
...Assalamualaikum...
...****************...
Chandra pergi dengan suasana hati buruk, dan dia berharap kalau ini hanyalah mimpi dan dia ingin segera mengakhiri mimpi ini. Saat ini Chandra sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tak biasa dan tiba - tiba Chandra menepikan mobilnya di tepi jalan raya.
Dia pun tertunduk diam dan kemudian merintih menangis. Dia meneteskan banyak air mata yang tak lagi dirasakan menetes tapi mengalir sekali, dua kali. Hatinya yang sudah tak berbentuk indah karena banyak luka dan tambal sulam kini kembali hancur. Badannya terasa remuk dan jiwanya merasa melayang. Dia menangis, dia kecewa, dia patah hati.
Dia memegang erat setiran mobilnya, seakan merasakan ada kekuatan yang di berikan melalui genggaman tangan ini. Dia membiarkan dirinya menjadi dia saat ini juga. Berduka dalam kehancuran, menangis karena patah hati mendalam, tak berdaya karena kekecewaan yang terlalu menusuk, kenapa harus dia alami duka ini.
"Entah apa salah dan dosaku pada dia, semua sudah aku berikan cinta dan perhatian yang lebih. Aku tidak pernah berharap sebuah materi membalas semua tulus semangat dan hidup yang sudah aku berikan. Dan aku kecewa karena itu yang aku butuhkan saat ini dan dirinya tanpa dosa melupakan janji - janjinya. Jika saja dia tidak pernah mengatakannya mungkin aku masih bisa sedikit tidak mengharapkan ada sebuah pelukan yang bisa memberiku sebuah nafas disaat aku tersengal sesak," ucap Chandra dalam hati.
...****************...
Disisi lain.
Tiara menelusuri koridor rumah sakit dengan langkah gontai lemah tak berdaya. Dan hanya kata maaf yang bisa dia ucapkan didalam hati buat orang yang pernah menghiasi hari - harinya. Bara yang melihat itu berusaha membantunya agar tidak terjatuh dan berusaha menghiburnya biar suasana hatinya kembali normal.
__ADS_1
Sambil merangkul pundak Tiara, "Apakah kamu baik - baik saja?" Namun Tiara tidak menggubris pertanyaan Bara, tatapan mata kosong seakan memiliki banyak beban yang harus di pikul sendirian.
Barapun mengajak Tiara duduk di kursi yang ada di setiap sudut rumah sakit, Tiara hanya bisa menurut. Ketika duduk Taira pun menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya kemudian menangis meluap kan amarah nya yang sejak tadi di pendamnya didalam hati.
Barapun membawa Tiara dalam dekapannya, "Jika kamu menginginkan sandaran untuk meluapkan amaramu aku siap untuk itu. Jika menangis bisa membuat mu lebih baik, maka menangislah sebanyak yang kamu inginkan."
"Kenapa semua ini harus terjadi kepada ku?Adilkah semua ini untukku?" ucap Tiara disela- sela isak tangisnya yang kian tak terbendung.
"Kamu yang sabar, kamu yang kuat, aku akan selalu mendukungmu apa pun itu. Andai kata kita bisa bertukar posisi, aku bersedia menggantikanmu dan aku bersedia memikul semua beban yang kamu pikul saat ini."
"Andai saja penyakit ini tidak menggerogoti tubuh ku semua ini tidak akan pernah terjadi." ucap Tiara menyalahkan diri sendiri.
...Dalam kenangan...
...****************...
"Maaf Nona ada kabar buruk yang harus saya sampaikan dan anda harus kuat dan tetap semangat dalam menjalani hidup ini jangan pernah menyerah. Hasil laboratorium anda sudah keluar dan dari hasil laboratorium anda di nyatakan mengidap kanker otak stadium empat." ucap sang dokter menjelaskan.
__ADS_1
Tiara mengidap penyakit kanker otak stadium empat dan di vonis dokter hidup nya tidak akan bertahan lama. Penyakit mual, muntah dan penglihatan Kabur sudah diderita Tiara sejak tiga tahun terakhir tapi dia mengabaikannya dan dianggapnya hanyalah penyakit biasa.
Tiara sengaja datang ke Indonesia bersama pria sewaannya untuk menjadi kekasihnya agar lebih mudah melepaskan Chandra dan Tiara tidak ingin Chandra tahu alasan sesungguhnya dibalik dia memutuskan hubungan secara tiba - tiba karena Tiara tidak ingin membuat Chandra sedih dan Tiara tidak ingin menjadi beban bagi orang lain. Biarlah semua berjalan apa adanya.
...****************...
Sang dokterpun merogoh saku celananya dan mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku celananya lalu kemudian menyodorkan kepada Tiara.
"Terimakasih." ucap Tiara menerimanya.
Pria sewaan Tiara untuk menjadi kekasihnya adalah dokter yang merawat Tiara. Ketika puas menangis Tiara pun mendadak pingsan tak sadarkan diri. Barapun segera berdiri dan menggendong tubuh mungil Tiara yang kian hari kian mengecil.
"Dokter ... dokter... tolong teman saya." ucap Bara mencari pertolongan sambil menggendong tubuh Tiara.
...****************...
...TERIMAKASIH...
__ADS_1
...UP SUKA² JIDAT...
...****************...