
"Ya sudah jika itu sudah menjadi keputusanmu, Ibu bisa bilang apa." ucap sang Ibu.
"Ya sudah Arumi siap - siap dulu," ucap Arumi beranjak pergi dari kamar sang Ibu menuju kamarnya sendiri.
Selang beberapa saat kini mereka sudah berada di dalam mobil dan sudah menuju rumah sakit terdekat.
Diperjalanan dengan segala tipuannya, sang Ibupun mengeluh dengan dada yang terasa sesak dan itu sukses membuat Nabila bertambah panik, "Kakak bisa tidak kecepatan mobilnya di tambah kasihan Ibu kesakitan."
Arumi pun mengendari mobil dengan kecepatan di atas rata - rata, selang beberapa saat kini mereka sudah tiba di rumah sakit terdekat dan tentunya rumah sakit dengan orang - orang yang sudah di setting menurut kebutuhan meraka.
Kini sang Ibu sudah berada di dalam ruang perawatan sedang di periksa oleh dokter. Nabila dan Arumi menunggu di luar. Nabila sedari tadi hanya jalan mondar mandir, duduk lalu kemudian berdiri, dia takut jika penyakit sang Ibu berakibat fatal dan tidak bisa di sembuhkan.
Sementara Arumi hanya menatap penuh kemenangan dengan kegelisahan yang nampak di wajah ayu sang adik. Arumi pun berdiri dan berjalan ke arah sang Adik lalu menepuk pundaknya dengan lembut, "Nabila tenangkan hatimu. Ibu bakal sembuh kok."
__ADS_1
Nabila pun terhenti dan menoleh kearah sang Kakak, dengan panik dan mata berkaca - kaca, "Bagaimana mungkin Nabila bisa tenang sementara Ibu ada di dalam sana sedang berjuang sendirian melawan sakit dan entah sampai kapan menanggung sakit itu sendirian. Jika boleh Nabila memilih biarkan Nabila yang menggantikan posisi Ibu yang sedang sakit dari pada harus melihat Ibu menderita," ucap Nabila yang kini air mata yang sejak tadi di tahan - tahan kini luruh juga akhirnya. Arumi hanya bisa menatap tak percaya dengan respon yang di berikan sang adik tentang sakit kepura - puraannya sang Ibu.
" Sudah ayo duduk dulu! Tenangkan hati dan pikiranmu. Bukan hanya kamu yang sedih melihat kondisi Ibu yang sama sekali tak pernah kita harapkan. Kakak pun tak ingin jika terjadi sesuatu pada Ibu karena pada kenyataannya hanya Ibu yang saat ini kita punya. Ayo duduk dulu Kamu tidak capek apa dari tadi jalan mondar mandir seperti setrikaan yang tidak beres - beres di setrika oleh Tuannya." sambil merangkul pundak sang Adik serta menuntunnya pada salah satu kursi panjang yang memang di sediakan untuk pengunjung rumah sakit.
Ketika baru saja mau mendaratkan bokong di kursi, pintu kamar sang Ibu pun terbuka. Nampak seorang pria perawakan putih, tinggi dan berkecamata lengkap dengan masker dan jas putih yang membalut tububnya dan salah seorang suster cantik yang sedang mendorong meja troly keluar dari kamar sang Ibu.
Nabila dan Arumi pun mengurungkan niatnya untuk duduk. Mereka pun segera menemui dokter itu, "Keluarga pasien?" tanya sang dokter.
Dengan tampang serius dan meyakinkan agar kebohongan terlihat benar adanya, dokter itu pun berucap, "Maafkan kami Nona - nona keadaan Ibu anda untuk saat ini dalam keadaan sangat kritis dan ibarat sebuah boom waktu yang kapan saja di mana saja jika dia ingin meledak dia akan meledak secara mendadak."
Nabila yang mendengar penuturan sang dokter, mendadak lemah tak berdaya bagaikan petir yang menyambar disiang bolong di kala hari tak hujan.
Dengan air mata yang meluruh turun jatuh tak tertahankan seraya memegang tangan sang dokter, "Tapi dok Ibu saya bisa sembuhkan, bisa kan dok, ayo dong dok jawab kenapa diam aja."
__ADS_1
Dokter itupun tersenyum, "Bisa tapi...."
Belum sempat sang dokter melanjutkan kata - kata nya Nabila pun menyela, "Tapi apa? Tapi apa dok? Uang? Katakan jika masalahnya ada di uang? Berapa pun biaya pengobatan ibu saya, saya sanggup membayarnya."
Sambil menepuk nepuk tangan Nabila, "silahkan Nona urus administrasinya dulu baru kita bisa melanjutkan proses berobatnya ketingkatan yang lebih komplit." ucap dokter itu seraya berlalu pergi.
...❤❤❤...
...Terima kasih untuk yang sudah hadir memberikan like dan komentar dan terima kasih untuk like mode diamnya, maaf kagak membalas satu persatu komentar komentar kalian. Untuk yang promo monggo promo tapi jangan spam promo. lalu like karya aku dan tinggalkan jejak di kolom komentar ntar aku balik berkunjung ke novel keren anda semanya. Terima kasih, semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
...❤❤❤...
__ADS_1