
Setelah makan malam sheena pamit ke kamarnya,dia meninggalkan Dante yang kembali fokus kepada laptopnya,begitulah laki-laki itu,tidak di kantor tidak di rumah dia selalu bekerja,minat dan kecintaannya pada dunia bisnis membuatnya tenggelam pada dunianya sendiri,dia menjadi seorang pribadi yang tertutup, dingin dan egois,hal itu pulalah yang membuat dia di sayangi oleh orangtuanya...
berbeda jauh dengan kakak lelakinya,hal itu pula lah yang membuat hubungan mereka berdua tidak baik,,orang tua mereka membeda-bedakan kasih sayang antara mereka berdua,bukan sepenuhnya salah mereka berdua,sang kakak memang tidak menunjukkan minatnya pada dunia bisnis,dia lebih memilih menjadi seorang pengajar,,,,,,
sudah waktunya untuk tidur, Dante melihat jam di nakas,jam sepuluh kurang empat puluh menit, dia membereskan seluruh pekerjaan yang di bawanya dari kantor, memasukkan semua dokumen kedalam tas kerjanya,menutup laptopnya,kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci mukanya,, setelah selesai dia berjalan keluar menuju tempat tidur...
Dante kaget dengan keberadaan luther yang sudah berada di atas tempat tidurnya...
"heiiiii mau apa kau kemari" ucap Dante sembari melempar handuk kecil ke wajah luther.cengiran kuda luther pun terlihat....
"apa kau sudah membaca nya" tanya luther melemparkan handuk kecil itu kembali pada Dante.dante refleks menangkapnya.
"aku tidak sempat membacanya, aku sibuk" Dante berkata acuh.
"ya elahhhh dan..loe cuek banget sama calon istri loe" ucap luther kesal.
"iya nanti gue bakalan baca,, lagian napa sih loe maksa banget" ucap Dante kesal.
"dengerin ya...loe itu bakalan nikah sama tuh gadis,ya loe harus tahu lah dia itu siapa,gimana dengan keluarganya,kehidupannya dulu seperti apa"
cicit luther.
"gak penting juga buat gue,iseng amat sih loe pake nyari informasi segala tentang tuh cewek" Dante menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur.
"kan loe sendiri yang nyuruh gue buat melakukan hal itu...gimana sih loe" ucap luther geram.
"gue kan cuma nyuruh buat loe ngurusin mereka,bukan cari informasi tentang tuh cewek"
"ya sama aja dodol..." luther meninju lengan Dante,mereka berbaring berdampingan.
"sakit peakkk" Dante meringis memegangi lengannya.
"sebenarnya apa sih tujuan loe mau nikahin tuh cewek" lirik luther ke Dante.
"gue gak mau di jodohin ma alleina"
__ADS_1
"cuma itu doang,,gak ada alasan lain gitu" balas luther.
"loe masih ingat gak ma carol" Dante memiringkan tubuhnya ke arah luther.
luther menatap Dante sebentar,lalu pandangannya beralih ke atas.
"loe masih belum lupain carol" kata luther.
"gimana gue bisa lupa,dia yang udah nyelamatin hidup gue" ucap Dante sedih.
"iya tapi gara-gara dia juga hubungan loe sama kakak loe berantakan" saut luther geram.
"loe masih marah soal itu"
"hmm" jawaban malas luther.
"jika dia masih hidup,gue akan merelakan dia buat kakak,,karena gue lah yang sudah mengganggu hubungan mereka" ucap Dante sedih.
"trus apa hubungannya antara carol dengan sheena" luther bertanya.
"ada kemiripan antara mereka berdua..mereka memiliki manik mata yang sama" ucap Dante.
ucapnya mengambil bantal dan meletakkannya di bawah kepalanya...
"loe mau tidur di sini?" ucap Dante.
"gue kangen tidur bareng loe" ucap luther tersenyum.
"ihhh jijik gue,,sana loe tidur di kamar loe" ucap Dante menendang kaki luther.
