
Alhamdulillah, hari ini aku hanya ingin berterima kasih kepada Tuhan karena telah menambahkan satu tahun lagi dalam hidupku. Semoga diriku yang paling bahagia di hari ulang tahun ini pada hari ini aku hanya ingin berterima kasih kepada Tuhan atas anugrah hidup yang tak ternilai yang telah di berikan kepadaku dan untuk orang - orang luar biasa yang telah di tempatkan didalam hidupku. Aamiin.
Untuk teman - teman ku semuanya terima kasih atas ucapannya dan terima kasih untuk kalian yang sudah mengirimkan hadiah online untukku. Berkah selalu ya....
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Kembali kerumah sakit.
Kini Nabila dan Bunda Irene sudah di rumah sakit dan sudah mengambil nomor antrian dan sekarang mereka sedang duduk di kursi pengunjung dan menunggu antrian mereka di panggil.
Tidak perlu waktu lama kini giliran Nabila yang di panggil, Bunda Irene kembali menyalurkan energi positif untuk sang menantu agar pemeriksaannya berjalan sesuai di harapkan.
"Sayang rileks dong, kalau kamu selalu gugup dan harap - harap cemas begini nanti hasil pemeriksaannya juga ikut - ikutan harap - harap cemas. Sudah ayo berdiri sekarang giliran kamu."
"Bunda menemani Nabila masuk kedalam kan?"
Sambil mengangguk, "Iya sayang Bunda akan menemani kamu masuk kedalam."
Mereka pun berdiri dan langsung menuju ruang kandungan.
Kini mereka sudah berada di dalam. Dan sudah duduk di hadapan dokter. Sambil tersenyum, "Ada yang bisa saya bantu Bu?"
"Begini dok, menantu saya ini mau periksa kesuburan walaupun kesan usia pernikahannya masih terbilang muda tapi mereka sudah mempunyai rencana ingin segera memiliki momongan." ucap Bunda Irene mengawali pembiraan.
Sambil menoleh kearah suster yang duduk di dekat pintu, "Sus, tolong ukur tekanan darah, berat badan dan ambil sampel darahnya!" perintah sang dokter wanita dengan tag name Melani.
__ADS_1
Setelah melakukan serangkaia pemeriksaan dan sampel darahnya pun sudah di ambil dan di bawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut, kini Nabila sudah berbaring di atas brankar untuk melakukan pemeriksaan panggul dan USG konvensional, Namun hasil dari USG ini tidak terlalu meyakinkan dengan dugaan sementara sang dokter hingga sang dokter melakukan USG MRI Magnetik Resonance Imaging.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan kini Nabila kembali duduk di tempat semula masih di liputi harap - harap cemas yang kini menggerogot di dalam tubuhnya.
Di saat yang bersamaan pula suster pun datang dengan membawa hasil laboratorium di tangannya.
"Ini dok hasil labnya." ucap sang suster seraya menyodorkan surat. Sang dokterpun menerima, "Terima kasih."
Dokter itu pun segera membuka amplop itu kemudian membacanya, setelah membacanya surat itupun di letakkan di atas meja lalu menatap Nabila dan Bunda Irene bergantian.
Dengan menghembuskan nafas, "Maaf mungkin saya harus menyampaikan kabar ini, walau sebenarnya wanita mana pun tidak ingin mendengar kabar ini."
Nabila kini semakin tidak karuan setelah mendengar kata - kata itu, sementara Bunda Irene masih dengan setianya pendampingi sang menantu dan memberi kekuatan.
"Menurut hasil pemeriksaan laboratorium anda menderita mioma uteri ( Fibroid rahim )."
Bunda Irene pun mengusap bahu sang menantu, "Sabar sayang ... sabar...." ucap Bunda Irene menenangkan sang menantu yang kini sudah nampak tak berdaya.
"Yang sabar ya Bu." ucap sang dokter ikut menegarkan.
Nabila pun menangis di pundak Bunda Irene. "Sudah sayang ... sudah jangan menangis lagi."
Sambil menenangkan, "Dok, mioma uteri itu jenis penyakit apa ya dok?" tanya Bunda Irene.
Sambil meletakkan kedua tangan nya diatas meja, "Mioma uteri atau juga di kenal sebagai fibroid rahim adalah tumor ( miom ) jinak yang tidak memiliki sifat kenker. Kondisi ini bisa di gambarkan sebagai sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal. Dan tindakan medisnya adalah operasi pengangkatan fibroid yang di lakukan melalui ****** dan leher rahim, jika di perlukan." ucap sang dokter menerangkan panjang lebar.
"Cara penyembuhannya bagaimana?"
__ADS_1
"Untuk cara penyembuhannya anda hanya perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan tumor atau miom tidak terlalu berkembang terlalu besar atau menimbulkan masalah lainnya. selain itu minum obat - obatan teratur sesuai dengan anjuran dokter dan jika memang di perlukan kita bisa melakukan operasi pengangkatan rahim atau miomnya saja."
"Tapi menantu saya ini sedang melakukan program kehamilan."
"Itu tidak apa - apa bu karena disini kami punya cara tersendiri untuk mengatasi masalah ini."
"Penyebab dari penyakit ini apa ya dok? Maksudnya dari mana datangnya penyakit ini, sementara menantu saya hidup di lingkungan bersih, gizi cukup."
"Bukan hanya dari lingkungan bersih, gizi kurang pemicu miom ini. penggunaan alat kontrasepsi juga bisa jadi pemicu miom ini, selain dari pada itu nyeri panggul saat haid, haid dalam waktu yang lama, terdapat bercak darah tiba - tiba tapi bukan haid juga bisa menjadi pemicu miom ini."
"Lalu apakah masih bisa hamil?"
"Bisa Bu, bisa hanya saja kesempatan untuk hamil dan memiliki anak sangatlah kecil, peluang kehamilannya hanya 5 sampai dengan 10 % dan untuk mengetahui lebih lanjut silahkan konsultasi kedokter atau spesialis kesuburan agar dapat menilai miom dalam tubuh."
"Apakah ada cara lain untuk bisa mendapatkan keturunan?" Bunda Irene masih dengan antusiasnya bertanya.
Dengan tersenyum, "Bisa Bu hanya saja membutuhkan waktu lama kalau mau hamil secara normal dan bisa juga melalui program bayi tabung."
Tidak ada kata - kata yang bisa Nabila ucapkan selain air mata sebagai jawaban dari segala penjelasan dokter yang barusan dia dengar.
Pupuslah harapan Nabila untuk memiliki malaikat kecil sebagai pelengkap dalam keluarga kecilnya begitu pula Bunda Irene yang menginginkan segera di beri keturunan sebagai penerus keluarga Widjayakusuma.
...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...
...TERIMA KASIH...
__ADS_1
...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...