
Ditempat yang lain.
Seorang wanita tua sedang duduk di kursi kebesarannya dengan memainkan jarinya di atas meja. Usia boleh tua tapi penampilan dan wajah tidak kalah dengan ABG - ABG yang selalu rajin ke salon perawatan.
Sembari menunggu informasi penting akurat dan terpercaya dia pun memainkan ponselnya. Selang beberapa saat pintupun di ketuk dari luar.
Tok ... tok ... tok ...
"Masuk!" perintah dari dalam.
Pintupun terbuka kemudian tertutup kembali. Nampak seorang pria tua, walaupun usianya sudah tua tapi ketampanan pria itu tak termakan oleh usia.
Dengan berjalan tegap, pandangan kedepan kesan wibawanya sangat kentara. 😂😂
"Siang Nyonya."
"Ada informasi apa?" ucap sang majikan tanpa menoleh ke pria itu.
"Saya sudah menempatkan beberapa anak buah saya pada titik - titik tertentu Nyonya."
"Bagus ... dan sekarang mereka sedang apa?"
"Mereka sedang dihalaman rumah."
"Pantau terus dan info sekecil apapun kabarkan saya segera."
"Baik Nyonya,"
Kemudian pria itupun keluar dari ruangan sang majikan.
Sambil tersenyum miring, "Nikmatilah kebersamaan kalian mumpung masih berkumpul semua dan puas - puaslah tertawa sebelum tawa kalian berubah jadi tangisan." ucap wanita tua itu.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
Saat ini Adrian dan Nabila sedang menikmati hari libur bersama sang suami. Mereka sekarang berada di halaman rumah berkumpul bersama - sama seperti orang yang sedang picnik.
"Sayang larinya hati - hati ntar jatuh!" ucap Nabila mengingatkan sang putra dan sang putri.
"Iya Bund," ucap si kembar bersamaan.
"Sayang coba sini dulu," ucap Adrian sambil melambaikan tangan. Si kembar pun menurut dan berlari kecil ke arah di mana kedua orang tuannya berada.
Beberapa foto kebersamaan mereka telah terambil diam - diam dan dikirim ke Wa majikannya.
"Pantau terus," isi pesan sang Majikan.
"Apa Ayah," ucap si kembar bersamaan dan duduk di hadapan sang Ayah.
"Bagaimana kalau besok kita pergi kekota?"
"Wah kekota Yah?" tanya si kembar Kirana dengan senyum mengembang di bibirnya.
Sambil mangguk, "Iya sayang."
__ADS_1
Nabila pun menoleh ke arah sang suami, "Sayang."
Adrian pun menoleh, "Ada apa cinta?"
"Kok tidak bilang keaku kalau besok mau kekota?"
Sambil tersenyum dan mengelus rambut sang istri, "Maafkan aku Cinta. Ini ide baru saja muncul di benakku dan sudah bulat kalau kita besok akan jalan - jalan kekota. Apa kamu tidak bosan di rumah mulu?" Kemudian tangannya Adrian pindah keperut sang istri dan mengelus perut sang istri yang sudah mulai membuncit. "Si dede juga butuh refresing, iya kan dek?" ucap Adrian mengajak sang calon anak berbicara.
Hari ini mereka lalui dengan penuh kebahagiaan dan semoga selamanya selalu bahagia.
...🍉🍉🍉🍉🍉🍉...
Di tempat Arumi bekerja, Arumi dan Tommy seolah - olah orang asing baginya, bicara hanya seperlunya saja.
"Ting," Lift terbuka.
Dari dalam lift nampaklah wanita yang menyebalkan berjalan dengan anggunya menuju meja sekeretaris, sambil meletakkan tas jinjingnya di sana.
"Eh manusia melenium apa pak bos mu ada diruangannya?"
Arumi pun mendongak dan mendapati wajah menyebalkan kini berdiri tepat di hadapannya sambil memelintir rambut keriting gantungnya. Tapi, Arumi tak menggubris pertanyaannya dan memilih kembali melanjutkan pekerjaannya.
Merasa di abaikan dan tak dianggap sebagai calon istri atasan, Siska pun memukul meja dengan telapak tangannya.
"Brak...."
"Brak...."
"Brak...."
"Kamu tunangannya masa kemana calon suamimu pergi kamu tak mengetahuinya. Miris...."
"Eh manusia melenium kan kamu sekretarisnya dan pastinya sudah bertemu dengan nya sejak pagi hingga hari ini,"
Mendengar keributan di luar, Tommy pun berjalan keluar memeriksa keributan apa yang sedang terjadi.
"Siksa, Arumi apa - apaan kalian buat keributan disini. Haaa...." suara bariton itu membuat Siska dan Arumi menoleh ke arah suara.
