
Kini di rumah mewah berlantai dua semua orang sedang sibuk bersiap - siap lantaran hari ini adalah hari yang mereka tunggu untuk memperingati hari di rintisnya perusahaan mendiang sang Ayah. Pria Dengan balutan kemeja berwarna putih berbalut tuxedo dengan warna hitam di tambah kesan ketampanannya walaupun kini usia sudah menginjak kepala tiga namun kesan ketampanannya tak di makan oleh usia. Di lengkapi dengan dasi kupu - kupu dengan warna hitam, celana hitam senada dengan sepatu pantofel yang mengkilap.
Setelah merapikan pakaian, dan rambutnya lalu memperhatikan sekali lagi pantulan dirinya yang ada di dalam cermin meja rias pria itu pun kini melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menuruni anak tangga satu persatu.
Dikamar yang lain kini Arumi pun sudah bersiap - siap, hari ini Arumi tampak cantik dan anggun bak putri dalam dongeng. Dengan gaun warna merah muda menyapu lantai, serta riasan natural dan memperlihatkan bagian dada dan bahu mulusnya tanpa cacat sedikit pun di mana kedua sisi lengannya ada pita penambah kesan keanggunannya malam ini. Di tambah mahkota kecil yang bertengger di kepalanya.
( Kira - kira gambarannya seperti di atas ya ).
Setelah berdandan agak lama akhirnya dia pun selesai. Kini dia sudah melangkahkan kakinya keluar kamar dan tersenyum tatkala melihat kedua orang yang disayanginya sudah berdiri menunggunya di depan pintu utama.
Mereka yang melihat itu cukup takjub akan perubahan wajah sang putri yang menurutnya sangat jauh berbeda dari hari - hari biasanya. "Sayang kamu cantik banget," ujar sang Ibu tatkala mendapati sang anak sedang berjalan kearah mereka yang menurutnya benar - benar sangat cantik dan berbeda di malam hari ini.
Dengan tersenyum, "Ah ... Ibu mujinya biasa aja. Arumi masih Arumi yang kemarin kok Bu."
"Tapi ini sungguh sangat cantik loh dek, pangling kakak melihatnya ...." kini sang Kakak yang menimpali dan memuji kecantikan sang Adik malam ini.
__ADS_1
Kini mereka sudah di dalam mobil dan siap menuju aula yang sudah mereka dekorasi untuk acara ulang tahun perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan.
🍓🍓🍓🍓🍓
Di tempat yang lain, Adam dan Nabila pun sudah siap untuk berangkat keacara ulang tahun milik mendiang sang Ayah. Nabila masih ingat perjuangan dan jerih payah sang Ayah dalam memajukan hotel tersebut hingga bisa sampai ketitik teratas di mana hotel tersebut pernah membesarkan nama sang Ayah hingga saat ini walaupun sudah pergi untuk selama - lamanya.
Tiba - tiba ada rasa sesak yang tiba - tiba menjalar diseluruh tubuhnya, hingga tak sadar jika saat ini matanya sudah berkaca - kaca dan satu persatu kini air matanya sudah jatuh membasahi kedua pipinya.
Dia masih ingat betul bagaimana cara sang Ayah pergi meninggalkannya untuk selama - lamanya dan andai kata waktu itu dirinya tidak menyuruh sang Ayah datang untuk menjemputnya mungkin saat ini sang Ayah masih ada di sampingnya berdiri dengan tegap.
Adam yang baru keluar dari ruang ganti khusus yang ada di dalam kamar itu, sejenak termangu menatap sang istri yang kini duduk di tepi tempat tidur dalam diam.
Adam pun berjalan mendekat dan duduk di samping sang istri. Di tatapnya wajah sang istri yang kini sudah nampak kacau dan memerah efek menangis, Adam pun membawa sang istri kedalam pelukannya dan menenangkannya dengan penuh lembut kasih sayang. Sambil membelai lembut rambut sang Istri, "Kenapa kamu menangis? Apa ada kata - kata ku yang menyakiti hatimu? Atau Nenek mengungkit dan menuntut padamu agar di berikan segera keturunan?" tanya Adam ketika tangis sang istri sudah reda. Namun Nabila enggan untuk menjawabnya. "Ya sudah jika kamu belum mau bercerita. Sekarang bersihkan wajahmu, dan segeralah bersiap - siap karena sebentar lagi kita berangkat."
Namun ketika Adam hendak berdiri Nabila pun menahannya. Adampun mengurungkan niatnya untuk berdiri dan kembali menatap wajah sang istri yang kini sudah lebih baik dari sebelumnya.
"Ada apa habiba? Apa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?"
__ADS_1
Namun Nabila hanya menggelengkan kepala dan bergelayut manja di lengan sang suami. Adam yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa menautkan alisnya mendapat perlakuan seperti itu dari sang istri.
"Habiba jangan merayuku sekarang." ucap Adam.
Nabila pun mendongakkan wajahnya, "Habibi jangan terlalu mesum karena saat ini habiba tidak sedang merayumu, Nabila hanya ingin seperti ini untuk beberapa saat. Bolehkan?"
"Hmmmmm...."
❤❤❤❤
Kini Tommy sudah siap untuk berangkat ketempat acara, dengan setelan jas berwarna hitam, kemeja putih, celana hitam, menambah 2 kali lipat kegantengannya walau kini usianya sudah mencapai angka 30 an. Namun usia segitu sama sekali tidak mempengaruhi kadar kegantengannya. Justru semakin tua membuat daya pikatnya semakin membuat banyak hati kaum Hawa klepek - klepek di buatnya dan banyak yang mendambakan kelak dapat bersanding dengannya. Seorang pengusaha sukses, tajir, berpendidikan, segala - galanya ada padanya dan wanita mana sanggup menolak pesonanya termasuk Arumi dan Siska yang kini bersaing untuk mendapatkan hatinya sepenuhnya serta dukungan penuh dari kedua orang tua sang pangeran.😂😂😂.
...❤❤❤❤❤❤...
...TERIMA KASIH...
...❤❤❤❤❤❤...
__ADS_1