ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 153. CLBK 17. Komentar positif kalian semangat ku untuk Up.


__ADS_3

Setelah lama terdiam dan mencerna suara pria di sebrang yang sepertinya sangat Familiar di telinganya.


"K_kamu? Bagaimana Varo bisa bersamamu dan di mana Varo sekarang? Jika berani kamu menyakitinya sehelai rambut, kamu tidak akan aku maafkan."


"Tapi, maaf ya ancaman mu sungguh membuat aku tidak takut. Ancaman mu hanya berlaku untuk anak - anak kecil dan kamu harus jujur sama aku dan katakan dia anak aku kan?"


"Kamu jangan terlalu GeEr dan anak mana yang kamu maksud?"


"Bukan kah Varo anak ku?"


"Pria sejati tidak akan meninggalkan seorang wanita yang di cintainya dalam keadaan berbadan dua, buah zina mereka berdua."


Sedikit namun menusuk hati orang yang mendengarnya di sebrang. Air mata Arumipun pun kini ikut menetes membasahi pipi mulusnya,


"Dan jangan coba - coba untuk mengakui Varo sebagai anak mu karena Varo bukanlah anakmu. Varo adalah anakku dan jangan coba - coba menghasutnya jika tidak semua akan berakhir di kantor polisi, kamu akan aku laporkan atas dasar kasus penculikan anak."


Lagi - lagi Tommy terdiam dan mencoba mencerna kata - kata Arumi. Ketika hendak menyahuti orang yang ada di seberang telepon, Varo pun datang dan menarik - narik celana yang Tommy kenakan. Tommy pun menoleh kebawah dan memberi kode agar dia jangan bicara.


"Aku tutup dulu teleponnya, besok saja aku kembalikan Varo sama kamu dan biarkan malam ini dia tidur bersama ku di rumahku."


Tanpa menunggu sahutan dari seberang telepon pun di putus dengan sepihak oleh Tommy.


Sambil membungkukan badannya, lalu tersenyum, "Apakah Varo ada perlu sesuatu?"


Sambil memegang perutnya yang serasa minta diisi, "Ayah, Varo laper nih apakah ada makanan yang bisa di makan?"


Sambil mengusap kepala Varo, "Varo mau makan apa memangnya?"


"Makan apa aja boleh, yang penting perut kenyang."


"Kamu mau makan di rumah atau mau makan diluar?"


"Di rumah aja deh Yah."


"Ok."


Kembali ke telepon yang belum di matikan.


"Ok, aku tutup dulu ya?"


"Tunggu!"


"Apa lagi. Kamu masih kangen ingin dengar suaraku? Tenang aja aku akan datang melamar kamu biar setiap saat bisa mendengar suaraku."


"Bukan itu maksud ku."


"Lalu," sambil menaik turunkan alisnya.


"Aku boleh bicara dengan Varo sebentar?"


Sambil menyodorkan ponselnya kepada Varo, "Siapa Yah?"


Sambil mengangguk, "Bicara saja nanti juga kamu tau siapa."


Varo pun menerima dan mulai berbicara, "Hallo?"

__ADS_1


"Hallo sayang."


"Mama."


"Apa kabar kamu di sana baik - baik saja? Apa orang itu tidak menyakitimu?"


"Tidak Mah, Ayah sangat baik dengan Varo."


"Ayah?"


"Yup Ayah. mulai hari ini Om ganteng seindonesia ini telah resmi Varo kontrak jadi Ayah. Habisnya sih kalau Varo tanya Mama ke mana Ayah pasti Mama nggak mau jawab kan. Ya sudah dulu ya Mah, Varo mau makan dulu. Bye ... bye ... Mah."


"Bye sayang."


Setelah mengakhiri telepon mereka tadi kini Varo dan Tommy berjalan keluar kamar sambil bergandengan tangan layaknya Ayah dan Anak ( emang anak kelessssπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚).


Menuju meja makan.


"Sore Mah." sapa Tommy ketika sudah berdiri di samping meja makan bersama Varo.


"Sore sayang. Hallo Anak ganteng," Sapa Mama Dinda seraya menyusun hidangan yang sudah tersaji di dalam piring dan menyusunnya di atas meja.


"Sore Tante."


Mama Dinda pun membulatkan matanya ketika Varo memanggilnya dengan sebutan tante. Sambil membungkukan sedikit badannya, dan tersenyum, "Sayang panggil Mama Dinda dengan sebutan Nenek jangan tante."


"Iya Nek."


