ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 71.


__ADS_3

Sambil berjalan santai ke arah mereka berdua, "Sudah lah bu, untung situ besan Anak ku dan untungnya lagi situ Ibu dari menantu ku serta mertua dari Cucu ku. Jadi, kita ambil jalan tengah saja dan aku tidak akan melapor kepolisi karena aku tidak mau reputasi keluarga ku dan nama baik keluarga ku jadi tercemar hanya gara - gara uang 100 Jt rupiah. Uang segitu belum membuat aku jatuh miskin." sejenak Nyonya Luciana menjeda kata - katanya dan menatap Ibu Yana dari kaki hingga kepala dan kepala hingga kaki, "Hmmm ... menurut pengamatanku sepertinya kalian ini mau kesesuatu tempat, biar ku tebak apa kalian mau ke moll atau kesalon atau kemana? kan secara siapa sih yang sanggup menyimpan uang 100 Jt hingga berhari - hari dan sungguh sangat di sayangkan jika uang sebanyak itu di anggurin ya kan kan kan...."


Kemudian Nyonya Luciana pun melanjutkan kalimatnya, "Bagaimana kalau kita ke moll nya sama - sama traktir semua kami yang ada di sini, tangan ku dah gatel nih sudah lama tidak pernah belanja dan sekali - kali mau menikmati uang yang di dapatkan secara tidak halal bagaimana sih rasanya. Tapi, jika kalian tetap bersih keras dan merasa tidak pernah melakukan itu semuanya, aku sarankan pergilah diam - diam kekantor polisi sangkal semua bukti yang ada. Bukti transferan dan CCTV nanti menyusul kalian kesana sebagai barang bukti kejahatan kalian berdua."


Arumi dan Ibu Yana hanya bisa tertunduk malu mendengar penuturan Nyonya Luciana yang sungguh di luar dugaan. Harapan untuk bersenang - senang kini hanya tinggal kenangan, harapan menikmati uang 100 jt kini pupuslah sudah. Bu Yana dan Arumi tidak punya pilihan lain selain mengajak mereka semua kemoll untuk berbelanja. Harapan jadi Untung kini jadi buntung๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.

__ADS_1


Di tempat yang tak jauh dari mereka berdiri ada sepasang mata yang diam - diam harus menelan rasa pahit lantaran wanita yang dicintainya, wanita yang sangat di harapkan bisa menjadi istri dan ibu dari anak - anaknya kelak kini hanya lah tinggal di angan - angan. Dia pun memberanikan diri berjalan lebih dekat kearah mereka dan masuk di antara mereka semua. Semua orang yang ada di sana hanya bisa menatap heran dari mana datangnya pria ini.


Arumi yang menyadari kehadirannya kini kian tambah malu dan menundukkan pandangannya, bagaimana bisa di saat situasi yang tak menguntungkan seperti ini tiba - tiba dia datang di saat yang tidak tepat.


Dengan menatap tajam kearah Arumi, "Aku tidak menyangka kelakuan mu di belakang ku seperti ini. Hanya untuk memenuhi ambisi mu kamu rela dan tega menipu orang. Jika kamu perlu uang kenapa tidak bilang sama aku, aku bisa memberikanmu berapapun yang kamu mau asalkan kamu tidak menipu orang. Kalau hanya untuk membeli tas, sepatu, dan lain sebagainya uangku belum akan terkuras habis kalau hanya akan membeli itu. Dengan adanya kejadian ini cukup membuatku semakin yakin dan membuka mata dan hatiku lebar - lebar jika kamu memang bukanlah wanita yang terbaik yang patut aku perjuangkan. Mulai hari ini kita putus...." ucapan Tommy sukses membuat Arumi syok hingga berdiri pun dia tak sanggup seolah - olah persendiannya lepas pada tempatnya. Dia kini duduk terpuruk kelantai dan hanya bisa menangis dalam diam tanpa suara serta tidak bisa melakukan apa - apa dia hanya bisa menangis dan menggeruti kebodohan apa yang sudah dia perbuat.

__ADS_1


Dan semua orang yang mendengar dan menyaksikan itu serasa tidak percaya dengan kata - kata yang barusan pria itu ucapkan. Mereka hanya bisa melototkan mata mengiringi kepergian pria itu.


Hati mana yang tak kecewa... ya mungkin itulah yang di rasakan Tommy saat ini.


Note ; Hukuman Arumi dan Ibu Yana versi author. Jika dalam peribahasanya "Sudah jatuh tertimpa tangga pula." mungkin ini lah yang di rasakan Arumi dan si Ibu. Uang tidak dapat, di putuskan pacar lagi. Paket lengkap dah.

__ADS_1


Author kagak pandai menghukum orang. jadi hukumaannya seperti itu deh yang Arumi dapatkan.


...๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ...


__ADS_2