ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 169. CLBK 33.


__ADS_3

Hari - hari yang di lalui keluarga Pak Gunawan di lalui serba pas - pasan bahkan berkekurangan bagi setara mereka.


Di rumah yang tidak terlalu besar itu menjadi saksi bisu perjalanan suka dan duka mereka walau baru beberapa hari melewati hari - hari tanpa kemewahan dan fasilitas seperti yang sudah - sudah dan satu persatu pula teman - teman kelas papan atasnya meninggalkan mereka tanpa ada yang mau menoleh ataupun mengulurkan tangan atau hanya sekedar bersimpati atas musibah yang menimpa mereka.


Diruang tamu yang sempit dan pengap tak ada Ac yang ada cuman kipas angin kecil sebagai penyejuk di kala kepanasan dan kursi yang sudah nampak jelek dan usang dan membuat bokong siapa saja yang duduk di sana menjadi sakit apa lagi mereka terbiasa memakai yang empuk - empuk, kuku yang terbiasa panjang, terawat kini tidak lagi, wajah yang biasa kinclong kini tidak lagi, baju yang terbiasa mahal dan mewah kini hanya tinggal kenangan. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


"Mah mau sampai kapan kita hidup kayak gini?" tanya Siska dengan sedih pasalnya nasipnya dengan sang Mama pun sama, sama - sama sial berkat mulut maut sang Mama πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


"Entahlah sayang Mama juga nggak tau mau sampai kapan kita akan hidup begini."


"Apesnya hidup begini, dah calon suami kagak dapat harta pun ludes habis, nasip ... nasip. Thor kok kejam banget sih ma hidup kami. Kagak adil tau."😊😊


Author, "Ini sudah adil menurutku karena siapa suruh mama mu bermulut maut nah kan jadi dapat karmanya lewat tangan ku," πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


"Thor...." ucap Mama dan anak itu bersamaan. 😊😊😊


"Terima aja ya nasip kalianπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚."


"Sudah thor pulang aja sono bobok dari pada disini bikin puyeng kepala aja!"


"Ok Bye...."


Lanjut.


"Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Siska seraya menatap wajah sang Mama. Sejenak Mama Siska berfikir, apa yang harus mereka lakukan. Setidaknya beban perekonomian mereka bisa berkurang.


"Hmmmmm apa kamu tidak bisa berbuat sesuatu untuk membuat Tommy jatuh hati padamu? Setidak nya dia merasa berhutang budi padamu dan tidak bisa meninggalkan kamu begitu saja."

__ADS_1


"Mama kalau bicara itu fikir dulu. Membuat Tommy jatuh hati dan menerima Siska mungkin Siska harus menunggu sampai air laut kering atau mungkin bobo cantik sambil berkhayal baru Tommy mau jatuh hati sama Siska."


"Ya sudah cari gebetan baru aja lagi. Yang melebihi segalanya Tommy. Bagaimana?"


"Mama cari gebetan itu tidak semudah mau menggoreng telur ceplok yang hanya telur tok tanpa pakai rempah - rempah." 🀭🀭🀭


"Ya sudah deh Mah, Siska mau tidur siang dulu." ucap Siska seraya berdiri dan berlalu pergi dari hadapan sang Mama.


Setelah berhari - hari di rawat akhirnya hari ini Nabila sudah di perbolehkan untuk pulang kerumah dan memilih melakukan perawatan jalan saja.


"Cinta kamu yakin rawat jalan saja?"


"Yakin sayang, aku sudah bosan disini dan bisa - bisa aku tidak sembuh kalau berlama - lama di sini. Sayang, Mama dan Chandra mana? Kok tidak ikut jamput aku?"


Sambil mengelus kepala sang Istri, "Hari ini hari perdana Chandra sekolah."


Sambil mangguk - mangguk, "Berarti aku sudah lama ya di rawat disini?"


Sambil memegang tangan sang istri, "Lama atau sebentar itu tidak penting. Yang terpenting kamu sembuh dan mulailah hidup yang baru. Tentang Kirana di mana pun dia berada, baik hidup atau mati kita doakan saja semoga dia selalu bahagia dan baik - baik saja andai kata dia masih hidup, sebaliknya jika dia sudah tidak ada didunia ini kita do,akan semoga dia menjadi bidadari surga. Aamiin. Yuk!"


"Hmmmmmm...."


Adrian pun membantu sang istri untuk bangkit dari tempat duduknya.


"Sebelum tiba di rumah apakah ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanya Adrian pada sang istri yang kini duduk di sampingnya kursi kemudi.


Nabila pun menoleh, "Apa kita akan jalan - jalan?"

__ADS_1


Sambil tetap serius mengemudi, "Apa kamu mau jalan - jalan?"


Nabila diam sejenak dan pandanganannya beralih keluar jendela menatap pejalan kaki dan pengendara mobil dan motor yang silih berganti. Sekaligus mengingat kedua anak - anaknya yang kini entah di mana khusus nya anak keduanya, Kirana.


Sambil menoleh sekilas kearah sang istri, "Cinta kamu kenapa?"


Nabila pun menoleh ke arah sang suami, kemudian menggeleng, "Tidak ada apa - apa sayang."


Sambil memegang tangan sang istri dengan tangan yang satunya sementara tangan yang satunya mengemudi mobil, "Cinta, aku mengerti dengan apa yang kamu pikirkan. Kamu yang sabar kan kita masih bisa menciptakannya🀭🀭🀭 sepasang putra dan putri atau jika perlu kembar 10 deh 🀣🀣."


Nabila pun mencubit lengan sang suami, "Nggak usah aneh - aneh sayang."


"Awwwww ... cinta sakit."


"Udah serius kemudinya."


"Syiap bu komandan."


"Sayang kenapa kita kesini?"


"Aku mau menghiburmu, apa ada yang salah?"


Sambil menggeleng, "Nggak ada."


"Yuk turun!"


Mereka pun sama - sama membuka pintu mobil kemudian turun dan berjalan bergandengan tangan ke arah pantai. Ya saat ini mereka sedang ada di pantai untuk menghibur sang istri yang baru keluar dari rumah sakit dan melewati masa - masa sulit dalam hidupnya.

__ADS_1


Kini mereka sedang berdiri di tepi pantai di bawah pohon kelapa sabagai tempat berlindung dari terik sinar matahari yang lumayan menyengat. Sekelumit kenangan 4 tahun yang lalu waktu bersama sang mantan suami kini bermain di benak Nabila. Membayangkan betapa indah dan romantisnya hubungan asmara mereka berdua di kala itu, tapi karena sebab dan akibat mereka harus berpisah dan mengakhiri hubungan mereka. Nabilapun tersenyum kecut tatkala mengingat itu. Adrian yang sedari tadi berdiri di samping sang istri pun hanya bisa bengong dan bertanya - tanya ada apa dengan sang istri sehingga menimbulkan raut wajah yang seperti itu.


__ADS_2