ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Chapter sepuluh


__ADS_3

Sheena mengetuk pintu kamar Dante berulang kali namun tak ada jawaban,sheena memberanikan diri membuka pintu dan masuk ke dalam.dia melihat Dante tertidur diatas ranjang dalam posisi duduk dan bersandar di badan ranjang...


"tuan muda..tuan muda" ucap sheena sembari menggoyangkan lengan Dante. terdengar suara gumaman Dante.


"emm" Dante bergumam tanpa membuka matanya.


"saatnya makan malam tuan" sheena berkata lagi.tak ada pergerakan dari Dante,sheena menggoyangkan badan Dante.


"apaan sih kau mengganggu saja" ucap Dante kesal membuka matanya.


"apa" Dante kesal menatap sheena.


"saatnya makan malam tuan muda" sheena menundukkan wajahnya. dia sedang tidak ingin bicara banyak dengan Dante, dia masih kesal dengan ucapan Dante sore tadi.


dengan malas Dante beranjak dari ranjang menuju kamar mandi dan mencuci wajahnya.


setelah keluar Dante mengambil sweather nya dari dalam lemari dan memakainya,kemudian dia melangkah keluar di ikuti sheena di belakangnya..


Alleina tersenyum ceria melihat kehadiran Dante di meja makan,dia mengambil posisi duduk di samping Dante,melingkarkan lengannya di lengan Dante,,sikapnya sungguh manja.dante diam saja menerima kelakuan alleina, dia sudah terbiasa dengan sikap manja alleina.


sheena berdiri tidak jauh dari Dante..dia harus selalu siaga jika Dante menginginkan sesuatu..pada awalnya sheena berpikir tugasnya hanya melayani segala keperluan tuan muda tapi dia sama sekali tidak menyangka akan melakukan hal mudah dan kecil yang bisa di lakukan Dante sendiri.


*lihat saja sebentar lagi dia akan menjadi bayi kolot..


"*aku ingin itu...ambilkan" titahnya menunjuk salah satu hidangan di atas meja.sheena beranjak hendak mengambil namun alleina sudah bergerak cepat.


"kau ingin ini kan?" alleina mengambil makanan dan meletakkan nya ke dalam piring Dante.


"ambilkan aku piring yang baru" Dante bersuara.semua orang yang berada di ruangan itu menatap Dante termasuk mai dan juga luther.seorang pembantu datang dari arah dapur dan meletakkan piring di atas meja di depan Dante.


Dante mengambil piring itu dan menyerahkannya pada sheena tanpa melihat sheena,tangannya menjulur ke belakang menyerahkan piring itu,sheena menerima nya dan melakukan perintah Dante...


"yang itu juga..yang sana...yang ujung sana juga,,aku mau juga yang ini.." sheena berputar mengelilingi meja makan mengambil makanan.


dasar orang bodoh,,, aku sudah seperti gasing di buatnya,omel sheena dalam hati.


Dante beranjak dari kursinya...


"bawa ke kamarku..dan selamat makan" Dante berkata mengarahkan pandangannya pada mai, luther dan alleina,,lalu beranjak pergi menuju ke kamarnya,sheena mengikuti di belakangnya...


"sejak kapan dia makan di kamar" luther menggumam,lalu mengambil makanan..


mai tersenyum melihat tingkah anaknya,,,


"biarkan saja dia seperti itu" mai berkata ke arah luther.


sedangkan alleina dia sangat kesal dengan sikap Dante barusan,tangannya mengepal kuat di bawah meja.


semua ini karena pelayan rendahan itu,,,lihat saja aku akan memberimu pelajaran... alleina marah dalam hati.


Sheena meletakkan piring yang berisi penuh makanan ke atas meja,Dante sudah duduk di depannya.sheena berjalan menuju pantry mengambil sendok dan air putih.


"silahkan makan tuan" sheena berkata.


Dante menyendokkan makanan ke dalam mulutnya,Dante makan dengan cepat tapi dia tidak menghabiskan seluruh makanannya dia hanya memakan separuhnya,Dante meletakkan sendoknya dan meneguk air putih di depannya..


"lanjutkan" ucapnya pada sheena.


"apa?" sheena tidak mengerti maksud ucapan Dante.


"habiskan makanan itu..sayang kalo di buang"


katanya memerintah.


