
Arumi yang mendengar penuturan sang dokter bukan hanya terkejut dan tidak terima namun dia juga mengamuk dan masih mempermasalahkan kejadian ini dan penyebabnya adalah sang Ibu mertuanya. Di tambah lagi sang suami hilang entah kemana rimbanya.
Di lain sisi Adam pun kini berjuang untuk kesembuhanya, jangan sampai masuk di stadium 3 dan 4. Tapi atas keyakinan hati dia akan berusaha sembuh demi anak dan istrinya karena dia berencana akan mencarinya dan membawanya kembali kedalam pelukannya setelah dia sembuh nanti.
Dengan menjerit histeris sambil menyakiti dirinya sendiri, "Aku tidak mau menjadi wanita tidak sempurna, dokter jahat, bunda jahat, ini semua terjadi gara - gara Bunda, Arumi akan menuntut balas atas apa yang sudah Bunda lakukan pada Arumi."
Bu Yana pun menenangkan sang Putri dengan penuh kasih sayang namun hasilnya sia - sia saja. Tidak ada pilihan lain selain diberi suntikan penenang. Dan sekarang Arumi pun sudah tertidur dengan pulasnya.
...1 BULAN KEMUDIAN...
Kini Arumi sudah di perbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit bersama baby kecilnya yang di beri nama Manaf Alvaro dan selama 1 bulan pula Adam tak pernah menampakan batang hidungnya di rumah sakit tempat Arumi di rawat.
Beberapa saat kemudian kini mereka sudah berada di luar kamar dan sudah menelusuri koridor demi koridor untuk dapat segera sampai di pintu utama rumah sakit.
Pada saat mereka berjalan keluar dari arah depan nampaklah pria yang di kenal bunda Irene sedang mendorong brankar pasien wanita sedang memerintah beberapa suster untuk segera menyiapkan kamar operasi karena dia yang akan turun langsung mengoperasi wanita itu bersama dokter Najwa, ya dia adalah Dokter Adrian. Dokter Adrian kini sudah bekerja di An Hospital dan dia harus membagi waktu antara rumah sakit An hospital dan rumah sakit yang dia pimpin sendiri.
"Aduh Mah perut Nabila sakit sekali." rintah sang putri dengan memegangi putrinya.
Sambil memegang tangan sang putri, "Iya sayang sabar Adrian akan melakukan yang terbaik untukmu, sabar ya Mama yakin kamu pasti kuat dan jangan khawatir ada Mama yang akan selalu menjaga dan menunggumu disini."
Bunda Irene dan rombongan pun berjalan mendekat kearah dokter Adrian, wanita paru baya itu pun terkejut lantaran yang ada di atas brankar saat ini adalah putri kesayangannya, "Nabila...." sambil mengecup kening sang putri dan mereka pun berpelukan.
"Bunda maafkan kesalahan Nabila jika pernah melukai hati dan perasaan bunda baik di sengaja atau tidak di sengaja."
__ADS_1
Mereka pun melepaskan pelukan. "Iya sayang Bunda sudah memaafkan mu dan semoga kamu baik - baik saja bersama dengan cucu - cucu Bunda. Bunda Yakin kamu calon ibu yang kuat."
"Maaf dok ruang operasinya sudah siap." ucap suster itu yang sudah hadir di tengah - tengah mereka.
"Semoga keduanya tidak ada yang selamat," do,a jelek Arumi dalam hati.
Ayah Bima pun mendekat, "Sayang yang kuat ya semoga di dalam sana kalian semua nya selamat, operasi lancar, dan keluar dari ruangan operasi tanpa kekurangan satu apapun, Aamiin."
Sementara Arumi, Nenek, dan Ibu Yana hanya diam mematung menyaksikan itu dan entah apa yang mereka pikirkan.
"Bunda ayo kita pulang Arumi capek nih menunggu." ucap Arumi merengek manja.
Tanpa menoleh, "Kalau kamu mau pulang, pulang lah saja. Aku mau menunggu putri ku dan ingin melihat cucu ku lahir ke dunia."
