ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 34.


__ADS_3

Kini aku dan Tuan Adam sudah di dalam mobil. Hari ini dia membawa mobil sendiri, tidak ada percakapan antara kami berdua hanya saling memandang hingga akhir nya sama - sama membuang muka.


Aku memilih diam dan memalingkan wajahku keluar jendela mobil. Aku tak ingin jika dia tau tentang kesedihan dan drama apa pagi ini yang baru aku lakoni.


Tuan Adam yang sedari tadi memperhatikan ku hanya bisa bertanya - bertanya kenapa dia sampai sesedih ini, walau sebenarnya dia tahu apa permasalahannya tapi dengan kejadian pagi ini dia tahu kalau wanitanya ini sedang tidak baik - baik saja.


Setelah cukup lama terdiam, Tuan Adam pun berbasa basi sambil terus fokus kedepan dan sekali - kali menatap wanita yang kini duduk di sampingnya, "Kamu kenapa? Apa kamu tidak senang pergi bersamaku?"


Krik....


Krik....


Krik....


"Nabila...."


Tidak ada jawaban dari ku. Aku cukup sibuk memperhatikan pemandangan dari luar yang kulihat silih berganti.


"Nabila...."


Masih sama tidak ada respon dari aku. Tuan Adam pun menepikan mobilnya. Setelah mobil berhenti, aku pun baru sadar kalau ini berada di tepi jalan raya, aku pun menoleh ke arahnya, "Tuan kenapa kita berhenti disini?"


Dengan tangan memegangi setiran mobil, "Kamu kenapa? Apa kamu tidak suka aku bawa keluar jalan - jalan?"


"Aku senang Tuan bahkan aku bahagia bisa menemanimu jalan - jalan."


Dengan pertanyaan penuh selidik, "Jika kamu senang kenapa wajahmu memancarkan aura ketidak sukaan?"


Aku hanya menunduk diam dengan pertanyaan Tuan Adam. Tuan Adam pun memegang kedua bahuku hingga aku dan dia bisa saling melihat satu sama lain kemudian memegang daguku lalu perlahan - lahan mengangkat wajahku, dan mata kami pun saling bertemu, "Jika kamu punya masalah cerita ke aku, aku siap menjadi pendengar setiamu. Aku tidak ingin di antara kita ada rahasia, aku tidak suka melihat wanita yang aku sayang dan cintai bersedih apa lagi harus mengeluarkan air mata di depanku. Jika kamu butuh teman curhat, aku siap menjadi sahabat atau temanmu, jika kamu butuh untuk berbagi kasih sayang dan cinta aku siap menjadi kekasihmu, jika kamu butuh sandaran di saat hati sedang kacau, aku siap menjadi sandaranmu."

__ADS_1


Tiba - tiba aku terharu, aku tersentuh dengan kalimatnya, "Semoga dialah yang dikirim oleh Tuhan sebagai pengganti Ayahku yang akan selalu melindungiku, merangkulku disaat aku terpuruk, membantuku bangun disaat aku terjatuh, menghapus air mataku di saat aku menangis." gumamku dalam hati.


Tiba - tiba air mataku jatuh tanpa permisi membasahi pipiku


"Hei ... hei ... Nabila sayang jangan menangis air matamu terlalu mahal untuk mereka. Aku janji sama kamu mereka tidak akan pernah bisa menyakitimu lagi bahkan untuk menyentuhmu barang sehelai rambut pun tidak akan aku biarkan untuk itu, jika mereka berani melakukan itu aku adalah orang terdepan yang akan membela dan melindungimu."


"Jadi...." ucapanku terhenti karena jarinya di letakkan dibibirku.


"Iya sayang aku tahu semuanya. Aku tahu drama apa yang sudah kalian mainkan tadi pagi. Maafkan aku sebenarnya aku mendengar semuanya."


"Jadi kamu mendengar semuanya," ucapku mengulang kata - katanya.


Dia hanya mengangguk sebagai jawabannya, dan aku sangat bahagia dengan kata sayang yang dia ucapkan memanggilku, aku tersenyum dan tersipu malu.


Dengan mengumbar senyum di wajahku, lirih tapi masih nampak jelas di telinga, "Aku mau kamu mengulangi kalimatmu sebelumnya?"


"Yang mana?"


"Yang mana?"


Adam nampak berfikir keras lalu kemudian berucap, "Apa yang kamu maksud kata sayang?"


Aku hanya mengangguk, "Katakan sekali lagi."


Sambil tersenyum, "Sayang."


"Sekali lagi."


"Sayang."

__ADS_1


"Sayang."


"Sayang."


"Sayang."


"Sayang."


Aku pun menutup mulutnya dengan jariku, lalu beralih memegang dadanya dengan menempelkan tangan ku di sana, "Cukup sayang dan cinta untukku kamu simpan disini, dan jangan pernah menduakan aku dan berbagi dengan wanita mana pun selain Bunda dan Nyonya Luciana, And I Always stay right because of you, you are my love. Do you promise me?"


Dia pun meraih tanganku lalu menciumnya, "Yeah ... I Promise You."


"You do."


"I do." ucapku.


"I love you so much and i will always stand next to you because you are my true love."


"We will have our own kids and granchild, we"ll watch them grow up." ucapku kemudian.


Karena hanyut dalam suasana kami pun berpelukan untuk saling menguatkan satu sama lain.


"Semoga kata - kata nya tidak berubah seiring bergantinya hari, berputarnya waktu," ucap ku dalam hati.


...❤❤❤...


...Terima kasih karena sudah berkenan mampir memberikan like dan komentar dan terima kasih like mode diam. Dan maaf komentar - komentar kalian tidak aku balas satu persatu. Yang mau promo monggo promo tapi no spam promo ya. tapi sebelum itu like dulu karya aku lalu tinggalkan pesan di kolom komentar nanti aku balik berkunjung ke karya keren anda - anda semuanya. Terima kasih, semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...

__ADS_1


...❤❤❤...


__ADS_2