
Kini Varo dan Tommy sudah selesai berbelanja segala keperluan Varo, Varo juga membeli beberapa mainan mulai dari ukuran kecil dan besar, Varo juga sudah mengganti pakaian sekolah Varo menjadi pakaian biasa dan Tommy pun juga sudah membayarnya. Sambil berjalan bergandengan keluar dari pusat perbelanjaan, dan tangan Tommy penuh dengan paper bage di tangan satunya, "Sayang kamu mau apa lagi?"
Sambil memegangi perutnya yang terasa keroncongan dengan tangan kirinya, "Om, Varo laper nih. Makan yuk!"
Dengan wajah berbinar dan berniat menggoda sang pangeran kecil, "Sayang kamu mau kan traktir om?"
Varo pun mendongakkan wajah nya menatap wajah Tommy, "Maaf Om Varo nggak punya uang."
Sambil tertawa, "Ha ... ha ... ha ... Om hanya bercanda. Varo mau makan apa?"
"Apa aja deh Om yang penting perut Varo kenyang. Varo nggak pilih - pilih makan kok om. Kata Mama semua makanan patut di syukuri seklipun itu hanya nasi dan garam. Kita jangan mengeluh karena diluar sana ada yang lebih melarat dari kita dalam soal makanan."
Tommy terkesan dan terharu dengan ucapan Varo dan Tommy sangat bersyukur Arumi mengajarkan hal - hal untuk selalu hidup sederhana dan jangan berlebihan.
"Om bangga sama kamu sayang."
"Om bangga sama Varo karena apa?"
"Om bangga sama kamu .... Ya sudah lah yuk kita pergi cari makan kan katanya Varo dah laper pake banget."
"Let's go uncle."
Kini mereka pergi mencari restoran terdekat dengan berjalan kaki di bawah terik sinar matahari siang, Namun mereka tak menghiraukan itu semua mereka sangat menikmati momen kebersamaan mereka walaupun Tommy masih bertanya dalam hati siapa Varo sebenarnya, apakah anaknya atau bukan???.
Setelah berjalan beberapa jauh kedepan kini mereka sudah tiba di restoran.
"Sayang mau pesan makanan apa?"
Sambil tersenyum, "Apa aja deh Om, Varo ngikut aja."
Sambil menaikkaan tangan, "Pelayan!"
Pelayan pun datang sambil memunduk hormat, "Tuan mau pesan apa?"
"Saya mau pesan Chicken steak saus enoki, Ayam lada hitam, gurame asam manis, phak cam kee, ayam goreng serundeng, bimbimbab, beef steak black pepper sauce udang pedas gurih dan minumannya Ice drink, milk shake, fruit tea, dan air putih."
Setelah menerima pesanan dari pelanggan pelayan itu pun pergi.
"Om pesanan makanan kok banyak banget. Apa bisa kita menghabiskannya?"
Sambil tersenyum, "Jangan khawatir kalau nggak habis nanti kita bungkus bawa pulang."
"Hmmmmmm....."
Beberapa saat kemudian pesanan mereka pun datang, sambil menyusun di atas meja pelayan itupun senyam senyum sendiri entah apa yang ada di dalam otaknya.
"Silahkan menikmati makan siang anda tuan. Semoga sesuai dilidah anda tuan."
Sambil tersenyum, "Hmmmmmm....."
"Terima kasih tante cantik," ucap Varo sambil tersenyum pada pelayan cantik itu.
Sambil mengacak - acak rambut Varo, "Sama - sama sayang."
Pelayan itu pun pergi.
__ADS_1
Semua makanan yang tersaji di atas meja membuat mata Varo terbelalak tak percaya dengan suguhan itu membuat Varo menelan salivanya, "Om apa ini tidak kebanyakan? Apa Om yakin bisa mengahabiskan ini semua?"
Dengan senyum, "Kalau tidak habis kan bisa kita bungkus bawa pulang. Ya sudah makan nanti makanannya keburu dingin!"
"Selamat makan."
"Selamat makan pangeran kecil."
...π·π·π·π·π·π·π·...
Sambil mengelus punggung sang adik, "Sabar ... sabar berdoa saja banyak - banyak semoga Varo tidak kenapa - kenapa."
"Ini semua salah Arumi."
"Sudah lah tak baik menyalahkan diri sendiri. Sabar dan tenangkan hatimu. Kalau kamu begini terus bisa - bisa kamu sakit."
"Varo kak Varo, bagaimana sekarang dia. Apakah sudah makan? Apakah sudah istirahat? Apakah penculiknya baik hati sama Varo. Hiks ... hiks ... hiks ... temukan Varo untuk Arumi Kak, cari Varo kak, Arumi tidak bisa hidup tanpa Varo kak."
"Nanti kita cari Varo bersama - sama. Yuk kita makan dulu biar kamu punya tenaga untuk mencari Varo."
"Hmmmmmmmm...."
...Mereka pun berdiri dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya kearah dapur....
...ππππππππ...
"Bagimana kabar Bunda, Ayah, Nenek dan kamu mas?" tanya Nabila.
Sambil tersenyum, "Kabar Bunda, Ayah, Nenek serta Adam seperti yang kamu lihat sayang. Kami semua baik dan sehat." ucap Bunda Irene.
Sambil melirik kedua bocah kembar yang kini dalam pangkuan Nabila dan Adrian, "Sayang apa ini anak - anak kamu? cucu Bunda?"