"maksud tuan saya makan bekas tuan" ucap sheena meninggi. dia sungguh tak percaya dengan sikap pria di depannya ini...


bagaimana bisa dia memperlakukan aku serendah ini,jika dia orang lain aku akan melemparkan makanan ini ke wajahnya...


dasar menyebalkan...umpatnya dalam hati.


"kenapa kau masih berdiri di situ,,,duduk dan cepat habiskan" Dante beranjak dari kursi berjalan menuju sofa,,dia membuka laptopnya..

__ADS_1


melihat sheena yang masih berdiri memandang meja makan,,Dante berdehem..


"makanlah...makanan itu masih pantas untuk di makan" ucapnya pelan.sheena mengalihkan pandangannya ke arah Dante..


ya kau benar,,, makanan itu masih pantas untuk di makan,,aroma nya juga sangat menggoda...baiklah aku akan memakannya..


sheena mencoba berdamai dengan dirinya sendiri...


makanan itu memang masih baik dan pantas untuk di konsumsi,, Dante hanya mengambil separuhnya saja selebihnya memang sengaja Dante sisihkan buat sheena...Dante hanya ingin mencoba untuk lebih dekat dengan sheena meskipun dia sendiri belum bisa berdamai dengan hatinya sendiri.....


dan sampai sekarang dia masih bingung apa alasan nya memilih sheena untuk menjadi istrinya..dia hanya mengikuti kata hatinya....


ya...kata hatinya....


################################


Seorang wanita paruh baya sedang menyiapkan makan malam untuk keluarganya,sementara seorang gadis membantu menyiapkan segala keperluan makan di atas meja...


"makanan selesai" ucap wanita itu membawa makanan ke atas meja,dia hanya memasak makanan sederhana saja...


"ibu sudah selesai" tanya gadis itu senang..


"panggil ayah dan adikmu" wanita itu berkata.


"ayah....Daniel....makan malam sudah siappp"


teriak laura kuat.


"kau ini....sama saja seperti sheena selalu berteriak" ucap ibunya memukul lengan laura.


"hehehe...aku kan pengganti sheena bu" laura menyengir.


pria paruh baya dan anak lelaki remaja datang dari arah depan, mereka menarik kursi dan duduk di meja makan.


"Ayo kita makan yah" ajak laura pada ayahnya.


mereka pun makan bersama dengan senang,,


makan malam pun selesai, laura sudah membereskan meja makan dan mencuci piring,sejak sheena gak ada di rumah,lauralah yang mengerjakan tugas sheena di rumah.


sama seperti sheena,laura tidak ingin membuat ibunya kecapekan karena tugas rumah.


Laura masuk kedalam kamarnya, mengambil dokumen yang tadi siang di terimanya.laura berjalan mendekati ayah dan ibunya yang sedang menonton tv,,sedangkan Daniel sibuk mengerjakan tugas sekolahnya..


"yah...tadi di kampus laura menerima ini" ucap laura menyerahkan secarik kertas dan sebuah kwitansi.


Ayah laura menerima dan memperhatikan dokumen itu,keterkejutan terlihat di wajahnya.


tatapannya beralih pada istri di sampingnya.


"apa benar ini semua nak" ucapnya terharu pada laura.laura mengangguk tanpa bisa berkata apa-apa. air matanya mengalir,,tangis bahagianya pecah,,laura memeluk ayah dan ibunya..


Daniel menyaksikan peristiwa di depannya dengan bingung,mengapa ayah,ibu dan kakaknya menangis sambil berpelukan...


"ayah...ibu..kalian kenapa" tanya Daniel sedih.


laura melepas pelukan mereka,dia menatap adiknya Daniel,menyeka air mata di sudut matanya.


"kami tidak apa-apa sayang...kami cuma bahagia" ucap laura tersenyum.


"aku kira kalian kenapa,,,lagi pula buat apa kalian menangis,, aku tidak suka kalian menangis,,bukankah kak sheena berpesan kalau kita tidak boleh bersedih" Daniel berkata memberi nasehat.


"ya ya ya...maafkan kami ya,kami tidak akan bersedih lagi" ucap laura mengelus kepala adiknya,Daniel teringat sesuatu,dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya sebuah amplop putih dan menyerahkan pada ayah.