Sambil menoel hidung pangeran kecil, "Anak yang pintar."


Sambil tersenyum, "Terima kasih Nek."


Kini mereka sudah duduk di kursi masing - masing dan mulai menyantap hidangan.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


"Telepon dari siapa?" tanya Akbar yang kini sudah berdiri tak jauh dari Arumi.


Arumi pun menoleh ke asal suara, "Ah ... ini telepon dari teman, katanya Varo ada bersama dia."


Akbar pun mendekat, "Jadi Varo sudah di temukan?"


"Sudah kak."


"Syukurlah. Bersiap - siap lah kita akan pergi menjemputnya!"


"Tidak perlu kita jemput kak."


"Kenapa bisa begitu?"


"Arumi dan teman Arumi ketemuan di sekolah aja besok bersama Varo."


"Ya sudah." Akbarpun meninggalkan Arumi tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun jika teman yang di maksud disini adalah orang yang pernah melukainya dulu dan meninggalkannya dalam keadaan terpuruk.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


Di pesawat.


"Suatu saat nanti aku akan kembali dan menuntut balas semuanya. Itupun kalau author masih mau memperpanjang cerita Istri pilihan melihat hampir satu minggu ini Mimin benar - benar keterlaluan."


Author : Mak kok jadi curhat πŸ€”πŸ€”πŸ€”.


Mak Lampir , "Maafkan aku thor kagak sengaja." πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Author, "Mau di lanjut kagak nih?"


Mak Lampir, "Ya lanjutlah. Aku belum balas dendam."


Author, "Tobat Mak dah tua."


Mak Lampir, "Kagak mau."


Mak Lampir sudah berada di dalam pesawat dan terbang menjauh dari kehidupan yang membuat kehidupannya tidak tenang. Tapi walaupun dia pergi menjauh tidak menutup kemungkinan dia tidak akan kembali untuk menuntut balas atas penghinaan yang di perbuat Nabila.


Sambil senyum menyeringai, "Tertawalah selagi kamu masih bisa tertawa, Ha ... ha ... ha...." ucapnya dalam hati.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


"Bagaimana kabar mantan mertua mu Nak?"


Tanya Mama Yulia ketika mereka sudah berkumpul di meja makan.


Sambil tersenyum, "Kabar mereka baik saja Mah."


"Syukurlah kalau begitu."


Mereka pun makan dengan khidmat. Nabila menyuap Kirana sementara Candra bersama Adrian. Beberapa saat kemudian kini mereka sudah menyelesaikan makan malam dan saat ini mereka sudah berkumpul di ruang tamu setelah sebelumnya membersihkan peralatan makan dan yang lainnya.


Kini mereka sudah berkumpul di ruang keluarga sambil menonton acara televisi dan kadang - kadang diselingi dengan obrolan. Si kembar sedang menonton serial televisi Ipin dan Upin yang sudah berada di sekolah. Si kembar Candra pun menoleh ke arah sang Ayah, "Yah, Candra kapan sekolah seperti Ipin dan Upin?"


Sambil membelai lembut kepala sang anak, "Sabar ya sayang tidak lama lagi kamu dan adik kamu akan Ayah dan Bunda daftarkan untuk segera bersekolah dan menimba ilmu seperti ipin dan upin?"


Dengan polosnya, "Apakah seragam Candra akan sama dengan yang Ipin punya? Apakah teman - teman Ipin akan sama juga dengan teman - teman Candra?"


"Tentu sama sayang. Tapikan teman - teman Ipin ada di dalam TV sementara teman - teman Candra ada di tempat nanti di mana Candra dan Kirana sekolah dan akan bertemu dengan bu guru yang cantik, lembut dan penyayang seperti cik guk Jasmin."


...Mereka pun larut dalam kebersamaan dan berbagi cerita hingga larut malam....


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Varo, Tommy dan Mama Dinda kini menikmati momen kebersamaannya sambil bermain di ruang keluarga.


"Nenek sini gabung sama Varo dan Ayah main mobil - mobilan!"


"Varo, Nenek ini kan wanita masa di suruh main mobil - mobilan."


"Tidak apa - apa Nek, Wanita juga boleh kok main mobil - mobilan."


Mama Dinda pun berjalan mendekat dan ikut gabung bersama Varo dan Tommy. Kini Mama Dinda merasakan ada rasa yang lain di dalam hatinya ketika berada di dekat Varo dan akan mempertimbangkan keinginan sang putra untuk segera melamar Arumi.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


...SEMANGAT DAN TERIMA KASIH...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2