
Mereka pun bertiga berjalan memasuki ruang kelas mereka.
Dikelas.........
"Tau tidak, dengar - dengar hari ini kita akan kedatangan mahasiswi pindahan dari luar negeri loh." Ucap Tiara dengan semangatnya sambil mendudukan bokongnya dikursi.
Varo yang kesannya play boy pun kini berjalan mendekat kearah Tiara dan duduk disamping Tiara.
"Laki - laki atau perempuan?" tanya Varo.
"Kalau soal itu aku juga kurang tau," Ucap Tiara sambil menatap wajah Varo penuh tanda tanya.
Tiara pun memangku pipinya dengan kedua tangannya sambil menatap varo, "Kalau dia laki - laki kamu mau apa? Dan jika dia perempuan kamu juga mau apa?"
__ADS_1
Varopun mengikuti gaya Tiara, memangku pipi dengan tangannya,"Dengar kan ya, kalau dia laki - laki akan aku jadikan saudara angkatku, tapi jika dia perempuan akan aku jadikan kekasihku."Ucap Varo dengan lantangnya.
"Lalu bagaimana jika dia jelek, tangannya hilang satu, duduk dikursi roda, jika dia seorang perempuan apa kah kamu masih mau menjadikannya sebagai kekasih?"
" Jelaslah tidak, secara aku ganteng, uangku banyak masa mau jadikan perempuan cacat sebagai kekasihku. Jatuhlah harga diriku sebagai manusia terganteng yang ada dimuka bumi ini."
Tiara pun tertawa, sambil menunjuk wajah Varo, "Ha... ha... ha.. muka pas - pas begini kamu bilang ganteng. Kamu tidak punya cermin ya dirumah?" Varo memanglah anak yang ganteng yang di wariskan dari sang Ayah 😂😂.
Mendengar keributan yang dibuat oleh kedua sahabatnya itu Chandra pun berdiri dan menghampiri mereka berdua, "Kalian ini kenapa sih dari tadi ribut saja yang aku dengar." Ucap Chandra menengahi keributan yang dibuat kedua sahabat nya itu.
Mendengar perkataan Chandra, Tiara dan Varo pun saling berpandangan kemudian kembali menatap Chandra, dengan wajah penuh kebingungan. Melihat kedua wajah sahabatnya itu Chandra pun tertawa, "Ha... ha... ha.... kalian sangat serasi."
Mendengar perkataan Chandra Varo pun berdiri kemudian memukul kepala sahabat plus sepupusnya itu, kemudian berkata, "Sialan kamu, najis tujuh turunan, aku tidak akan pernah menyukai wanita seperti dia. Mungkin hanya laki - laki buta yang bersedia buat jadi kekasih dia. Lihat aja wajahnya yang sudah keriput dan sudah nampak tua, cara berpakaiannya pun sangat norak. Dia bukan level ku." ucap Varo seraya menunjuk wajah Tiara.
__ADS_1
Tiara marah mendengar perkataan Varo, Tiara merasa direndahkan oleh Varo. Tiara pun berdiri sambil menunjuk wajah Varo, "Emang kamu fikir kamu levelku? Lebih baik aku jadi perawan tua dari pada harus menjadi kekasihmu. Laki - Laki didunia ini banyak dan laki - laki itu bukan kamu. Memang kamu tidak nampak tua dan norak? ataukah kamu tidak punya cermin dirumah?" ucap Tiara tidak mau kalah dari Varo.
Ketika Varo ingin melayani kata - kata Tiara, Chandra kembali menengahi keributan yang dibuat sahabat - sahabat nya itu. Sambil melipat kedua tangannya didada Chandra pun berkata, "Tuh kan memang kalian berjodoh, pasti bibiku akan senang jika aku kabarkan kalau kakak ku ini sudah punya kekasih dan siap untuk mengakhiri masa lajangnya." ucap Chandra sambil merogoh saku celananya untuk mengambil handphone nya.
Tapi secepat kilat Varo menahan nya dan merampas handphone yang sudah ada di tangan Varo, " Kamu apa - apaan sih?"
"Tidak aku hanya ingin mengabarkan kabar bahagia ini kepada bibi itu saja."
"Andai kata kamu tau, kamu lah orang yang aku cintai selama ini tapi kenapa kamu tidak bisa menoleh kepadaku dan melihat aku sedikitpun." Ucap Tiara dalam hati sambil menatap Wajah Chandra, kemudian kembali duduk dan menghadap kejendela dengan raut wajah sedih.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...Terima kasih...
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️...