"wali kelas tadi memberikannya pada Daniel,


surat itu buat ayah" Daniel berkata lalu melanjutkan tugas sekolahnya.


mereka penasaran dengan isi di dalam amplop, surat apa yang di maksud Daniel.


amplop itu masih tersegel,itu berarti Daniel belum membukanya.ayah membuka amplop dan membaca surat itu...sekali lagi dia terkejut membaca isinya..laura yang melihat ekspresi ayahnya merasa aneh,laura menyaut kertas dari tangan ayah dan membaca nya...

__ADS_1


laura menggeleng kan kepalanya,,,ada apa sebenarnya dengan keluarga mereka saat ini.


"Daniel...apa kau tahu isi surat ini" laura berkata pada Daniel. Daniel menggelengkan kepalanya.


"apa kau tahu setelah lulus nanti kau akan masuk ke SMU AAAAA" ucap laura senang.


"kakak serius..." jawab Daniel semangat.


Daniel menerima kertas yang di sodorkan laura kepadanya..Daniel berteriak senang...


dia memang memimpikan untuk bisa masuk ke SMU favoritnya dan keinginannya terkabul.


sama seperti laura,dia ingin setelah lulus kuliah bisa bekerja di perusahaan bonafite yang di impikannya, dan sebentar lagi hal itu akan terwujud.


"ayah merasa ada yang aneh dengan semua ini bu" ayah berkata pada ibu.


"aneh kenapa yah" sahut ibu.


"kenapa semuanya bisa berbarengan seperti ini..." ucapnya bingung.


"laura juga tadinya sempat gak percaya yah"


"tadi waktu di pabrik ayah juga di panggil ke kantor..." ucap ayah lagi.


"kenapa yah? apa ayah melakukan kesalahan?" tanya laura penasaran.


"trus ayah di panggil kenapa?" ibu menimpali.


"ayah di jadikan pengawas di bagian produksi"


ucap ayah.


"ayah naik jabatan?" laura berkata senang.


"ya bisa di bilang begitu" ayah tersenyum lebar.


"beneran ayah naik jabatan" ibu bertanya lagi mencoba meyakinkan. ayah memandang ibu dan mengangguk kan kepalanya...


"tapi...aneh rasanya....." laura menggantung ucapannya.


"aneh kenapa kak" Daniel ikut menanggapi


"kira -kira siapa orang yang melakukan hal gila seperti ini kepada kita" laura melanjutkan ucapannya.


"Siemens grup...yang memberikan semua ini kepada kita" ayah menjawab.


"ayah tahu soal Siemens grup" tanya laura lagi.ayah mengangguk.


"pabrik dimana ayah bekerja sekarang adalah salah satu milik Siemens grup"


laura mengangguk kan kepalanya,, pantas saja,tapi...atas dasar apa mereka melakukan ini semua,,,pertanyaan itu memenuhi pikiran laura..


"ayah sangat merindukan sheena dan ingin sekali berterima kasih padanya,berkatnya lah kita semua seperti ini" ayah kembali bersedih jika mengingat sheena.


"sheena bekerja sebagai pelayan di mansion Siemens,,tidak sembarang orang bisa bekerja di sana,,om Johnny juga berkata kalau majikan sheena sangat menyukai sheena...dia lah yang memberikan semua ini untuk kita" ayah kembali berkata.


"aku juga sangat merindukan sheena..dia sudah berbuat banyak buat kita" ucap laura lirih,air matanya menetes mengingat sheena..


"sudah..sudah jangan bersedih lagi,,,kita doakan saja semoga di sana sheena baik-baik saja" ibu menenangkan suasana.


"jadi perempuan jangan cengeng kak,,jelek tau" Daniel mengeluarkan lidahnya mengejek laura. laura menjewer telinga adiknya,Daniel meringis kesakitan.. ayah dan ibu tertawa melihat tingkah kedua anaknya....


di dinding besar rumah itu tergantung sebuah foto keluarga,, senyuman keluarga itu terasa indah dan hangat,,seorang gadis cantik dengan senyum merekahnya terlihat seperti pelangi.. dia lah sheena,,pelangi keluarga kecil ini...


TBC


πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’• πŸ’•


happy readingπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€


besok up lagi ya

__ADS_1


sampai jumpa....πŸ˜‹πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2