ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 155. CLBK 19.


__ADS_3

Fokuskan pada kisah Arumi dan Tommy saja ya karena Nabila, Adrian dan Si kembar sudah bahagia. Sementara Adam biarkan dia mencari jalan hidup, bahagia dan ceritanya sendiri tanpa author๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Namun Arumi lagi - lagi hanya diam tak menaggapi cuitan Siska dan menganggapnya hanya lah angin lalu.


Dengan berdecak kesal, "Eh OB kamu tuli dan nggak punya telinga ya?"


Namun Arumi lagi - lagi diam tak merespon, Siska pun kesal sendiri dan membayangkan kalau dia sedang menjambak rambut Arumi hingga hancur sehancur hancurnya. Ketika Siska hendak mengarahkan tangannya kepada Arumi, pintu lift pun terbuka dan Tommy melihat itu, "Siska apa yang kamu lakukan?" suara bariton itu membuat Arumi dan Siska menoleh kebelakang.


Dengan santai dan tenangnya, "Sayang ... aku hanya ingin mengusir OB ini dari lantai 13 ini apa aku salah?"


Pernyataan Siska tidak di gubris Tommy dan matanya kini beralih menatap Arumi yang berdiri tepat di samping Siska.


"Kamu ngapain di sini?" ucap Tommy.


"Justru aku yang seharusnya bertanya sama kamu, kamu ngapain disini?" ucap Tommy balik bertanya.


"Kerja."


"Sama, aku juga mau kerja?"


Sambil mendorong Arumi, "Eh ... OB kalau ngomong sama atasan sopan sedikit. Dia ini bos disini. Cepat minta maaf!"


Arumi tak terima di dorong oleh Siska. Arumi pun balik mendorong tubuh Siska, "Eh ... Mak Lampir berwujud manusia nggak usah pake otot napa?"


Melihat dua wanita yang kini ada di hadapannya saling dorong mendorong membuat Tommy berteriak,


"Hentikannnnnnnnnnnnnn! Apa kalian tidak malu membuat kerebutan di kantor pada saat jam kerja?"


"Dia duluan." tunjuk Siska ke Arumi.


Arumi tidak mau kalah, "Dia duluan."

__ADS_1


"Hentikannnnnnnnnnnnnnn...."


Dengan menekan amarahnya di dalam hati dan berusaha setenang mungkin, "Siska kalau kamu kesini hanya ingin membuat keeonaran disini silahkan pulang. Kalau kamu tidak ada kerjaan selain mengganggu hidupku lebih baik kamu bantu OB di bawah pel lantai dan lap jendela agar hidupmu lebih bermanfaat."


Mendengar itu membuat Arumi tertawa puas. Siska pun menatap Arumi dengan sangat dalam dan hampir tak percaya jika orang yang di cintainya kini telah merendahkan dirinya di depan karyawannya yang di sebut OB.


"Apa ketawa - ketawa?" Ucap Siska seraya menaikan tangannya hendak menabok Arumi.


"Wiuuuuuuuuuuuu takut." ucap Arumi yang kini masih tertawa mengejek Siska.


"Sudah - sudah Siska jika kamu tidak ada kerjaan disini silahkan pulang. Aku tidak ingin melihat muka mu ada disini."


"Sayang tapi aku....."


"Tidak ada tapi - tapian silahkan pulang!"


Sambil mengehentak - hentakkan kakinya Siska pun melangkah pergi.


"Kamu ngapain masih berdiri di sini?" ucap Tommy seraya menatap Arumi yang kini masih setia berdiri mematung menyaksikan kepergian Siska dalam keadaan marah.


"Mau kerja." ucap Arumi kemudian berjalan kearah mejanya kemudian duduk di kursinya. Kini dia pun memulai aktivitasnya sebagai mana mestinya sementara Tommy kini masuk kedalam ruangannya.


Kini Siska sudah berada di dalam mobilnya dan berniat akan berkunjung ke rumah Tante Dinda.


Kini Siska sudah tiba di rumah Mama Dinda, dia pun segera menekan bel rumah.


Ting nong ... ting nong ....


"Ceklek..." Suara pintu di buka.


Dengan memasang senyum secantik mungkin, "Siang tante."

__ADS_1


"Siang. Tumben kemari ada apa?" tanya Mama Dinda dengan ekspresi wajah datar atau yang lebih tepatnya ketidak sukaannya pada Siska.


"Apa Sisika tidak di suruh masuk dulu?"


"Oh iya tante lupa. Silahkan masuk."


Mereka pun masuk dan berjalan beriringan.


Kini mereka telah duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


Masih ekspresi wajah datar dan biasa - biasa saja tidak seperti tahun - tahun sebelumnya, "Ada apa kamu kemari?"


Siska yang mendapat pertanyaan seperti itu yang menurutnya sangat terkesan aneh dan angker, "Apa Siska tidak boleh main kesini walau hanya sekedar main?"


"Boleh sih tapi tante lagi sibuk. Ada yang harus tente kerjakan."


Dengan hati - hati dan jiwa keponya pun meronta - ronta, "Kalau boleh tau tante lagi sibuk apa ya? Karena selama ini jika Siska datang kesini sesibuk apa pun Tante pasti meluangkan waktu untum Siska."


"Lain dulu lain sekarang. Jika kamu tidak ada kerjaan selain mengganggu tante silahkan pulang. Bukan maksud tante mengusirmu." ucap Mama Dinda seraya berdiri dan hendak meninggalkan Siska sendirian. Tapi belum juga Mama Dinda beranjak dari tempatnya Siska pun kembali berucap, "Tante, Siska mau hari pernikahan Siska di percepat."


Mama Dinda pun menoleh, "Yang mau menikah kan kamu dan anak tente, bukan tente dengan kamu. Jadi bicarakan saja dengan yang bersangkutan jika Tommy berkata iya Tante juga Iya tapi jika Tommy berkata tidak tante pun juga akan berkata tidak karena yang akan menjalani Tommy dan kamu bukan tante."


Siska pun merasa kalau keluarga Prastyo mempermainkan dirinya dan juga keluarganya.


"Tante tidak bisa begitu dong. Empat tahun Siska menunggu dan ternyata Siska menunggu sebuah harapan kosong dan itu tidak akan mungkin seorang Tommy akan menikahi Siska. Apa begitu maksud tante?"


"Kira - kira begitu."


"Apa Tommy punya wanita lain selain Siska? Katakan Tante Apa Siska hanya lah sebuah persinggahan di kala Tommy terjatuh dan terpuruk?" ucap Siska dengan kini mata berkaca - kaca.


Mama Dinda pun tak dapat berkata - apa. Sementara Siska sendiri bagai di sambar petir di kala cuaca sedang terang benderang

__ADS_1


Bagaimana mungkin mereka bisa melakukan ini kepadanya. Siska pun meninggalkan rumah Tommy dengan perasaan yang tak dapat di gambarkan.


__ADS_2