ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
BAB 194. PSH (IP : S4 )


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


"Ya sudah sekarang kamu istirahat, aku mau keluar sebentar." ucap Bara kemudian membantu Tiara untuk tidur kembali.


Setelah selesai, "Kamu istirahat dan jangan berfikir macam - macam, aku selalu ada untukmu." ucap Bara seraya tersenyum.


"Terimakasih untuk dukungannya sejauh ini. Tanpa kamu, aku nggak tau aku akan seperti apa. Terimakasih ya."


"Iya sama-sama."


Bara pun pergi, tapi Tiara tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun. Dia tiba - tiba teringat kejadian satu tahun yang lalu, walaupun dulu kesannya wanita itu adalah wanita sombong dan menyebalkan tapi dia juga memiliki sisi baik yang jarang orang temukan pada diri wanita itu. Dan sejak saat itu mereka berdua memutuskan untuk jadi sahabat.


💝💝💝


Disisi lain.


Kirana saat ini sedang duduk ditaman belakang rumahnya sembari menikmati senja bertanda malam akan segera tiba.


"Omah, apa kah Kirana pernah dapat telpon atau hanya mendapatkan Wa dari seseorang?" tanya Kirana.


"Maksud kamu?"


"Tiara Mah, apakah dia pernah menelepon atau hanya sekedar kirim pesan buat Kirana?"

__ADS_1


"Rasa - rasanya Tiara sudah lama nggak ada telepon kamu atau bahkan hanya sekedar kirim kabar lewat sms atau Wa."


"Kira - kira dia kemana ya? Apakah dia lupa dengan janjinya? Janji persahabatan yang pernah kami ucapkan bersama?" ucap Kirana sedih.


"Kirana sayang jangan berfikir yang tidak - tidak, Tiara mungkin sedang sibuk, kamu tunggu aja kabar nya pasti dia akan menghubungi mu." ucap sang Omah menenangkan dan berusaha menghiburnya.


Ketika sedang asyik bercerita, tiba - tiba handphone Kirana berdering. Bunda Irene pun segera meraih handphone itu dan menggeser ikon berwarna hijau tanda panggilan diterima.


📞."Assalamualaikum, selamat sore."


📞."Waalaikumsalam, selamat sore. Apa bisa bicara dengan Bunda Irene?"


📞."Iya saya sendiri. Ada apa ya Pak mencari saya?"


📞."Iya Pak, terima kasih."


Sambungan telepon terputus.


"Omah ada apa?"


"Selamat sayang, kamu dapat pendonor mata dan besok kita disuruh kerumah sakit untuk melakukan pencangkokan mata."


Dengan wajah bahagia, "Sungguh? Omah sedang tidak bercanda dengan Kirana kan?"


"Omah serius sayang, tidak lama lagi kamu akan melihat dunia."

__ADS_1


Kirana pun memeluk Bunda Irene dan menumpahkan tangis haru dan bahagia di pundak sang Bunda.


"Siapa yang orang yang baik yang telah mendonorkan matanya untuk Kirana?" ucap Kirana disela - sela isak tangisnya.


"Bunda nggak tau sayang, siapa orang baik yang mau menolong mu. Besok kita kerumah sakit karena akan dilakukan serangkaian pemeriksaan."


Sembari mengangguk, "Hmmmmmmm."


"Mari kita masuk, hari sudah gelap." ajak Bunda Irene sembari membantu Kirana untuk berdiri dan menuntunnya untuk masuk kedalam rumah.


💝💝💝


Dirumah sakit, Tiara sedang berjuang untuk tetap bisa bertahan hidup setidaknya sampai besok pagi. Alat-alat penunjang kehidupan kini sudah terpasang dengan indah disetiap tubuh kurus Tiara. Semenjak menderita kanker, tubuh yang semula cantik, padat dan agak berisi kini berangsur-angsur mengurus dan hampir tak berisi lagi.


Saat ini Tiara sudah berada di IGD dan sedang berada dalam penanganan khusus. Bara selalu setia menemani nya dan berjanji tidak akan meninggalkan nya walau sedetik pun.


...💝💝💝💝...


...Saat malam tiba, bulan datang untuk menemani langit. Tetapi bintang yang tak hadir saat itu juga. Hampa jika langit hanya bersama bulan saja. Layaknya dua orang yang menunggu kehadiran bintangnya....


...💝💝💝💝



...

__ADS_1


__ADS_2