Bunda pun membalik badan dan menunjuk wajah Arumi, "Siapa yang sudi menjadikan wanita mandul seperti mu menjadi menantu ku. Adanya setelah Adam pulang dari perjalanan luar negri, kamu aku tendang dari rumahku. Sudah mandul, lumpuh apa yang bisa saya harapkan dari kamu. Adanya kamu akan menghabiskan harta anakku dan itu tidak akan aku biarkan dan kalian aku pastikan akan berpisah."
Kata - kata itu cukup membuat Arumi tertampar, bu Yana pun ikut menimpali, Sambil berjala mendekat ke arah Bunda Irene, "Besan kan Arumi sudah menuruti keinginan kalian untuk memberikan cucu, lalu kenapa mau disuruh berpisah. Kalau mereka berpisah lalu si kecil tak berdosa ini bagaimana nasipnya. Kalau pun mereka berpisah pasti mereka dapat bagian harta warisan kan." ucap Bu Yana tak tau malu.
Sambil tersenyum, "Sepeserpun tidak akan aku berikan harta warisan, apa lagi jika bayi itu terbukti bukan cucu ku. Adanya kalian semuanya akan membayarnya dengan mahal atas penipuan yang kalian lakukan atas keluargaku."
Lagi - lagi kata - kata Bunda Irene sukses dan berhasil membuat mereka berwajah pucat pasi seperti orang yang sedang kekurangan darah. Bukan hanya mereka yang terkejut Nyonya Luciana pun turut merasakan yang sama.
"Gawat." ucap Bu Yana dalam hati.
__ADS_1
Erangan kesakitan dari Nabila membuat mereka tersadar, "Awwwwwwww Bunda, Mama perut Nabila sakit," kini peluh pun turut membanjiri dahi Nabila.
Dengan berwajah panik, "Sayang ayok dong berbuat sesuatu pada Nabila kasihan Nabila kesakitan."
Adrian di bantu beberapa suster pun sudah mendorong brankar Nabila menuju ruang operasi dan meninggalkan keluarga yang aneh ituππ.
Kini Nabila sudah berada diruang operasi.
Mama Yulia menanti di luar denangan perasaan was - was, namun dia tetap berdoa semoga Nabila dan bayi - bayinya semuanya selamat.
Sementara di lain tempat kini Adam sudah tiba di bandara tanah air setelah melakukan pengobatan terbaik, tercanggih di negara paman sam dan itu tidak menjamin kesembuhannya hingga 100% tapi setidaknya dapat menghambat pertumbuhan kenkernya hingga dia dapat menemukan keberadaan sang Istri dan anak.
Kini rombongan keluarga Widjaya sudah dalam perjalanan pulang, begitu pula Adam kini dia sudah dalam perjalanan pulang kerumah.
Di rumah sakit kini bayi - bayi Nabila sudah berhasil di keluarkan dari dalam perut setelah melewati proses yang sangat panjang. Adrian turut meneteskan air mata tatkala melihat bayi - bayi imut dan lucu itu kini berada di dalam gendongan dokter tanpan itu dan segera mengazankan bayi - bayi imut dan lucu itu.
Nabila sendiri jangan di tanya bagaimana saat ini gambaran hatinya yang tak bisa di lukiskan dengan kata - kata. Pastinya dia tidak menyangka berkat dari penantian panjang, buah kesabaran di hina dan di katakan mandul kini dia sudah berhasil membuktikan pada dunia terutama keluarga Widjaya kalau dia pun bisa mendapatkan keturunan.
Beberapa saat kemudian kini mereka sudah di pindahkan keruang perawatan dan biarkan cerita sebenarnya Adrian dan Nabila di simpan baik - baik dan biarkan hanya mereka yang tau bersama dengan sang pencipta. atau dengan kata lain biarkan waktu yang menjawabnya mereka hanya akan mengikuti alur kisah kehidupan yang di tulis author dengan suka - suka jidat author seperti komentar sebelumnyaπππππΌππΌππΌππ»ππ»ππ».
...β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€...
...TERIMA KASIH DAN JANGAN LUPA INFUS AUTHOR DENGAN VOTE YA, TERIMA KASIH ππ»ππ»ππ»...
__ADS_1
...β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€...