
Kini Adam dan Nabila sudah di dalam mobil dan sudah dijalan raya tapi jalan yang mereka lewati bukanlah jalan menuju pulang kerumahnya atau pun kekantornya.
"Habibi, ini kita mau kemana? Ini kan bukan jalan pulang kerumah atau kekantor kamu." tanya Nabila keheranan.
Adam pun menoleh sepintas lalu kemudian kembali serius mengemudikan mobilnya.
"Kamu mau tau aja atau mau taunya pake banget?" ucap Adam menggoda sang Istri.
"Mau taunya pake banget," seraya menepuk pelan lengan sang suami.
"Kasih tau nggak ya?" ucap Adam yang kini masih setia menggoda sang istri.
Namun kata - kata Adam tak mendapat respon dari sang istri. Adam pun menoleh sepintas ke arah sang Istri yang ternyata sedang tertidur dengan pulasnya dalam jangka waktu yang relatif singkat.
Dia pun segera menepikan mobilnya kemudian mengaktifkan handphonnya lalu kemudian memakai headset bluetoothnya dan segera mencari no kontak sang Bunda. Sesaat kemudian...
Bunda Ireneπ, "Hallo Assalamualaikum," salam dari seberang telephnone.
Adam π, "Waalaikumsalam."
Bunda Irene π, "Iya ada apa sayang? Apa Nabila baik - baik saja." tanya sang Bunda bernada khawatir.
Adam π, "Nabila baik - baik saja Bun dan sekarang dia sedang tidur. Bun ...." ucapan Adam tergantung.
__ADS_1
Bunda Irene,π, "Ada apa sayang ucapannya jangan di gantung dong Bunda penasaran nih."
Walau ragu namun Adam tetap harus mengatakannya karena sebenarnya ini di luar rencana tapi setelah mendengar penuturan sang dokter Adam jadi memiliki inisiatif untuk mengadakan liburan dadakan untuk sang Istri untuk beberapa hari kedepan, ya anggaplah mereka sedang bulan madu kedua. Dan anggaplah hadiah refresing sebelum mereka mengadakan program bayi tabung agar Nabila tidak tegang dan tetap rileks dalam mengikuti setiap langkah - langkah program bayi tabung.
Bunda Irene π, "Adam ... Dam ... apakah kamu baik - baik saja." panggilan sang Bunda membawanya kembali pada dunia nyatanya.
Adam pun terkesiap, π, "Ya Bun Adam baik - baik saja. Oh ya Bund, Adam sama Nabila ingin pergi berlibur ya?"
Bunda Irene,π, "Kok mendadak? Trus pakaian kalian bagaimana? Dan kalian mau liburan kemana?"
Adam π, "Bunda ... nanyanya satu - satu dong, Adam bingung nih mau jawab yang mana duluan jika Bunda langsung menodong Adam dengan pertanyaan yang sangat banyak."
Bunda Irene π, "Ok ... ok ... maaf. Kalian mau liburan kemana?"
Bunda Irene π, "Lalu bagaimana dengan pakaian kalian berdua?"
Adam π, "Nanti Adam dan Nabila beli yang baru saja." ucap Adam enteng.ππ
Bunda Irene π, "Ya sudah hati - hati di jalan dan jangan lupa kabarin Bunda setelah tiba di sana dan jangan lupa pulang - pulang sudah harus pulang bawa cucu," ucap Bunda Irene penuh harap.
Adam π, "Insa Allah bund, do,ain aja semoga Nabila segera hamil."
Bunda Irene,π "Aamiin."
__ADS_1
Adam π, "Ok dulu ya Bund, ntar lagi Adam telepon jika sudah tiba di sana dan sampaikan salam Adam untuk Nenek dan ayah. Assalamualaikum."
Bunda Irene, π"Waalaikumsalam." ucap bunda Irene seraya memutuskan sambungan teleponnya.
...πππππππ...
"Telepon dari siapa?" tanya Nyonya Luciana yang kini sudah duduk di kursi yang ada di sebelah bunda Irene.
"Dari Adma bu."
"Ada apa dengannya?"
"Adam menelpon katanya mau pergi mengajak Nabila bulan madu kedua. Tapi Adam tidak memberi tahukan kepada Irene ketempat mana akan mereka tuju."
Ada senyum terpancarkan dari wajah Nyonya Luciana mengingat kata bulan madu yang di ucapka Irene beberapa menit yang lalu. Nyonya Luciana sangat menaruh harapan besar pada cucu dan cucu menantunya itu agar segera dapat memberikan momongan dan kebahagiaan di sisa akhir usianya.
...ππππππ...
Kini Adam dan Nabila sudah tiba di bandara dan sudah melakukan pengecekan identitas. Dan kini mereka sudah berada di ruang tunggu atau Boarding room dan kini mereka sudah berada di dalam pesawat dan tidak lama lagi pesawat yang mereka tumpangi akan mengudara dengan tujuan kota seribu sungai .
...πππππππ...
...TERIMA KASIH...
__ADS_1
...πππππππ...