ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 39.


__ADS_3

"Ya sudah terima kasih untuk hari ini dan hati - hati saat jalan pulang. Jangan ngebut - ngebut bawa mobil," ucapku mengingatkan.


Tuan Adam pun tersenyum mendengar penuturan ku, "Iya Mimi sayang, Pipi mu ini akan hati - hati membawa mobil."


Sambil mendorong kecil tubuh Tuan Adam, "Sudah ... sudah ... masuk sana dan segera pulang azan maghrib sebentar lagi berkumandang."


"Tapi Pipi masih mau lihat wajahmu, Pipi masih kangen dengan Mimi," ucap Tuan Adam tidak sadar mengucapkan kata - kata itu dan masih tetap mengikuti arah dorongan dari ku.


"Mimi tidak terima alasan apa - apa, yang Mimi mau Pipi harus pulang sakarang karena hari sudah mau gelap."


"Pipi seharian ini kita bersama loh jangan lupa. Masa belum juga puas melihat wajah Mimi."


Tuan Adam pun mendengus kesal, "Ya sudah kalau begitu yuk kita foto berdua, biar nanti di mana pun Pipi berada Mimi seolah - olah selalu berada di dekat Pipi walau hanya sebuah foto." ucap Tuan Adam kemudian.


Aku pun mendekat, "Pipi foto itu bisa di hapus kapanpun Pipi mau." sambil meraih tangan Tuan Adam dan meletakkan di dadanya ( dada milik Tuan Adam ), "Mimi hanya ingin wajah Mimi, senyum Mimi semua yang berhubungan dengan Mimi di letakkan disini, bukan di handphone karena jika di handphone itu bisa hilang dan orang pun bisa menghapusnya. Tapi, jika di letakkan disini," seraya menatap tangannya dan Tuan Adam yang terletak di dada Tuan Adam, "Tidak akan ada orang yang mampu menghapusnya kecuali Pipi sendiri yang jika sudah merasa bosan dengan Mimi dan berniat ingin mencari yang lain."

__ADS_1


Tuan Adam pun mengelus pipiku, "Itu tidak akan pernah terjadi Mimi, Pipi sangat, sangat mencintaimu dan Pipi ingin kita selalu bersama hingga maut memisahkan kita."


"Baiklah kalau begitu Pipi pulang dulu, kalau ada apa - apa hubungi Pipi. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam hati - hati di jalan."


Perlahan - lahan mobil Tuan Adam bergerak lalu menjauh kemudian menghilang dari pandanganku. Aku pun bergegas masuk kedalam rumah dengan senyum yang terus mengembang di wajahku.


Di saat sudah di dalam dan siap naik tangga untuk segera sampai di kamar, disaat yang bersamaan Ibu keluar dari kamar, "Wah ... enak ya sekarang bisa datang dan pergi sesuka hati, pergi pagi pulang sore kenapa tidak sekalian tidak usah pulang saja." ucap sang Ibu dengan intonasi tinggi. Kemudian sang Ibu pun berjalan mendekat ke arahku, "Dari mana saja kamu, jawab." bentakan sang Ibu membuat seluruh penghuni rumah keluar dari kamar dan menuju kesumber suara.


"Sudah berani ya kamu sekarang melawan ibu....." ucap sang Ibu yang kini sudah berjalan semakin dekat kearahku dan siap menguyankan tangannya keudara dan, "Plak," sebuah tamparan mendarat dipipi kanan ku yang putih dan mulus dan menyisakan jari - jari tangan yang terasa sangat panas. Aku pun memegangi pipiku dan air mata yang sejak tadi ku tahan kini lolos dengan begitu saja tanpa meminta permisi.


"Cukup...." teriakan Akbar membuat mereka berdua menoleh ke asal datangnya suara. Sambil terus berjalan mendekat, "Apa sih yang kalian ributkan? Malu dengan tetangga."


Sambil menunjuk wajah ku, semenatara wajah nya sendiri menoleh ke kakakku yang pertama, "Kenapa kamu menghentikan Ibu? Apa kamu sekarang memihak sama wanita pembunuh ini, ha ... jawab Ibu Akbar?" dengan geramnya dan memperlihatkan mata sang Ibu yang kini sudah nampak memerah.

__ADS_1


Dengan tenang, "Nabila masuk kamar!"


Ketika hendak pergi, "Hei ... wanita pembunuh sebelum aku yang menyuruhmu pergi, jangan coba - coba beranjak dari hadapan ku." sang Ibu pun mendekat dan menarik rambutku, aku hanya bisa meringis kesakitan, "Bu lepaskan rambut Nabila, sakit Bu," ucapku lirih dengan air mata yang terus saja menetes dari kedua mata indahku.


Akbar pun mendekat dan berusaha melepas tangan sang Ibu dari tarikan rambut sang adik, setelah lepas, "Cukup Bu, cukup Nabila. Sekarang bubar!"


Note : Maaf belum bisa membuat Nabila menajadi manusia tegar dan kuat dalam menghadapi kenyataan hidup, tapi seiring berjalannya waktu, Nabila akan menemukan jati diri yang baru dalam diri orang lain.


...❤❤❤...


...Terima kasih untuk yang sudah mampir memberikan like dan komentar dan terima kasih untuk like mode kalemnya. Maaf komentar - komentar kalian tidak aku balas satu persatu. Untuk yang promo monggo promo tapi no spam promo ya, lalu like karya aku dan tinggalkan jejak di kolom komentar nanti aku berkunjung balik ke karya keren anda semuanya. Terima kasih, semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


...❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2