"Sayang," ucap Siska dengan manjanya seraya berjalan ke arah di mana Tommy berdiri. Siska pun menautkan tangannya ke tangan Tommy namun Tommy melepaskan nya secara kasar.
Sambil menghentakan kakinya, "Sayang."
Tommy pun menoleh ke arah Siska dengan nada penuh ketidak sukaannya, "Kamu ngapain kesini? Kalau kamu kesini hanya untuk membuat keributan sebaiknya kamu pulang sekarang."
"Kok gitu sih sayang kan aku kangen sama kamu. Apa kamu tidak kangen aku?"
"Sudah deh Sis kamu mau pulang sekarang dengan sendirinya atau kamu mau aku panggilkan satpam untuk mengusir mu dari sini?" ucap Tommy sambil menaik turun kan alisnya.
Siska tidak terima diusir begini dia pun berjalan kearah Arumi, dan menunjuk kerah Arumi, "Apa karena wanita murahan ini kamu berubah sama aku? Iya?"
Dengan tenang, "Kalau iya kamu mau apa? Dan sebentar lagi kami akan menikah," ucap nya berbohong, sementara Arumi yang mendengar itu hanya bisa menautkan alisnya mendengar penuturan dari Tommy.
Sambil mengibaskan tangannya, "Lebih baik kamu pulang, mood pagi ku rusak gara - gara kamu."
__ADS_1
Sambil berjalan kearah Tommy, dan menatap wajah Tommy dalam - dalam, "Ingat penghinaan ini akan kamu bayar sangat mahal. Camkan itu." Siska pun berlalu pergi dengan menahan rasa sakit yang kini telah menggerogotinya seperti penyakit stadium akhir.
Tommy pun kembali masuk keruangannya tanpa berucap sepatah katapun kepada Arumi.
Arumi pun kembali memulai aktivitasnya.
"Kring ... kring ... kring ...." bunyi telepon genggam yang ada di atas meja kantornya, Arumi pun segera meresponnya.
"Hallo selamat pagi jelang siang, apa ada yang bisa di bantu?"
"Apa saya sedang berbicara dengan Bu Arumi?"
"Ya saya sendiri, apa ada yang bisa saya bantu?"
"Maaf Bu Arumi di lobby kantor ada seseorang yang sedang menunggu IBu."
"Kalau boleh tau siapa ya dan dia seorang wanita atau seorang pria?"
"Maaf Bu anda di minta untuk segera menemuinya." sambungan telepon pun terputus dengan sepihak.
Selepas Arumi menerima telepon, Arumi pun segera merapikan pakaiannya dan dandanya dan segera menuju lobby kantor. Dia penasaran siapa kah tamu yang hendak menemuinya dan rasa - rasanya dia tidak punya janji dengan seseorang.
1
2
3
Arumi sudah berada di lantai dasar kantor dan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan kantor namun tidak ada yang aneh dengan orang - orang disana. Walaupun Arumi tergolong orang baru di kantor ini tapi 90 % wajah dan namanya sudah Arumi kenal.
"Ternyata hanya orang iseng," ucap Arumi pada diri sendiri. Ketika Arumi hendak berbalik kembali menuju ruangannya.
"Tunggu!"
Arumi pun menoleh kearah suara. Dari tempat tak jauh Arumi berdiri nampak lah seorang wanita paru baya walaupun usia kini tak lagi muda tapi cara dia berdandan dan cara dia berpakaian tak kalah stayle dari anak - anak muda jaman sekarang.😂😂😂.
Wanita paru baya itu pun berjalan mendekat kearah Arumi. Setelah berdiri tetap beberapa langkah di depan Arumi, "Apa kamu ada waktu untuk aku? Ada yang harus kita bicarakan."
Dengan ekspresi wajah biasa saja, jika diingat dulu perlakuannya terhadap dirinya yang menurutnya sungguh sangat tidak adil dan karena keegoisan dirinya juga Arumi harus menderita lahir dan batin.
"Anda mau bicara apa?"
"Bisakah kita tidak bicara disini? Bisakah kita bicara di ruangan sedikit tertutup dan tidak ada orang yang berlalu lalang seperti ini?"
"Tapi, maaf saya lagi sibuk." ucap Arumi yang kini berniat hendak pergi dari sana, tapi Belum sempat Arumi melangkah pergelangan tangannya di cekal oleh wanita tua itu.
"Sebentar saja, tolong ikut aku ada yang mau aku omongi sama kamu dan ini sangat penting."
Arumipun mengerutkan keningnya dan setelah menimbang - menimbang akhirnya Arumi ikut dengan wanita tua itu.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...TERIMA KASIH...
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...