
s
Mansion Dante Louis Siemens
mobil berhenti tepat di halaman sebuah gedung yang sangat megah..temaram lampu taman di setiap sudut menambah kesan mewah dan megah gedung ini..seorang pria keluar dari dalam gedung berjalan cepat menuju mobil.om Johnny keluar dari dalam mobil dan memeluk pria paruh baya itu.
"apa kau membawa mereka?" katanya lalu melihat ke arah mobil.
"tentu saja,,,ini terakhir kali aku menolongmu,,"
"maafkan aku kawan,,,ini permintaan nyonya besarku" pria itu berkata.
om Johnny membuka pintu mobil dan memerintahkan kami untuk keluar.
"sekarang mereka ku serahkan padamu..semoga saja diantara mereka ada yg sesuai dengan selera bosmu" om Johnny berkata menggoda.
"terima kasih john.. aku akan mengabari kau nanti"
"baiklah aku pergi dulu" om Johnny melambaikan tangannya ke atas lalu pergi meninggalkan mansion bersama mobilnya.
"sekarang kalian semua ikut saya" pria itu memberi perintah.kami berjalan mengikuti pria itu masuk kedalam gedung.aku terpesona saat melihat keadaan di sekeliling ku..ruangan ini sungguh indah dan luas pikirku..lampu-lampu kristal bergantung berjejer di atas plafon..ruangan ini seperti istana...kami semua terpedaya dan berdecak kagum menyaksikan suasana megah ruangan ini.kami memasuki ruangan yang lebih kecil...
kami berdiri sejajar di depan pria itu.
"perkenalkan nama saya Sebastian sein.. saya kepala pelayan di rumah ini..dan saya adalah atasan kalian,,di map ini terdapat semua informasi dan biodata kalian..jadi selama kalian bekerja di sini jangan berbuat hal yang aneh-aneh..apa kalian mengerti" ucapnya lantang.
"kami mengerti pak.." ucap kami serempak.
Sebastian melakukan panggilan telpon,dia menyuruh seseorang untuk datang...
"perkenalkan ini bibi maria...dia yang akan memberikan kalian petunjuk mengenai tugas dan tanggung jawab kalian di rumah ini,,jadi saya harap jangan membantah apapun perintah darinya" Sebastian.
" bibi maria...antarkan mereka ke kamarnya masing-masing... "
"baik pak" katanya mengangguk. lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan..kami pun berjalan mengikuti nya di belakang.setelah melewati beberapa lorong panjang akhirnya kami tiba di sebuah tempat tepatnya di samping gedung mewah.
"kalian bisa memilih kamar kalian sendiri,, satu kamar untuk dua orang..beristirahat lah besok pukul enam pagi kalian semua sudah harus siap...pakaian kerja kalian sudah tersedia di dalam lemari".bibi maria langsung pergi meninggalkan kami.
Aku memilih kamar terakhir bersama temanku. tadi aku sudah berkenalan dengannya di mobil.namanya Angel.
"aku sama sekali tidak menyangka kalau kita akan bekerja di rumah sebesar ini" katanya takjub. aku menyunggingkan senyumku,berjalan menuju lemari dan memasukkan pakaianku ke dalamnya.
"cepat bereskan pakaianmu...kita harus segera istirahat,, besok tidak boleh terlambat"
kataku mengingatkannya.
"oh ya kau benar..." jawabnya lalu berdiri dan membereskan pakaiannya.
__ADS_1
jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam,,kami sudah berbaring di tempat tidur kami masing-masing..aku mematikan lampu di samping ranjangku.
"apa kau sudah mengantuk?" angel berkata memiringkan tubuhnya ke arahku.
"aku merasa lelah angel,,sebaiknya kau juga tidur" aku memejamkan mataku dan menarik selimut menutupi tubuhku.
"baiklah...mari kita tidur..selamat malam sheena" ucapnya manja.angel mematikan lampu tidurnya.
################################
keesokan harinya....
seorang wanita paruh baya sedang sibuk di meja kerjanya,,,berkali-kali dia membolak-balik dokumen di atas mejanya,, ada gurat kecewa di wajahnya..dia memasukkan kembali dokumen itu kedalam map..meraih telpon di atas mejanya dan memanggil seseorang.....
tok tok tok.. suara ketukan di pintu......
"masuk"
seorang pria masuk dan berdiri di depan meja
"apa-apaan ini Sebastian!...bagaimana bisa kau merekrut pelayan seperti ini" ucap wanita itu kesal.
