ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Chapter tiga


__ADS_3

hari yang di nanti telah tiba....


Sebastian mengumpulkan seluruh pelayan di sebuah ruangan rumah utama..aula besar rumah utama..dia memberikan pengarahan kepada semua pelayan terutama pelayan baru.lima belas menit akhirnya berlalu,semua pelayan bubar kembali kepada tugas yang telah di tetapkannya sebagai kepala pelayan di rumah ini,terkecuali sheena karena dia meminta sheena untuk tetap berada di tempatnya......


"hari ini tuan Dante akan tiba,,apa kau sudah mempelajari semua isi buku itu" Sebastian berkata.


"iya pak" sheena menjawab singkat.


"jangan pernah lupa dengan nasehat yang di berikan nyonya,, tugasmu hanya melayani tuan muda,,dan jangan pernah membantah kata-kata tuan muda" Sebastian memberi pengarahan.


"baik pak..saya akan berusaha" sheena menjawab.


"sekarang ikut saya" Sebastian berkata dan berjalan keluar ruangan,sheena mengikuti Sebastian dari belakang.sebastian berhenti di depan sebuah pintu,masih tetap di lantai satu tidak jauh dari aula tempat mereka tadi...


Sebastian membuka pintu,,hawa ruangan itu tercium di hidung sheena..aroma lavender pikirnya,,,bunga lavender adalah bunga kesukaan sheena....


"ini adalah kamarmu,," Sebastian berkata.


"kamar saya pak?" sheena terperangah.


Sebastian mengangguk."pindahkan semua barang-barang mu ke kamar ini" Sebastian memberi perintah.sheena menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju rumah samping untuk mengambil semua barang-barang nya.


angel masuk ke dalam kamar saat melihat pintu kamar terbuka.dia melihat sheena memasukkan semua pakaiannya ke dalam tas lusuhnya.


"kau mau kemana sheena?" angel berkata bingung.


"Sebastian memintaku untuk tinggal di rumah utama" sheena menghentikan pekerjaan nya sebentar dan melihat angel,lalu melanjutkan pekerjaan nya lagi.angel terduduk di ranjang.


menatap sheena yang masih sibuk membereskan barang-barangnya.....


"apa kita masih bisa bertemu lagi?" angel berkata sedih. sheena menoleh ke arah angel,


berjalan mendekati angel dan duduk di sebelahnya.


"kita masih tetap bisa bertemu.." sheena memeluk angel.angel membalas pelukan sheena.


"kau akan sibuk mengurusi tuan muda,," angel berkata lagi.sheena melepaskan pelukan.


"aku harus cepat,,pak Sebastian menungguku"


sheena bangkit dan mengambil tasnya...


"jangan bersedih..aku masih di sini dan masih tetap menjadi temanmu" sheena merangkul angel dan berjalan keluar kamar.


Tatapan tidak suka dari beberapa pelayan yang melewati angel dan sheena...mereka saling berbisik dan memandang sheena dengan sinis,,sheena tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan,dia tidak mau ambil peduli dan tetap berjalan menuju rumah utama.

__ADS_1


sheena tiba di kamarnya,Sebastian masih berdiri menunggu di sana di dalam kamar itu.


Sebastian menyerahkan agenda biru kepada sheena,dia menatap agenda itu..buku apa ini batin sheena.


"semua jadwal tuan muda tertulis di agenda itu,,tugasmu menyiapkan semua keperluan tuan muda mulai dia bangun tidur sampai dia tidur lagi." Sebastian berkata.


"baik pak...saya akan melakukannya dengan baik" sheena berkata.


"sebelum jam makan siang tuan muda akan tiba d sini..sekarang pergilah ke dapur utama tanya pada bibi maria apa yang harus kau kerjakan" Sebastian keluar kamar.kini tinggal sheena di kamar ini,dengan cepat dia membereskan semua barang-barang nya,,,,


kemudian dia pergi menuju dapur utama.


