ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 74.


__ADS_3

Tiba lah hari keberangkatan Arumi. Sebenarnya jauh di lubuk hati sang Ibu ada rasa tak rela jika putrinya itu harus pergi meninggalkannya, apa lagi putrinya itu tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi bagaimana pun juga Arumi tetaplah Arumi yang keras kepala.


"Bu Arumi berangkat dulu, Ibu hati - hati ya dirumah jaga kesehatan Ibu, makan yang teratur dan istirahat yang cukup," ucap Arumi mengingatkan sang Ibu sambil memeluknya.


Dengan air mata kesedihan yang terus terpancarkan dari kedua mata Indah sang Ibu sukses membuat Arumi kalut sendiri tapi bagaimana pun juga mungkin memang ini jalan terbaik untuk Arumi pergi dan merenung di tempat yang sunyi, sepi, jauh dari keramaian dengan kata lain dia butuh ketenangan untuk intropeksi diri.


Dengan berat hati sang Ibu melepaskan sang Anak untuk pergi, dan sekali lagi sang Ibu pun memeluknya, "Jaga dirimu sayang."


Arumi pun beralih menatap sang kakak lalu kemudiam memeluk sang kakak, "Arumi pergi kak, jaga Ibu baik - baik jangan sampai ibu sedih dan menderita karena Arumi tidak ada di rumah dan jaga diri kakak baik - baik."


Sang Kakak pun membalas pelukan sang Adik, "Kamu juga baik - baik selama pergi. Jangan nakal di tempat kamu yang baru. Beradaptasilah dengan baik." Mereka pun saling melepas pelukan.


"Apa kamu sudah yakin segala keperluanmu sudah kamu masukan semua kebagasi mobil?" tanya sang Kakak mengingatkan kembali.


Arumipun mengangguk, "Sudah kakak."


"Apa kamu tidak membutuhkan sesuatu lagi? Misal uang dan lain sebagainya."

__ADS_1


Arumi pun tersenyum, "Kakak, walaupun misal Arumi pergi dalam jangka waktu yang sangat lama uang Arumi tidak akan ada habis - habisnya di Atm."


"Ya sudah Arumi pergi dulu, Assalamualaikum," sambil mencium punggung tangan sang kakak, kemudian beralih ke pada sang Ibu dan melakukan hal yang sama.


"Hati - hati di jalan sayang, jangan ngebut - ngebut." pesan sang Ibu sebelum mobil yang di tumpangi sang anak bergerak menjauh.


Kini Arumi sudah di jalanan dan siap menuju desa yang akan dia tuju meninggalkan seluruh kenyamanan dan kemewahan yang selama ini dia dapatkan tanpa harus bersusah payah. untuk menjadi tempat merenungi segala kesalahannya dan membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk tiba di sana dengan kondisi jalan tak semulus dan tak secantik jalan perkotaan.


********************


Dirumah besar nan mewah berlantai tiga. Kini Nabila sudah mulai menekuni dunia baru yang sempat tertunda, dia bebas memilih mau yang bagaimana karena Adam menyiapkan kedua - kedua nya untuk Nabila. Mau menggambar apa saja atau menggambar pola pakaian lalu kemudian menjahitnya.


"Sayang lagi gambar apaan sih kayaknya serius banget?" tanya Bunda Irena dari jarak yang tak begitu jauh dari Nabila berada.


Sambil terus fokus pada lukisan yang sementara dia gambar, "Bunda mau tau aja atau mau taunya pake banget?" tanya Nabila seraya tersenyum dan menatap Bunda Irene.


"Mau taunya pake banget lah sayang."

__ADS_1


"Kalau bunda Irene penasaran dengan gambaran Nabila, Bunda Irene boleh kok kesini melihat hasil kerja Nabila dan silahkan berikan penilaiannya."


Bunda Irene pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah di mana Nabila sedang duduk dan mesih berkutat dengan kuas dan warna - warna.



Bunda Irene pun menatap kagum dengan hasil karya tangan sang menantu, "Sayang lukisanmu cantik banget seperti orang yang melukisnya." puji Bunda Irene sambil memeluk sang menantu.


"Terima kasih Bunda atas pujiannya."


Bunda Irene pun melepas pelukannya, "Sayang biasa nya kalau kita melukis tentang sesuatu pasti ada artinya, nah Bunda mau tanya nih bunga ini apa artinya?"


"Nabila tidak tau Bun apa artinya yang pastinya bunga ini mewakili hati Nabila yang sedang berbunga - bunga bahagia kerana Nabila sangat beruntung dan bersyukur bisa mendapatkan Ibu mertua dan nenek mertua sebaik Bunda dan Nyonya Luciana," ucap Nabila yang kini mulai dengan mata berkaca - kaca.


...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...


...Terima kasih untuk yang masih setia mendukung safarina...

__ADS_1


...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...


__ADS_2