"maafkan saya nyonya..saya sudah berusaha maksimal" dia berkata.
"kau tahu kan apa tujuan sebenarnya" wanita itu berkata lagi.
"saya mengerti nyonya...saya sudah punya calon untuk pelayan pribadi tuan muda Dante"
"namanya sheena Owen..dia berasal dari pesisir timur.. nyonya bisa melihat biografi nya di map itu" Sebastian menjelaskan dan menunjuk map di atas meja.
wanita itu membuka kembali map yg berisi dokumen para pelayan baru yang di periksanya barusan..dia mencari dokumen milik sheena dan membacanya..
"apa kau yakin dia bisa melayani dan menghadapi Dante" ucap wanita itu penasaran.
"dia gadis yg baik dan pekerja keras..saya yakin dengan dirinya,nyonya..." ucap Sebastian meyakinkan.
"oke...sekarang juga bawa gadis itu ke hadapan saya,,,dan untuk pelayan lainnya itu menjadi tugasmu" wanita itu berkata.
"baik nyonya...saya permisi" Sebastian pamit meninggalkan bosnya.
################################
Suasana rumah belakang cukup ramai pagi ini,seluruh pelayan bergabung di meja makan menikmati sarapan pagi.aku dan angel baru tiba dari rumah utama,bibi maria meminta kami berdua untuk membantu nya menyiapkan sarapan nyonya besar..beberapa pelayan memandang kami dengan tatapan sinis...
"bagaimana kerja di rumah utama... enak?" pelayan itu berkata.aku tak tahu namanya siapa.tapi jelas perkataan itu di tujukannya untuk kami.aku tersenyum menanggapi ucapannya.
"cepat habiskan sarapan kalian,masih banyak pekerjaan yang harus kalian selesaikan" suara bibi maria terdengar di belakang kami.sontak kami tiba-tiba diam mendengar suaranya,,,,,,
kami menghabiskan sarapan kami dengan cepat,aku meminum susu almon yang di siapkan angel untukku.
__ADS_1
pak Sebastian hadir di antara kami...
menyadari kedatangannya kami langsung berdiri..menyambutnya....
"bibi maria..apa kau sudah membagi tugas kerja mereka" pak Sebastian bertanya.
"sudah pak..sesuai perintah bapak"
"ada sedikit perubahan... tolong cari pengganti sheena"
"maksud bapak,,sheena di pindah tugaskan"
"iya...sesuai perintah nyonya,,sheena akan bertugas melayani tuan muda Dante" pak Sebastian menjelaskan.
"apaaaa!!!!!" seluruh pelayan berkata bersamaan...
pak Sebastian menatap tidak suka pada seluruh pelayan yang bersuara......
pandangannya beralih pada sheena,,
"nyonya besar ingin bertemu denganmu,,ikut saya"
aku menganggukkan kepalaku,,dan berjalan mengikuti pak Sebastian menuju rumah utama.
"wahhh enak sekali dia bisa melayani tuan muda" salah satu pelayan baru berkata.
"apa kalian pikir melayani tuan muda semudah itu" bibi maria berkata.
"aku tidak tahu apakah dia bisa bertahan lama" bibi maria berkata lagi..lalu pergi meninggalkan kami juga menuju rumah utama.
"sebenarnya apa yg terjadi pada tuan muda..
kenapa bibi maria berkata seperti itu" tanya salah satu pelayan.
"sudah banyak pelayan khusus yg di pekerjakan untuk melayani tuan muda,,,tapi tidak ada satu pun yang bertahan lama,,,tuan muda sangat temperamental,,,banyak pelayan yang menjadi korban amukannya" ucap salah satu pelayan senior,, beberapa temannya menganggukkan kepala membenarkan penjelasan temannya.
"kita lihat saja berapa lama sheena akan bertahan menghadapi tuan muda" pelayan lain menimpali.
"heiiiii...bagaimana wajah tuan muda" pelayan baru bertanya.
semua pelayan menoleh ke arahnya...dia merasa terkejut di tatap seperti itu.
"tuan muda akan mencongkel matamu jika kau berani menatapnya" kata pelayan senior.
"serius,,??" pelayan itu berkata ngeri,menggidikkan tubuhnya....
"sudah..sudah...kita harus bekerja,bibi maria bisa marah jika melihat kita masih di sini.
semua pelayan bubar,kembali melanjutkan tugas dan kewajiban mereka.
__ADS_1
***bersambung...
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖***