ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 173. CLBK 37. Buntu Mikir


__ADS_3

"Terserah kamu aja yang jelas kalau ada sesuatu apa - apa Mama dan Papa tidak akan membelamu."


"Tidak masalah karena Siska yakin rencana Siska ini pasti sukses dan berhasil." Setelah sang Anak berucap seperti itu Mama Shiren pun meninggalkan sang anak sendirian di kamar dengan rencana nya yang dia sendiri pun tak tau akan melakukan apa sang anak besok atau lusa.


...🍨🍨🍨🍨🍨🍨🍨...


Dimobil sambil memperhatikan sang adik dan ponakan dari kaca spion mobil


"Apakah ada tempat yang ingin kalian kunjungi sebelum pulang kerumah?"


Arumi dan Varo pun saling bertatapan kemudian berucap bersamaan seolah - olah mereka sudah sehati dengan isi kepala mereka masing - masing, "Kerestoran."


Akbar pun mengerutkan keningnya, "Kok bisa sama?"


"Varo lapar Om."


"Sama kak Arumi juga lapar, jadi jalan satu - satunya kita kerestoran dulu baru pulang."


"Ok syiaappppppp," ucap Akbar seraya menirukan gaya seperti sedang hormat, mereka pun tertawa bersama - sama.


Sambil mengemudikan mobil dan tentunya sambil fokus mengemudi agar kejadian yang tak diinginkan tidak terjadi Akbar pun berfikir bagaimana caranya agar sang Adik mau kembali menerima sang mantan kekasih untuk di jadikan iman di dalam kehidupannya dan didalam rumah tangganya yang senantiasa akan melindungi, menyayangi, dan menjaganya di segenap jiwa dan raganya.


...❤❤❤❤❤❤...

__ADS_1


Kini Mama Dinda dan Tommy sudah tiba di rumah. Sambil berjalan kearah sofa yang ada di ruang tamu kemudian mendaratkan bokongnya disana, Tommy pun menyandarkan tubuhnya disana sedang berfikir bagaimana caranya untuk meluluhkan hati wanita yang dulu sempat mengisi hari - harinya. Sementara Mama Dinda langsung menuju kamarnya untuk mengganti bajunya dengan baju rumahan.


Sambil membuang nafas kasar dan wajahnya menghadap langit - langit rumah, "Apa aku temui Kakanya saja ya untuk membantu aku membujuk Arumi agar dia mau kembali sama aku lagi," ucap Tommy pada diri sendiri. Lama Tommy bergelut dengan perasaannya sendiri dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu adalah memang yang terbaik dan akan melakukan pendekatan kepada orang - orang terdekat sang kekasih.


...🍟🍟🍟🍟🍟...


"Varo mau makan apa sayang biar om siapkan khusus ponakan om yang ganteng dan pintar ini," ucap Akbar seraya tersenyum dan mengelus - elus pucuk kepala sang ponakan.


"Apa aja deh om yang penting perut Varo bisa kenyang. Dari tadi cacing Varo dah demo nih minta diisi." ucap Varo sambil menatap perutnya dan mengusap - usap nya disana.


"Tunggu bentar ya om siapkan dulu."


Kemudian Akbar pun menatap wajah sang Adik, "Kamu sendiri mau makan apa?"


Selepas Arumi berucap seperti itu, Akbar pun berjalan menuju kebelakang.


.


.


.


"Tada... pesanan pangeran kecil datang." ucap Akbar yang kini sedang berjalan kearah meja di mana sang adik dan ponakan duduk dengan membawa nampan di tangannya.

__ADS_1


.


.


.


"Paman makanan ini sangat lezat." puji sang ponakan sambil memasukan makanan kemulutnya.


Sambil mengusap kepala sang ponakan, "Tentu lezat dong sayang kan paman memasak khusus buat Varo pake bumbu cinta dan kasih sayang."


Sambil tetap melahap makanannya, "Makasih ya paman,"


"Sama - sama sayang." ucap sang paman sambil mencium pucuk kepala sang ponakan.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Di tempat yang lain, kini Kirana semakin tumbuh menjadi gadis kecil yang galak dan tidak akan segan - segan memaki - maki para baby sisternya jika bekerja tidak sesuai dengan keinginannya dan pas pada ukurannya tanpa di lebih kurangkan. Permintaannya pun semakin hari semakin tak terkendalikan dan diusianya yang relatif masih kecil pun kini sudah memiliki barang - barang mewah yang bernilai fantastik yang sama sekali tak berguna dan tidak bermaanfaat dan hanya di jadikan pajangan di dalam lemari besar yang ada di dalam kamarnya.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...Terima kasih...


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


__ADS_2