ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 116. Up setengah hati versi 2


__ADS_3

"Kamu yakin masih mau melanjutkan hubungan dengan wanita itu jika kamu tau kenyataan yang sebenarnya?" tanya Mama Dinda tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari wajah Bu Yana dan Arumi. Dahi Tommy pun mengerut tanda tak mengerti. Sementara Bu Yana kini dengan wajah yang nampak pucat pasih dan sedikit berkeringat mendapati wanita yang telah lama dia hindari bahkan untuk bertemu setelah kejadian itu pun dia sudah enggan.


"M_Maksud Mama apaan? tanya Tommy semakin tak mengerti begitu pula dengan Arumi.


Dengan mata yang berkaca - kaca dan mulai menceritakan garis besar masalah sang Mama dengan Ibu sang kekasih.


"Beberapa puluh tahun yang lalu tepat di hari pernikahan Mama, wanita ini datang dan mengahancurkan pesta pernikahan Mama...." ucapan Mama Dinda terjeda, dan kejadian beberapa puluh tahun yang lalu kejadian yang benar - benar yang ingin dia lupakan bahkan untuk diingat pun Mama Dinda tidak mau karena itu sesuatu yang sangat menyakitkan bagi nya bersama keluarga besarnya.


Mereka yang mendengar itu hanya bisa tercengang mendengar penuturan dari Mama Dinda, termasuk Arumi karena selama ini Sang Ibu tidak pernah bercerita apa begitu pula dengan Tommy.


Ucapan Mama Dinda terjeda, kini bening - bening kristal sudah turun membasahi pipinya dan saat ini mereka jadi tontonan gratis dari pengunjung Mall tersebut tapi mereka lebih memilih mengabaikannya.


"Lalu apa hubungannya dengan Arumi? Kenapa Mama sangat membencinya?" akhirnya pertanyaan itu lolos jua dari mulut Tommy, setelah sekian lama mereka menjalin asmara namun mereka belum juga mendapat restu dari sang Mama karena sang Mama enggan untuk berterus terang.

__ADS_1


Dengan tatapan penuh kebencian kepada Arumi, dan air mata yang kian deras, "Karena dia_ karena dia_ yang sudah membunuh Kakak kamu." semakin pecahlah tangisan sang Mama dan akhirnya rahasia beberapa tahun yang lalu terungkaplah sudah.


Note : Kisah ringkas mengenai keluarga Mama Dinda ada di bab 30 kalau tidak salah. Dan Lokasi mereka bercerita bukan di dalam Mall ya melainkan di luar Mall. Author binggung menentukan berapa puluh tahunnya itu ya guys.πŸ˜‚πŸ˜‚ tapi anggaplah ya begituπŸ˜‚πŸ˜‚ intinya ini dendam yang sudah sangat lama. Dan untuk Arumi ini baru beberapa tahun tahun berlalu.


Lagi lagi mereka semua di buat terkejut dengan penuturan Mama Dinda, sementara Arumi kini mengerti kenapa Mama Dinda sangat membencinya bahkan untuk merestui hubungan mereka pun Mama Dinda tak pernah memberikannya.


Dengan suara terbata - bata, dan tubuh bergetar hebat, "Jadi tante...."


"Iya aku adalah Ibu dari anak yang kamu lenyapkan beberapa puluh tahun yang lalu."


Dengan badan bergetar dan mata sudah memerah efek menangis, "Jadi Kakak Satria meninggal bukan karena sakit? Lalu kenapa Mama menyembunyikan ini selama puluhan tahun dari Tommy, kenapa Mah, kenapa? Kenapa Mama tega melakukan ini pada Tommy disaat Tommy sudah sangat mencintai Arumi dan...." kata - kata Tommy terjeda karena kenyataan ini akan sangat menyakiti bahkan melukai hati dan perasaan sang Ibu.


"Dan Apa Tomm?" ucap Mama Dinda mendesak.

__ADS_1


Dengan kepala menunduk, "Dan Tommy tidak bisa meninggalkan Arumi begitu saja."


Dengan tatapan tajam penuh selidik serta penuh kebencian, terhadap Arumi, "Apa yang kamu harapkan dari wanita pembunuh itu? Dan apa yang kamu harapkan dari keluarga yang sudah menghancurkan kebahagiaan Mama mu ini, ha ... apaan?"


Arumipun marah dan tersulit emosi mendengar pembicaraan orang tua sang kekasih yang mengklaim dirinya sebagai pembunuh dia pun menyela pembicaraan anak dan mama itu, "Dan satu yang harus anda tau, saya bukan pembunuh dan saya tidak pernah membunuh, dia memilih mengakhiri hidupnya karena pilihannya sendiri."


Mama Dinda pun menoleh ke arah Arumi, dan masih mempertahankan pendapatnya, "Kalau saja waktu itu kamu tidak bertemu dengannya, dan tidak menjalin asmara dengan anak saya, dan tidak meninggalkan anak saya di saat lagi sayang - sayangnya karena lebih menilih pria lain yang jauh lebih kaya dari Satria semua ini tidak akan terjadi. Jadi, ini semua gara - gara kamu, gara - gara kamu meninggalkannya hingga dia jatuh depresi dan akhirnya lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan cara meminum obat tidur dalam dosis yang sangat tinggi. Apa itu bukan seorang pembunuh?"


Bu Yana yang mendengar penuturan Mama Dinda serasa tidak percaya karena selama ini sang Anak tidak pernah bercerita secara gamblang yang dia tahu sang Anak menjalin hubungan dengan seorang pria hingga akhir nya putus. Tapi, sang Ibu tidak tau jika berakhirnya hubungan sang putri sangat membawa pengaruh besar dalam kehidupan seseorang hingga lebih memilih mengakhiri hidupnya.


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏...


...No Bully dan Terima Kasih...

__ADS_1


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...


__ADS_2