
...Assalamualaikum...
...🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓...
Saat ini Tiara sedang dalam penanganan dokter bersama tim medis lainnya. Seluruh penunjang kehidupan kini terpasang dengan indah ditubuh mungil Tiara.
Setelah sempat termenung beberapa saat akhirnya Bara pergi meninggalkan rumah sakit. Dia teringat keinginan Tiara beberapa jam yang lalu yang ingin berhijab. Bara pun pergi kesalah satu toko yang masih berada satu kawasan dengan rumah sakit tersebut.
💝💝💝💝💝
Setelah berjuang selama beberapa jam, akhirnya Tiara kini sudah di pindahkan kekamarnya. Ketika dokter dan suster hendak beranjak pergi, tiba - tiba Tiara membuka matanya.
"Sus, tolong periksa denyut nadinya!"
"Baik dok."
"Apa yang kamu rasakan sekarang?" ucap dokter itu bertanya.
"Sedikit lebih baik." ucap Tiara lirih.
Kemudian Tiara tersenyum dan menggunakan sisa tenaganya untuk bangun hanya sekedar duduk diatas pembaringannya. Suster itupun membantu nya. Setelah duduk.
"Dokter, bisa minta tolong?"
"Katakanlah apa yang kamu perlukan?"
"Tolong berikan saya beberapa lembar kertas dan polpen."
"Itu saja? Apa tidak ada yang lain yang kamu perlukan?"
Sambil menggeleng, "Tidak ada."
"Sus, silahkan keruangan saya. Ambil beberapa lembar kertas yang ada di laci meja saya!"
__ADS_1
"Baik dok." suster itupun segera beranjak pergi.
Beberapa menit kemudian.
Suster itu telah kembali dengan beberapa kertas ditangannya dan menyerahkan kepada Tiara, Tiarapun menerimanya.
"Apa masih ada yang kamu perlukan?" tanya dokter itu kembali.
"Tidak ada. Terimakasih."
"Kalau begitu kami pergi dulu, jika perlu sesuatu silahkan panggil suster." ucap dokter itu kemudian beranjak pergi bersama suster itu.
Selepas dokter dan suster itu pergi, Tiara segera menuangkan isi hatinya kedalam kertas itu. Disaat sedang menulis surat, tiba - tiba Tiara merasakan sakit kepala yang teramat sangat akibat penyakit yang dideritanya. Tiarapun terkulai lemas tak berdaya diatas kasurnya. Dengan sisa-sisa tenaga yang dia punya dia pun menyelesaikan surat - surat itu kemudian menyimpannya dibawah bantal tidurnya.
Baru saja Tiara ingin tidur sejenak, tiba - tiba pintu kamar diketuk dari luar.
"Assalamualaikum."
Bara pun masuk dan langsung duduk disamping Tiara sembari meletakkan paper bag yang dia beli beberapa jam yang lalu.
Tiara mengangguk, "Iya aku baik - baik saja. Kamu dari mana dan apa yang kamu bawa?" tanya Tiara tatkala melihat ada beberapa paper bag tergeletak diatas kasurnya.
Bara mengambil paper bag itu kemudian menyerahkannya ke Tiara, "Ini? Ini ada sedikit hadiah untukmu. Isinya mukena, jilbab, tasbih, Al-Qur'an dan beberapa alat makeup. Aku membelikan spesial buat sahabat cerewet ku ini. Semoga kamu menyukainya."
"Terimakasih."
"Bar, bantu aku bangun dong."
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Bantu aku bangun. Aku mau duduk."
Setelah duduk, Tiara membuka paper bag itu dan semua warna favorit Tiara.
__ADS_1
"Tau aja warna kesukaanku."
"Iya dong."
"Bar, aku boleh minta tolong?"
"Katakan."
"Bantu aku, pakaian aku jilbab ini!" ucap Tiara seraya mengeluarkan satu buah jilbab berwarna hitam.
Barapun membantu Tiara memakai jilbab walau kesan masih acak-acakan tapi setidaknya dia sudah berusaha untuk membantu Tiara tampil cantik dan berbeda, untuk hari ini, besok, lusa dan seterusnya.
Barapun memuji kecantikan sahabatnya itu yang menurutnya benar - benar cantik dengan balutan hijab dikepalanya. Bara memandang Tiara dengan mata tak berkedip.
Mendapat tatapan seperti itu, Tiara jadi malu. Tiara pun melambai-lambai kan tangannya tepat diwajah Bara. Barapun terperanjat dari lamunannya.
"Kenapa? Jelek ya?" tanya Tiara sembari meraba - raba hijabnya.
"Kamu sangat cantik." puji Bara.
Seraya tersenyum, "Kamu bisa aja."
"Sungguh, kamu sangat cantik " kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Bara.
"Kan aku cantik memang dari sononye. Kamu baru sadar ya?"
...****************...
...TERIMAKASIH...
...****************...
__ADS_1
Mohon bantuannya.... Terimakasih 🙏🙏👆👆