ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
BAB 188. PSH ( IP : S4 ) ( PENANTIAN SIA - SIA )


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Wanita itupun mengumpulkan segala keberanian nya, dengan tangan bergetar dia pun segera mengetuk pintu.


"Tok... tok... tok..."


"Masuk!"


Diapun segera masuk kedalam. Saat ini Tiara sudah berdiri tak jauh dari meja kerja Chandra. Ya, wanita itu adalah Tiara, Wanita yang sudah mampu memikat hati Chandra sejak tujuh tahun yang lalu dan mereka pun memutuskan untuk menjalin hubungan walaupun harus jarak jauh. Chandra pun tercengang lalu kemudian segera bangkit dari kursi kebesaran nya dan berjalan mendekat kearah wanita yang selama ini dia cintai dan rindu kan.


Chandra pun segera berjalan mendekat kearah Tiara dan ingin memeluk dan melepaskan kerinduan yang sudah lama ia pendam. Namun sungguh sayang, Tiara menghentikan langkah Chandra agar tidak mendekatinya.


"Berhenti disana!"


Chandra pun jadi bingung dengan maksud sang pujaan hati.


"Memang nya ada apa?" tanya Chandra tak mengerti seraya mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Apa ada yang salah? Apakah kamu tidak merindukan aku?" tanya Chandra kemudian.


"Aku sudah memiliki pria lain dalam hidup ku, pria yang selalu ada untuk aku, pria yang sudah aku pacari beberapa tahun terakhir ini dan aku datang kesini cuman mau bilang sama kamu kalau hubungan kita cukup sampai disini." Akhirnya kata - kata itu lolos juga dari mulut Tiara. Kata - kata yang sebenarnya tidak ingin dia ucapkan dan tidak ingin mematahkan hati pria yang teramat sangat ia sayangi dan cintai walau harus hubungan jarak jauh tapi dia selalu menjaga hatinya untuk pria yang ia sayangi dan cintai dan pria itu sudah mampu membuat hidupnya lebih berarti dan bermakna.


Chandra mendengar penuturan itu bagai disambar petir disiang hari sulit untuk mempercayainya. Bagaimana mungkin hubungan yang semulanya baik - baik saja, hubungan yang sudah terbina bertahun - tahun lamanya dalam sekejab mata harus berakhir tanpa penjelasan yang pasti.


"Apa maksudmu? Apakah aku kurang baik sama kamu? Apakah aku kurang setia menunggumu? Apakah aku kurang berharta untukmu? Katakan?"


"Apakah ucapan ku, kurang jelas dan kurang di mengerti? Aku mau hubungan ini cukup sampai disini!"


"Tapi, bukankah selama ini hubungan kita baik - baik saja. Lalu kenapa tiba-tiba saja kamu ingin mengakhiri semuanya? Apakah kamu tidak memikirkan bagaimana hancurnya perasaanku saat ini? Apakah kamu lupa dengan janji-janji yang pernah kita ucapkan bersama? Apakah penantian ku, harus berakhir sampai disini?" ucap Chandra tak terima dengan keputusan sepihak yang dibuat oleh wanitanya. Matanya kini nampak berkaca - kaca, menahan tangis dia seorang pria tapi bukan hal yang mustahil jika dia tidak memerlukan air untuk mengurangi beban dihatinya. Sementara Tiara harus nampak kuat dan tegar dan jangan sampai menjatuhkan air matanya.


"Krek."


Seorang pria gagah nan rupawan berjalan masuk membawa 1 paper bag warna coklat berisi makanan dan minuman. Dia pun berjalan mendekati Tiara dan Chandra. Ketika pria itu sudah berdiri disamping Tiara diapun langsung menggenggam tangan Tiara dan mendaratkan ciuman dikening Tiara.


"Maafkan aku sayang telah membuatmu menunggu lama. Ada apa ini sayang?" Siapa pria ini?" tanya pria itu seraya menatap intens kepada Chandra.


Ketika Tiara hendak menjawab pertanyaan sang kekasih, Chandra terlebih dahulu membuka suara.

__ADS_1


"Ooooo.. jadi pria ini jawaban dari tujuh tahun ini? Makanya kamu memilih meninggalkan aku dan lebih memilih dia tanpa memperdulikan dan tanpa mau tau bagaimana hancur dan sakitnya hati dan perasaanku saat ini. Ku fikir kamu bukan wanita jahat yang tega menghancurkan perasaanku hingga berkeping-keping dan ternyata penantianku selama tujuh tahun harus berakhir hari ini." ucap Chandra.


"Eh... bro apa maksud ucapanmu?"


Chandra pun menatap pria itu, "Kamu diam, ini masalah aku dan Tiara."


"Bagaimana mungkin aku diam saja melihat wanitaku ada yang menyakiti. Urusan Tiara menjadi urusanku juga karena aku kekasihnya."


"Aku pastikan kalian akan membayar pengkhianatan ini dengan sangat mahal. Camkan itu?" ucap Chandra kemudian melangkah pergi meninggalkan mereka berdua. Kini Chandra sudah hilang dari pandangan mata mereka berdua. Tinggallah mereka berdua yang masih berdiri diam dan mematung tanpa mengucapkan sepatah kata pun didalam ruangan itu.


Pria itupun mengajak Tiara meninggalkan ruangan itu, Tiara hanya bisa menurut tanpa harus berkomentar. Jujur dia tidak ingin menyakiti siapapun termaksud Chandra, pria yang sudah mampu memikat hatinya, Namun melihat dari sisi lain Tiara harus melakukan itu karena keadaanlah yang memaksanya untuk melakukannya.


Note : Maaf ini up suka - suka jidat๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚banyak pengulangan kata.... aku kehabisan ide dan kataยฒ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚, yang mau promo silahkan tapi satu karya saja.


...****************...


...TERIMAKASIH...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2