"Iya Bund mereka ini si kembar anak - anak Nabila cucu Bunda."
"Sayang siapa nama mereka?" tanya Bunda Irene penasaran.
"Nona kecil ini bernama Adikirana Atmaja sedangkan pengaran kecil itu bernama Adicandra Atmaja."
__ADS_1
Mereka pun saling berpandangan, "Atmaja kamu bilang?" kini Nyonya Luciana ikut menimpali dengan suara yang sedikit di tinggikan.
Dan semua mata yang ada di sana sedikit bingung dan melototkan mata menghadap ke arah Nyonya Luciana, "Apa ada yang salah?" tanya Nabila keheranan.
Dengan menyunggingkan senyum miring, "Jelas salah. Kamu anggap apa Adam. Kenapa bukan nama belakang Adam yang kamu sematkan kepada si kembar?"
Dengan tetap berusaha tenang dan tegar walau dalam hatinya pun kini sakit atas penuturan sang mantan istri jika bukan nama dirinya yang tersematkan kepada sang buah hatinya dan mata pun kini ikut bicara mewakili isi hatinya, "Sudah nenek, sudah Adam tidak apa - apa dan itu wajar karena Adam bukanlah suami Nabila dan pada saat Nabila hamil dan melahirkan bukan kah Nenek yang menyuruh Adam untuk menjatuhkan talak padanya. Nenek jangan lupa itu."
Sambil menatap wajah sang mantan istri bersama suaminya, "Maafkan Nenek bukan maksud Nenek berucap begitu."
Sambil tersenyum, "Tidak apa - apa mas, santai saja."
Dengan berusaha tetap tersenyum dan setegar mungkin, "Aku titipkan pada mu kedua anak - anak ku jaga dan rawat mereka. Berada di tanganmu aku yakin kamu bisa menjadi Ayah sambung yang baik dan bijaksana untuk mereka."
Dengan suara meninggi dan melototkan mata, "Adam apa - apaan kamu? Kamu juga berhak memiliki mereka karena tanpa kamu mereka tidak akan ada di dunia ini."
"Nenek cukup hentikan permainan konyol nenek yang akan membawa Adam ke jalan salah. Adam lebih tau apa yang adam butuhkan saat ini dari pada Nenek. Dan Adam menyesal selama ini sudah terlalu tunduk dan menuruti kemauan Nenek yang tidak ada habis - habisnya,"
Sambil mengayunkan tangan, "Dasar cucu kurang ajar."
Plak....
Plak....
Plak....
Satu tamparan termanis mendarat di pipi Kanan sang cucu.
Semua orang yang ada di sana melototkan mata tak percaya dengan apa yang barusan mereka lihat dan saksikan seorang Nyonya Luciana yang sangat menyayangi sang cucu kini berhasil menggambar jari - jari tanganya di pipi kanan sang cucu.
Bunda Irene tak terima dengan perlakuan sang Ibu mertua, "Ibu apa - apaan menampar Adam?"
Sambil menunjuk wajah sang menantu, "Diam ... aku tidak punya urusan denganmu!"
"Urusan Adam, urusan Irene, sakit Adam, Sakit Irene karena Irene Ibu yang sudah mengandung dan melahirkan Adam."
"Sudah....." ucapan Nyonya Luciana terjeda.
"Cukup bu, cukup. Apa ibu tidak malu di hadapan Nabila dan suaminya kini kalian bertengkar. Dan apa kalian tidak malu di hadapan cucu kalian kini saling adu mulut. Bima malu bu melihat kelakuan ibu. Dan jika ibu mau mengancam kami, silahkankan diacam Bima tidak perduli jika Bima harus jatuh miskin bahkan melarat sekalipun." Kini Bima sang anak ikut menengasi perdebatan di antara mereka semuanya.
Dengan sopan dan menahan malu, "Nak maafkan atas ketidak nyaman kalian di rumah ini. Ini baru kali pertama kita bertemu setelah empat tahun, eh malah begini cara Ayah menyambut kalian. Sekali lagi Ayah minta maaf."
"Tidak apa - apa Yah, Nabila paham ini semua hanyalah kesalah pahaman."
"Oh iya Nak, Ayah belum kenalan dengan suamimu."
Sambil tersenyum kikuk, "Oh iya Pak maafkan saya karena lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan Nama saya Adrian."
"Hmmmm ... nama yang indah."
"Terima kasih Pak."
"Jangan Pak. Panggil aja Ayah seperti Nabila memanggil saya."
Merasa tidak ada yang memihak dirinya disana, Nyonya Luciana pun pergi meninggalkan mereka semua dengan perasaan dendam penuh kebencian dan amarah kepada Nabila. Bagaimana pun juga ini semua gara - gara Nabila. Dan Nabila harus mempertanggung jawabkan itu semuanya.
...ππππππππππ...
...Nanti siang di lanjut kalau kagak sibuk di SM konserπππ. Terima kasih untuk yang sudah berkenan mampir memberikan dukungan berupa like, vote dan komentar. Satu komentar positif kalian adalah semangat ku untuk tetap Up. Terima kasih dan maaf karena jarang membalas komentar kalian tapi percayalah aku tetap membacanya kok. Sekali lagi terima kasihππ»ππ»ππ»....
__ADS_1
...πππππππππππ...