
...❤Assalamualaikum❤...
...☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀...
Note : Anggaplah 13 tahun kemudian🤭🤭.
Disebuah rumah mewah nan megah di sana lah Kirana hidup bersama dengan Sang Oma yang selalu memanjakannya dengan materi dan kemewahan yang sangat melimpah dan itu membuat kepribadian dan watak Kirana keras dan segala sesuatunya harus di penuhi dalam sekejab.
...❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤...
"Non bangun ini sudah siang! Non tidak mau pergi kuliah?" ujar sang asisten yang siap melayani Kirana 1 x 24 jam bersama beberapa orang yang berprofesi sama dengan sang asisten. Namun Kirana tidak menggubris cuitan sang asisten di pagi itu malahan Kirana membenarkan posisi tidurnya dan menutup dirinya dengan selimut hingga menutup seluruh badannya.
"Non ayo bangun nih dah siang! Apa non Kirana tidak mau pergi kuliah?"
Namun lagi - lagi Kirana seolah - olah tak mendengar cuitan sang asisten.
"Angkat!" ujar sang asisten kepada anak buahnya yang seprofesi dengan nya.
Mereka pun mengangkat tubuh mungil Kirana kedalam kamar mandi dan mendudukannya kedalam bak kamar mandi.
...☀☀☀☀☀☀...
"Bun ... Chandra berangkat kuliah dulu yah."
"Kamu tidak sarapan dulu Bunda dah siapin nih sarapan?" ujar sang Bunda sambil menyusun beberapa hidangan ke atas meja.
Sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, "Chandra sarapan di kampus aja Bun, Chandra buru - buru."
__ADS_1
Sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan rumah, "Bun, Ayah kemana?"
"Oh ... Ayah, Ayah sejak tadi sudah pergi kerumah sakit, ada pasien yang harus di tangani Ayah."
Sambil mangguk - mangguk, "Oh ... ya udah ya Bund, Chandra berangkat kuliah dulu nanti pulang kuliah Chandra nyusul Ayah kerumah sakit. Hari ini mata kuliah Chandra cuman satu."
Sambil menatap kembali kehidangan yang sudah di hidangkan Nabila di atas meja, lalu menatap wajah sang Anak, "Benaran nih nggak mau sarapan dulu?"
Sambil berjalan mendekat kemudian meraih tangan sang Bunda, kemudian menciumnya, "Tidak usah Bun, Chandra nanti sarapan di kampus aja. Chandra berangkat dulu, Assalamulaikum," ucap sang anak seraya berlalu pergi dari hadapan sang Bunda.
"Hati - hati."
...❤❤❤❤❤❤...
"Pagi cucu oma yang cantik. Dah siap berangkat kuliah?" tanya sang oma tatkala melihat Kirana dan beberapa asisten pribadinya yang memang memenuhi segala keperluannya turun dari lantai atas.
Dengan mengumbar senyum yang menawan dan secantik mungkin,"Pagi Oma cantik," ucap Kirana seraya berjalan mendekat ke arah sanga Oma dan memeluknya serta menghujani sang Oma dengan ciuman - ciuman kecil di wajah keriput sang Oma namun tetap terlihat cantik, anggun dan berkharisma.
☀
☀
☀
Mereka pun kini telah menikmati sarapan pagi bersama, sambil sesekali bercanda di sela - sela aktivitas sarapan pagi.
"Kirana."
__ADS_1
"Ya Oma."
"Bagaimana kalau minggu depan kita keIndonesia?"
"Kenapa mendadak?"
"Ini tidak mendadak sayang. Ini sudah lama Oma fikirkan dan mungkin sekarang lah saat nya untuk Oma bicarakan sama kamu."
"Kenapa kita harus keIndonesia? Bukan lah selama ini kita tidak pernah kemana - kemana?"
Sambil tersenyum seraya memegang tangan sang Cucu, "Oma kangen dengan keluarga kita yang ada di Indonesia, lagi pula sudah lama juga kan kita tidak ada jalan - jalan ke indonesia. Kira - kira sudah ada 16 tahun Oma dan Kamu terakhir menginjakan kaki di Indonesia dan rencana Oma kita akan menetap disana untuk sementara waktu. Dan Oma juga sudah mendaftar kan kamu disana universitas jadi saat kita kesana kamu sudah bisa langsung kuliah dan sesuai dengan cita - citamu ingin menjadi seorang dokter."
Sambil memasang wajah terkejut dan menghentikan aktifitas makannya, "Kenapa harus menetap sih Oma, Kirana sudah kerasan disini, belum tentu fasilitasnya sama disini dengan yang disana, Kirana tidak mau hidup susah, melarat dan menderita disana dan apa - apa harus Kirana kerjakan sendiri dan apakah universitas disana elit seperti yang Kirana tempati sekarang disini?"
Sambil tersenyum dan berusaha setenang mungkin menjelaskan kepada sang Cucu, "Sayang, kamu boleh kok membawa 10 asistenmu ini kalau kamu mau dan sudah pasti Oma mencarikan kamu universitas terbaik dan bukan sembarang universitas." ucap sang nenek sambil menatap wajah 10 asisten sang cucu secara bergantian.
Dengan wajah terkejut, "Memangnya boleh Ma mengajak mereka semua?"
Sambil menganggukan kepala,"Hmmmmmm ... tentu boleh dong sayang."
Sambil tersenyum, "Terima kasih Oma."
"Sama - sama sayang. Buruan habiskan sarapanya ntar telat kuliah!"
"Baik, Oma."
...☀☀☀☀☀☀...
__ADS_1
...TERIMA KASIH...
...☀☀☀☀☀☀...