa namun baik Nabila atau pun Adam belum ada yang bangun mereka masih keenakan tidur sambil berpelukan di bawah selimut tebal apa lagi mereka menyewa hotel yang tepat berada di tepi pantai.


...🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓...


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


...🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓...


__ADS_2