ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
BAB 192. PSH ( IP - S4 )


__ADS_3

Matahari telah menampakkan sinarnya dari ufuk timur mengganti kan tugas sang rembulan. Sinarnya menyorot menyorot jendela kamar rawat seorang gadis yang telah bangun dari tidur nyenyak nya.


Clek.


Knop pintu ruang rawat gadis itu kini terbuka, dari balik pintu muncul sosok pria tampan membawa parsel buah - buahan dan sebuket bunga.


"Assalamualaikum," sapanya dan meletakkan parsel bua dan bunga diatas meja disamping tempat tidur Tiara.


"Waalaikumsalam." jawab Tiara sambil tersenyum.


"Bagaimana kabarmu pagi ini?" tanya Bara.


"Begini - begini saja Bar."


"Biar kamu nggak bosan, bagaimana kalau kita jalan - jalan?"


"Hmmmmmmmm..."


Bara membawa Tiara keliling taman rumah sakit.

__ADS_1


Menyusuri setiap tepian rumah sakit. Menikmati semilir angin yang berhembus dipagi yang cerah ini. Bara selalu berada di samping Tiara walaupun status mereka hanya teman tapi Bara menyayangi Tiara dengan sepenuh hati.


Tiara sangat menikmati suasana pagi ini. Sesekali terdengar suara kekehan Tiara, karena melihat anak - anak kecil yang berlarian di taman. Tiara sangat menyukai anak kecil. Menurutnya anak kecil itu lucu - lucu.


"Kadang aku berfikir rasanya sulit untuk menerima semua kenyataan ini. Kenapa aku harus menderita kanker otak, kenapa aku harus menerima semua kenyataan ini? Mengapa Tuhan tidak adil sama aku? Mengapa Tuhan memberikan aku penyakit yang mengerikan ini?" ucap Tiara seraya tersenyum kecut mengingat penyakitnya dan vonis dokter jika hidupnya tak akan lama lagi.


Barapun merasa iba mendengar penuturan Tiara. Barapun mengusap-usap bahu Tiara.


"Kamu yang sabar dan kamu tidak boleh berucap jika Tuhan tidak adil sama kamu. Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya diluar batas kemampuan nya. Tuhan memberimu penyakit sudah pasti Tuhan sangat menyayangi mu tetap lah berbaik sangka karena dibalik sakitmu sudah pasti ada hikmahnya. Jadikan sakitmu ini sebagai ladang pahala atau penggugur dosa - dosamu baik yang sudah berlalu ataupun masa yang akan datang dan jadikan sakit mu ini menjadi sumber kebaikan jika kamu bisa bersabar." Ucap Bara sesekali mengusap matanya yang kini tambak basah.


"Kamu benar aku tidak boleh mengeluh dengan sakit ini, Tuhan memberi ku sakit mungkin ujian dari-Nya karena sudah lalai pada perintahnya dan bisa jadi sakit ini merupakan teguran untukku." ucap Tiara yang kini sudah menangis sejadi-jadinya mengingat dirinya yang sudah sangat jauh dari Tuhannya dan lebih mementingkan mengejar dunianya dari pada akhirat nya.


Sesak didadanya kini menjalari tubuhnya. Dengan sisa tenaga yang ada Tiara pun berucap, "Bara, aku punya permintaan terakhir sama kamu." ucapan Tiara terjeda.


Tanpa ragu, "Aku ingin berhijab dan pertemukan aku dengan seseorang yang telah lama aku impikan."


"Kamu ingin bertemu siapa?"


"Aku ingin bertemu.....,"

__ADS_1


"Kapan?"


"Saat ini."


"Note : Yang baca karya ini, tina ucapin diberikan keberkahan umur, disehatkan badan, di lancar kan rejekinya. Dan jangan lupa "Sehat itu harganya sangat mahal." Aamiin 🙏🙏


Setelah berucap seperti itu, Tiba - tiba laras merasakan sakit dikepalanya. Sakit yang teramat sangat sakit terasa mau pecah. Suatu cairan mengalir dari lubang hidungnya.


"Bar......rrrrrrrrrr keeeeeppaalla ku saa kkit."lirih Tiara. Suaranya tersendat-sendat karena rintihan, berusaha menahan sakit yang menyerangnya. Bara yang melihat Tiara kesakitanpun panik, dengan segera membopong tubuh mungil Tiara, meninggalkan kursi roda Tiara di tepian taman rumah sakit. Dengan tergopoh - tergopoh, Bara berlari sekuat tenaga. Tiara yang berada dalam dekapannya selalu meringis kesakitan. Tak jarang Tiara menjambak rambut nya sendiri. Hingga akhirnya Tiara pingsan tak sadarkan diri.


Tiarapun dilarikan ke UGD. Didalam sana Tiara terbaring lemah tak berdaya dan tengah di tangani dokter dan tim medis rumah sakit. Sementara Bara, tidak bisa diam. Kakinya selalu melangkah kekiri dan kekanan. Mengacak-acak rambutnya sendiri karena frustasi.


"Aku seorang dokter tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk sahabatku. Sahabat macam apa aku?" ucap Bara lirih seraya memukul - mukulkan tangan nya ketembok rumah sakit.


...****************...


...TERIMAKASIH 🙏...


...****************...

__ADS_1


Note : jangan lupa mampir dikarya baru tina ya.... Tina tunggu like, komennya di karya baru tina. terimakasih 🙏.



__ADS_2