ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Chapter empat


__ADS_3

Hidangan makan siang tertata rapi diatas meja makan..bibi maria di bantu oleh sheena dan beberapa pelayan lainnya berjaga tidak jauh dari meja makan menunggu majikan mereka turun.sang majikan nyonya besar turun begitu mendapat kabar bahwa makanan siang telah selesai,, mai memperhatikan hidangan siang itu,,tak ada komentar sama sekali.Mai memerintah bibi May untuk memanggil Dante dan yang lainnya untuk turun,,bibi May pun berjalan menaiki tangga menuju lantai dua kamar tuan muda,,,


sementara sheena gugup,dia memainkan jemarinya.Mai memperhatikan sikap sheena.


memperhatikan tampilan sheena siang itu.


wanita ini sangat sopan..batin mai


sheena memakai kemeja lengan panjang navy dengan rok panjang putih motif kembang,,rambutnya di gelung di tutup scarf berwarna putih menutupi semua rambutnya,,,hanya rambut bagian depan saya yang terlihat..terlihat cantik apalagi kulit sheena yang putih seputih susu..dia sudah seperti seorang putri... mai tersenyum melihat penampilan sheena siang ini.


Dante dan yang lainnya turun menuju meja makan,bibi May menyusul di belakang.Mai menyambut anaknya dengan senyuman...


Mereka pun memulai rutinitas makan siang,


suasana hening,,tak ada obrolan yang tercipta semua menikmati makan siang.Dante menyelesaikan makan siangnya terlebih dahulu..melihat anaknya telah selesai mai pun turut menyelesaikan makannya juga...


"sayang...seperti yang mommy katakan tadi mama akan mengenalkannya padamu" mai membuka suara.


"hmmm" Dante bersuara.


luther dan alleina memperhatikan kedua orang di depannya.


Mai memberi isyarat pada bibi Maria,bibi maria mengantarkan sheena mendekati meja makan setelah itu dia kembali ke tempat nya semula.kini sheena berdiri diantara mai dan Dante,,sheena menundukkan kepalanya... dia sama sekali tidak berani melihat pemandangan di depannya.


"sayang...ini sheena yang akan menjadi pelayan pribadimu" mai mengenalkan sheena pada Dante.dante hanya melihat nya sekilas lalu membalikkan wajahnya.


"selamat datang tuan muda" sapa sheena sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.


luther dan alleina tidak bersuara,,bagi luther ini merupakan hal yang biasa,,bukan kali ini saja luther menyaksikan hal seperti ini...


sudah banyak pelayan yang di pekerjakan untuk Dante tapi semuanya tidak berjalan lama,,dalam waktu sebulan semuanya menyerah,,tidak ada yang tahan dan sanggup menghadapi sikap temperamental Dante.tapi luther merasa pelayan Dante kali ini sangat berbeda,,luther memperhatikan sheena dari atas hingga kebawah tapi sayang dia tidak bisa melihat wajah wanita itu,,sangat berbeda dengan pelayan-pelayan Dante sebelumnya,,,.


Dante bangkit dari kursi makannya,,


"mau kemana sayang..." mai bertanya.


"kembali ke kamar mom" Dante menjawab.

__ADS_1


"sheena,,,ikuti tuan muda,lakukan apapun perintahnya" mai berkata.


"baik nyonya besar" sheena menjawab.


sheena berjalan mengikuti Dante,sheena menjaga jarak,,jantungnya berdegup tak menentu.dante membuka pintu kamarnya masuk dan langsung duduk di sofa.


"ambilkan laptop ku itu" Dante menyuruh dan menunjuk laptop di atas meja.sheena bergerak menuju meja mengambil dan menyerahkan laptop kepada Dante.sheena kembali ke tempatnya berdiri tadi.sheena bingung apa yang harus di kerjakan nya di kamar ini,,dia mencuri pandang melihat kamar Dante,,ruangan ini sangat luas.lukisan-lukisan indah terpampang di dinding kamar.lampu kristal besar tergantung cantik di tengah plafon kamar.dia tidak berani melihat wajah tuan mudanya,,karena itu adalah satu peraturan yang tidak boleh di langgar.sheena menundukkan wajahnya kembali.


"maaf tuan muda...apa ada yang bisa saya kerjakan" sheena berkata.