"kalo loe gak suka,,sana loe tidur di sofa" ucap luther menunjuk sofa.luther menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.dante tidak bisa berbuat apa-apa, dia membiarkan luther tidur di kamarnya,mereka sudah terbiasa berbagi kamar.
Dante memejamkan matanya,pikirannya melayang mengingat carol,,cinta pertamanya.
senyuman terukir di wajahnya,seketika wajah sheena terbayang di matanya..Dante membuka matanya,menggelengkan kepalanya..
__ADS_1
kenapa jadi wajah dia yang aku bayangkan..
Luther mematikan lampu tidur di nakas samping tempat tidurnya.
################################
Sheena tidak bisa memejamkan matanya,padahal sudah hampir tengah malam tapi dia belum mengantuk juga,sheena beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju jendela kamar dan membukanya. angin langsung menerpa wajahnya memainkan rambutnya..sheena duduk di jendela memandang keluar,menatap bulan yang bersinar terang,udara malam ini terasa hangat sheena tidak merasakan dingin sama sekali...
Sheena terhanyut dalam lamunannya,dia masih ingat perkataan majikannya, apa benar pria itu akan menikahiku,rasanya tidak mungkin dia memintaku menjadi istrinya,apa yang di lihatnya dariku,aku cuma pelayan nya apakah pantas aku menjadi istrinya..beribu pertanyaan mengisi kepalanya,,bagaimana dia menghadapi cibiran orang-orang di sekitarnya.. ingin rasanya dia menolak perintah majikannya,tapi Dante sudah baik mengurus kehidupan keluarganya...sheena menghela nafasnya,dia mencoba mengusir segala keresahannya. sheena berjalan menuju lemari mengambil sebuah baju yang baru setengah jadi,dia mengambil kotak kecil dan berjalan menuju tempat tidurnya..sheena duduk di atas tempat tidur dan melanjutkan rajutannya yang belum selesai. itulah yang dilakukan sheena setiap malam jika dia susah untuk tidur,dengan telaten dan penuh kesabaran sheena merajut hingga akhirnya dia tertidur.
Suara ketukan di pintu kamar sheena terdengar tapi sheena tidak terbangun,seseorang membuka pintu kamarnya dan berjalan memasuki kamar,tatapannya langsung tertuju pada sheena yang tertidur dalam posisi duduk.pria itu menggelengkan kepalanya,dia melihat ke arah jendela yang masih terbuka dan berjalan ke arah jendela.
bagaimana dia lupa menutup jendela.. batinnya.
Pria itu menutup jendela lalu berbalik berjalan menuju tempat tidur sheena,dia mengambil sesuatu yang berada di atas pangkuan gadis itu,dia memperhatikan baju yang hampir jadi itu dan meletakkannya di atas meja kecil di samping tempat tidur,dia membaringkan tubuh sheena menarik selimut menutupi tubuh gadis itu sampai ke leher...
dia manis juga kalo sedang tertidur.. ucapnya dalam hati.
Pria itu tersenyum menatap sheena,dia duduk di pinggir tempat tidur pandangannya masih menatap sheena,membelai rambut panjang nya..
maafkan aku karena membuat mu berada di situasi sulit seperti ini,aku akan selalu berada di sisimu..aku janji... ucapnya dalam hati...
dengan penuh keberanian pria itu mengecup keningnya lama..tersenyum memandang gadis yang tertidur pulas itu .dia mematikan lampu kamar dan berjalan keluar kamar,menuju kamarnya sendiri....
###############################
TBC 💕 💕 💕 💕 💕 💕 💕 💕 💕 💕 💕 💕 💕
***eng ing eng....kira2 siapa ya pria itu???????
🤔🤔🤔🤔
jangan lupa tinggalkan komen dan jempolnya ya......
author mohon maap kalo up nya masih kelamaan,author usahain satu hari up satu episode...mohon maap juga kalo masih banyak typo dan bahasa yang tidak mengerti...
__ADS_1
see you next ya....
😘😘😘😘😘😘😘***