
Berhubung kemarin IP dapat Lv, sayang kalau baru dapat langsung di tinggal begitu saja. Jadi untuk CLBK author Up dalam satu cover IP.
CLBK disini menceritakan tentang lanjutan IP dalam judul yang berbeda. Sesuai dengan judulnya CLBK berarti ada yang bakal balikan, tapi entahlah siapa yang akan balikan.
Mungkinkah Arumi dan Tommy balikan?
Atau kah Nabila dan Adam yang akan balikan? Lalu jika mereka balikan kira - kira nasip Adrian bagaimana? Ataukah ada seseorang di balik judul CLBK ini?
Author ada waktu senggang di sela - sela kesibukan jadi author akan coba Up.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
Selepas kepergian sang Ibu untuk selama - salamanya kehadapan sang pencipta. Seluruh aset keluarga telah di jual oleh Akbar untuk perobatan sang Adik di luar Negri yang sangat membutuhkan biaya yang lumayan banyak. Mulai dari konsultasi, obat hingga terapi.
Sehari setelah Nabila menikah, rumah dan lainnya di jual sang Kakak atas dasar persetujuan mereka bertiga setelah melalui perundingan. Akbar hanya menginginkan yang terbaik untuk sang adik yang menurutnya harta tidaklah seberapa dan masih bisa dicari selagi dia masih bernyawa. Lagi pula sang Kakak tidak tega melihat sang Adik yang selalu menangis dikamar sang ibu makanya tempat tinggal mereka dijual dan berencana akan hidup sederhana setelah sang Adik sembuh.
Setelah semunya diurus segala keperluan mereka selama perjalanan dengan bantuan Nabila, Adrian dan Mama Yulia, Hari ini mereka akan terbang ke rumah sakit yang ada di Jerman, Asklepios klinik Barmbeg, Hamburg, Jerman. Kelebihan rumah sakit ini Fasilitas dan peralatan medis yang canggih dan hampir semua peralatan kedokteran yang di produksi oleh perusahaan Jerman dan sudah diuji coba di rumah sakit sebelum diedarkan keseluruh dunia.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil bersama dengan bayi - bayi mereka yang imut - imut, lucu dan menggemaskan. Selama perjalanan tak henti - hentinya mulut - mulut mereka berceloteh yang entahlah apa artinya hingga membuat mereka tertawa.
Di perjalanan
"Sayang apa kalian tidak sekalian berangkat bersama Akbar dan Arumi keluar Negri untuk bulan madu? Kalian punya rencana berangkat bulan madu kan?" tanya Mama Yulia seraya menatap Anak dan menantunya yang duduk di samping kanannya.
Dengan mengulas senyum, "Mah, bagaimana mungkin kami akan berangkat bulan madu sementara si kembar masih kecil, dan tidak mungkin kan kami bawa dia bersama kami selama bulan madu adanya si kembar nanti mengganggu acara bulan madu kami, iya kan sayang?" ucapnya seraya melirik ke arah sang istri.
__ADS_1
Nabila hanya bisa senyum - senyum sendiri ketika di tanya tentang bulan madu yang menurutnya aneh.
"Mas ... kita tidak usah bulan madu karena ini bukan lah pernikahan yang pertama untuk Nabila. Jadi kita bulan madunya dirumah saja sambil mengurus si kecil."
"Tidak ... tidak ... kalian harus bulan madu biar si kembar segera punya adik." kini Mama Yulia ikut menimpali.
"Benar apa yang dikatakan Mama mertua mu. Kamu harus bulan madu untuk mengenal lebih dalam lagi dan segera memberikan sepupu buat Alvaro." kini Akbar ikut menimpali sambil tetap mengemudikan mobilnya dengan serius menuju Bandara.
Di tempat yang lain. Kini Adam sudah bersiap - siap bersama Nyonya Luciana hari ini mereka akan terbang ke Amerika untuk perobatan lebih lanjut soal kanker sang Cucu.
Setelah berpamitan, mereka pun berangkat ke bandara.
Beberapa saat kemudian kini mereka sudah tiba di bandara, saat bersamaan Adam dan Nyonya Luciana pun tiba di bandara dan mereka pun bertemu.