"pindahkan semua pakaian ku yang di koper ke lemari dan rapikan" ucap Dante asal.


sheena bergegas menuju lemari besar mengerjakan tugas yang di perintahkan tuan mudanya.dalam waktu setengah jam sheena menyelesaikan tugasnya,,merapikan lemari.


pakaian Dante di susun berdasarkan warna,,


antara kemeja dan kaos di letakkan di tempat yang berbeda,begitulah yang sheena baca dalam buku kamus tebal Dante.


"buatkan aku teh" Dante berkata.


sheena berjalan menuju pantry kecil yang terletak di sudut ruangan.pantry itu seperti bar kecil.sheena membuatkan secangkir teh hijau kesukaaan Dante dengan sedikit gula.dia juga menyiapkan cemilan kecil,,,


Dante mengusap teh hijaunya,,menatap sheena sebentar,,,teh ini terasa nikmat..batin Dante.dante melanjutkan pekerjaannya lagi..


suara ketukan di pintu terdengar,,sheena membuka pintu,terlihat gadis cantik dan seorang pria.. alleina dan luther pastinya.


alleina langsung masuk menatap kesal sheena,,sementara luther memandang sheena tepatnya wajah sheena,,


gilaaaa...cantik bener pelayan ini,,, luther berkata dalam hati.luther menyunggingkan senyuman mautnya ke sheena,tapi sheena tidak membalasnya,,sheena kembali berjalan mundur kembali ke tempatnya,luther merasa terkejut plus kesal karena tidak mendapat balasan dari sheena..luther masuk berjalan ke arah sofa dan duduk di depan Dante,sementara alleina bergelayut manja memeluk lengan Dante...luther merasa jijik dengan tingkah alleina..dia juga tidak menyukai alleina sama seperti mai.dante hanya diam dengan tingkah manja alleina... bukan hal yang pertama kali alleina bersikap seperti itu kepada Dante.


"Dante...aku ingin jalan-jalan" kata alleina manja.alleina menyandarkan kepalanya di bahu Dante dan melihat laptop yg ada di atas pangkuan dante.


"minta supir untuk mengantarkan mu,,"...


alleina cemberut kesal mendengar perkataan Dante.luther tergelak melihat tingkah alleina menunjukkan kekesalannya.dante menutup laptopnya,,


"luther...aku ingin bicara dengan mu" Dante meletakkan laptop di atas meja,,melepaskan rangkulan alleina.dante beranjak dari sofa.

__ADS_1


"ikut aku ke ruang kerja..." Dante melangkah pergi di ikuti luther,,alleina juga beranjak dari sofa..


"terkecuali kalian berdua" Dante berbalik saat mencapai pintu.sheena menghentikan langkahnya,,masih tetap menundukkan wajahnya...Dante dan luther keluar kamar..hanya alleina dan sheena yang sekarang masih berada di kamar Dante...


alleina menatap sheena tajam,,mengapa aku tidak bisa melihat wajahnya alleina berkata dalam hati...


"buatkan aku secangkir teh,antar ke kamarku"


alleina berkata setengah teriak.


"maaf nyonya,,saya tidak bisa melakukan perintah anda..silahkan suruh pelayan lain"


sheena menjawab.


mendengar perkataan sheena alleina menjadi berang,dia berjalan mendekati sheena,menarik rambut sheena ke belakang sehingga wajah sheena mendongak keatas...


sheena memejamkan matanya,,,


"kau cuma pelayan di rumah di rumah ini jangan sombong" alleina berkata sengit.


"ma..af nona,,nyonya besar memerintah saya hanya patuh pada perintah tuan muda" sheena berkata gugup.mendengar sebutan nyonya muda alleina melepaskan Cengkraman nya...dia berlalu meninggalkan alleina.. sheena memegang dadanya,,kurang ajar sekali wanita ini umpatku sheena...


sheena merapikan rambutnya..setelah membereskan kamar tuan muda dia pergi menuju lantai satu...perutnya keroncongan,dia belum makan siang dan berjalan menuju dapur utama..


***berssmbungggg....


###############################


menurut kakak kakak cocok gak visualisasi


sheena di bawah ini...


jangan lupa kasih like dan komennya ya...


sheena Owen


__ADS_1



__ADS_2