Sebuah heli mendarat di lapangan hijau luas nan asri,,angin kencang bertiup di sekitarnya efek baling-baling heli masih berputar.Dua orang pria muda keluar dari heli di susul oleh seorang wanita cantik...rambut gelombangnya beterbangan hingga menutupi sebagian wajahnya,,dia merapikan rambutnya yang berantakan,,berjalan mengikuti dua pria di depannya...


Mai memeluk erat anaknya,,menepuk pundak anaknya berkali-kali.


"mommy sangat merindukanmu" mai berkata senang.tak ada ekspresi yang berarti dari wajah Dante anaknya saat dia berkata seperti itu.mai mengerti dengan karakter Dante.


"bagaimana kabar mommy,,," Dante bersuara.


"mommy baik sayang..." mai menjawab.


"apakah tante sudah melupakan ku" pria lain berkata di balik tubuh Dante.mai tertawa lebar..lalu memeluk pria itu...


"bagaimana aku bisa melupakan mu,,kau juga anakku" ucap mai tersenyum.


"sudah tugasnya menyusahkan aku tante" luther membalas melirik Dante.


lagi-lagi tak ada ekspresi dari wajah Dante saat mai dan luther menggodanya...


"allaina.." mai menyapa gadis cantik di depannya.sebenarnya dia tidak menyukai allaina,,meski suaminya berteman baik dengan allaina dia merasa allaina bukan wanita yang baik untuk Dante...tetapi suaminya tetap bersikeras untuk menjadikan allaina menantu mereka.


"hallo tante" allaina mendekat dan mencium kedua pipi mai.mai bersikap biasa,dia sama sekali tidak menunjukkan rasa tidak sukanya pada allaina."papa dan mama titip salam buat tante" allaina menambahkan.


"terima kasih" ucap mai singkat.mai membawa mereka masuk kedalam mansion,,


beberapa pelayan membawa koper mereka menuju kamar mereka masing-masing.


Mai kini berada di kamar Dante..Dante duduk di atas sofa menatap fokus laptopnya....mai berjalan dan duduk di samping Dante.


"kau baru saja tiba sayang,,,sebaiknya istirahat dulu" mai menyentuh pundak Dante.


"sebentar saja mom" Dante bersuara tanpa menoleh ke mai.


"ada yang ingin mom katakan padamu" mai berkata lagi.dante menutup laptopnya,,,,

__ADS_1


melepaskan jasnya,,dan membuka dua kancing kemejanya.. tatapannya sekarang beralih kepada mai.


"mommy sudah menyiapkan pelayan khusus untukmu" mai bersuara lagi.


"pelayan lagi....pelayan lagi...Dante bisa urus diri sendiri mom" Dante berbicara ketus.


"kau memerlukannya sayang...dia bisa membantu mu" mai menegaskan.


"mom dan daddy tidak ada bedanya..." Dante mendengus kesal.


"apa kau menerima perjodohan dari daddymu"


ucap mai penasaran.


"Dante belum memikirkan soal pernikahan mom" balas Dante.


"apa kau mencintai allaina" tanya mai lagi.


Dante menggelengkan kepalanya....


"tidak tahu mom...perasaan Dante biasa saja"


"mommy tidak suka dengan pilihan daddymu"


mai berkata jujur di depan Dante."mommy merasa dia bukan wanita yang baik untukmu"


mai membelai rambut Dante.


Dante beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi.


"mama tunggu di meja makan...sekalian mama akan mengenalkan pelayan baru itu" mai berkata dan beranjak dari sofa.


Dante berbalik memandang mai.


"terserah mommy" ucap Dante kesal dan masuk ke kamar mandi.


***berssmbungggg.....


###############################


alhamdulillah bisa up lagi....jari aku udah keriting ni 😀😀


jangan lupa kasih like dan komennya ya akak cantik...


tungguin terus up dari aku ya...😘😘😘

__ADS_1


sheena Dante yang mencintai kalian 😍😍***


__ADS_2