Sambil berjalan mendekat, setelah jarak mereka dekat Adam pun mengulurkan tangan kepada Nabila, Nabila pun menyambutnya, "Selamat atas pernikahan kalian berdua, maaf di hari bahagia kalian aku tidak hadir memberikan ucapan selamat pada kalian berdua," ucap Adam tulus dan berusaha merelakan sang mantan istri untuk bahagia bersama orang lain.
Hingga Nabila tersadar ketika tangan Adrian merangkul mesra pundak sang istri dan tangan mereka pun sama - sama terlepas.
Dengan menyunggingkan senyum, "Ngomong - ngomong kamu mau kemana?" tanya Adrian sambil tetap merangkul pundak sang istri. Sementara Adam yang melihat itu walau hanya sebatas pundak pun merasa terbakar dengan kemesraan mereka, walau di bibir berusaha rela namun di dalam hati, siapa yang tahu.
"Aku mau ke Amerika untuk perobatan lebih lanjut." ucapnya singkat.
"Semoga cepat sembuh."
"Terima kasih."
Kemudian Adam beralih menatap wanita paru baya yang kini menggendong bayi imut yang sedang tertidur di dalam gendongan wanita itu, kemudian menatap kembali ke arah Nabila, "Apa itu anak kita?"
__ADS_1
Sambil menganggukan kepala, "Iya mas dia anak kita."
Adam pun berjalan mendekat dan meraih Si kecil dalam gendongan wanita paru baya itu kemudian menghujaninya ciuman demi ciuman hingga si kecil menggeliat lalu kemudian kembali tidur yang kini dalam dekapan sang ayah.
"Sayang tunggu Ayah pulang, kita akan main bersama. Do,akan Ayah segera sembuh. Ayah akan berusaha untuk sembuh demi kalian. Aku mencintaimu," ucap Adam sambil kembali menghujani si kecil ciuman dan kemudian menyerahkan kembali bayi mungil itu kepada wanita paru baya itu.
Kemudian beralih menatap Sang mantan kakak ipar yang kini menggendong bayi perempuan yang imut, lucu dan menggemaskan. Adam pun kembali meminta bayi itu agar di pindahkan kedalam dekapannya kemudian menghujaninya ciuman demi ciuman.
Kini dia sudah berdiri di hadapan Adrian, "Aku titip kedua putra putri ku sama kamu. Sayangi dan cintai mereka anggap anak kandung kamu sendiri."
Mereka pun berjabat tangan kemudian berpelukan sebagai wujud perdamaian mereka dan kesepakatan mereka dalam merawat si kembar bersama - sama.
Setelah lepas, "Bolehkah aku memeluk istri mu sebagai pelukan Kakak adik?"
Adrian hanya menganggukan kepala, walau dalam hati tidak rela miliknya di peluk orang lain selain dirinya tapi dia tidak boleh egois. Walau bagaimana pun juga dulu mereka pernah bersama, lagi pula ini hanyalah pelukan kakak adik. Nabila pun menoleh ke arah sang suami, Adrian hanya membalasnya anggukan tanda dia mengijinkan.
Mendapat ijin dari Adrian Adam pun mulai memeluk sang mantan istri, dan berbisik, "Semoga kamu bahagia."
Sambil melepas pelukan, "Terima kasih. Semoga mas juga segera dapat pengganti Nabila dan hidup berbahagia dengan wanita pengganti diriku."
Merekapun saling berpelukan dan saling mengucapkan selamat tinggal kemudian mereka pun berjalan masuk untuk segera melakukan pengecekan barang. Tidak lama kemudian mereka pun siap mengudara dan siap melupakan semua kenangan pahit dan menggantinya dengan kenangan yang baru, kehidupan yang baru saja akan mereka jalani dan berusaha memperbaiki diri lagi untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...TERIMA KASIH UNTUK SUDAH SETIA MENDUKUNG IP MAAF KOMENTAR - KOMENTAR KALIAN TIDAK AUTHOR BALAS TAPI YAKIN DAN PERCAYA AUTHOR TETAP BACA KOMENTAR KEREN KALIAN. KOMENTAR POSITIF KALIAN ADALAH SEMANGAT KU UNTUK UP. JANGAN LUPA VOTE YA 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 BIAR SEMANGAT....
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
__ADS_1